Kelompok Gomihiroi Samurai (Foto: REUTERS/Issei Kato)
Kelompok Gomihiroi Samurai (samurai pemungut sampah) menarik perhatian banyak orang dengan aksi mereka membersihkan sampah dari sisa pesta Halloween di Tokyo, Jepang.
Kelompok Gomihiroi Samurai sendiri telah berdiri sejak 2006 dan saat ini punya sekitar 800.000 followers di media sosial TikTok.
Para pemungut sampah berkostum samurai ini, kembali merebut perhatian masyarakat sekitar saat turun ke jalan-jalan di Tokyo, pada Rabu(1/11).

Mengutip dari Reuters, secara teatrikal kelompok pemungut sampah ini bergaya bak samurai sambil memegang penjepit sampah dan mengibaskan sampah yang mereka pungut dari sisa pesta Halloween.
Lengkap dengan mengenakan topi dan tunik hitam-putih bermotif berani, Gomihiroi Samurai dengan santai memasukkan sampah tersebut ke dalam keranjang anyaman di punggung mereka.
Anggota Gomihiroi Samurai Keisuke Naka menjelaskan, saat ini Gomihiroi Samurai memiliki 3 anggota di Tokyo, 3 di Los Angeles, dan juga 3 anggota generasi pertama di prefektur Hokkaido.
“Para anggota di Tokyo berpakaian seperti samurai dan melakukan kegiatan memungut sampah dengan gaya samurai Jepang, sebanyak lima kali seminggu,” ujar Naka dikutip dalam keterangannya, Senin (6/11).

Acara ikonis tahunan seperti Halloween, kerap meninggalkan banyak sampah karena makan dan minum di jalanan adalah hal yang umum di daerah ramai atau di tempat wisata.
“Jika orang-orang memperhatikan pertunjukan kami karena mereka pikir itu menyenangkan, mereka mungkin juga akan mulai memperhatikan masalah sampah itu sendiri,” kata Naka.
Naka menambahkan, meskipun Jepang terkenal di luar negeri karena kebersihannya, tetapi citra tersebut hanya sebagian saja.
Pada acara tahunan yang dirayakan banyak orang, tentunya sampah juga bisa ditemukan di berbagai jalanan di Jepang.

“Jika kita bisa menarik perhatian di jalan, orang-orang yang tidak tertarik dengan masalah sampah akan menjadi sadar. Ada banyak kelompok sukarelawan yang memungut sampah, tetapi mereka hampir tidak dikenali oleh orang yang lewat,” ungkap Naka.
Penduduk setempat mengatakan, bahwa para samurai pemungut sampah telah membuat perbedaan.
Seorang mahasiswa setempat Naruhito Miyasaka mengatakan, masalah sampah sebelumnya sangat buruk, sehingga orang mungkin melihat tikus berlarian di antara sampah pada malam hari.

Seorang pemilik restoran Junya Kakihara mengatakan, bahwa pertunjukan ini membuatnya lebih memperhatikan masalah ini.
“Biasanya saya tidak membuang sampah sembarangan, tetapi setelah melihat apa yang mereka lakukan, saya mulai memperhatikan masalah membuang sampah sembarangan dan saya akan menghentikan orang yang akan membuang sampah sembarangan,” tutup Kakihara.

