Tim Olimpiade Biologi Indonesia (Foto: KBRI Abu Dhabi)
Tim Olimpiade Biologi Indonesia berhasil membawa pulang 2 medali perak dan 2 medali perunggu pada ajang International Biology Olympiad (IBO) ke-34 di Al Ain, Uni Emirat Arab (13/7).
Medali perak berhasil diraih oleh Calvin Shevchenko dari SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya, serta Nicholas Sidik dari SMA Methodist 2 Medan.
Sementara itu, medali perunggu berhasil diraih oleh Nakeisha Jovita Purnomo dari SMAK PENABUR Gading Serpong dan Mariel Chrysantha Tampubolon dari SMAN 2 Kota Tangerang Selatan.
Duta Besar RI untuk UEA Husin Bagis mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi yang diraih oleh keempat siswa tersebut.
“Saya turut mendoakan supaya tahun depan Indonesia bisa mendapatkan medali emas,” ujar Husin dikutip dalam keterangannya, Selasa (25/7).
Sebagai informasi, keempat siswa ini melewati tes intensif selama tiga hari yang terdiri atas tes praktikum dan tes teori dengan bobot penilaian seimbang, yaitu 50:50.

Tes praktikum mencakup empat topik, yakni Molekuler Biologi Tumbuhan, Bioinformatika, Ekologi-Etologi, dan Biokimia.
Setiap tes praktikum menguji kemampuan siswa dalam melakukan eksperimen berdasarkan soal yang telah dirancang oleh panitia, serta harus diselesaikan dalam waktu 90 menit.
Sementara itu, tes teori dilaksanakan selama 2 hari dengan durasi masing-masing 3 jam dan 3,5 jam.
Para peserta diuji dalam menganalisis dan memecahkan masalah dalam berbagai aspek biologi, termasuk pemahaman konsep, pengetahuan praktis dan analitis, serta penerapan aplikasi biologi.
Selain mengirim siswa sebagai peserta, kontingen Indonesia juga ditemani oleh lima pendamping yang turut berperan sebagai juri internasional.
Di antaranya adalah Prof. Dr. Agus Dana Permana, Dr. Ahmad Faizal, Dr. Dian Rosleine dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung (SITH-ITB), serta Titis Setiyobudi, M.Si., dan Fauzi Ramadhani Nasution, S.Si., dari TOBI.
Sebagai informasi, IBO tahun ini diselenggarakan pada 3–11 Juli 2023 dan diikuti oleh 300 siswa dari 89 negara yang merupakan jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah pelaksanaan IBO.
IBO adalah kompetisi prestisius tahunan bagi siswa SMA yang berbakat di bidang biologi. Setiap negara peserta berhak mengirimkan hingga empat siswa terbaik yang telah melalui proses seleksi nasional.

