Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi Rumah Hati Suci (Foto: Instagram Rumah Hati Suci)

Rumah Hati Suci yang telah berdiri selama 108 tahun menyimpan banyak kisah perjuangan banyak anak berprestasi. Ke depannya, Rumah Hati Suci akan terus menjadi wadah untuk membela dan memperjuangkan hak anak-anak.

Rumah Hati Suci merupakan lembaga sosial dan pendidikan yang didirikan oleh Ny. Lie Tjian Tjoan pada tahun 1914 di Jakarta.

Ny. Lie yang merupakan seorang istri kapiten Tionghoa, awalnya menjadikan rumah ini sebagai tempat perlindungan anak perempuan yang menjadi korban perdanganan manusia pada masa kolonial yang marak terjadi kala itu.

Namun, seiring berjalannya waktu rumah ini bertransformasi menjadi panti asuhan yang menampung banyak anak yatim piatu dan telantar dari berbagai wilayah.

Di tempat ini, para anak mendapatkan kembali hak-hak mereka, serta diberikan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang mandiri, tangguh, dan berkarakter, guna menyongsong masa depan yang lebih baik.

Sampai saat ini, Rumah Hati Suci terus menjaga napas perjuangan Ny. Lie dalam membela dan memperjuangkan hak anak-anak.

Oleh karena itu, Rumah Hati Suci terus mengibarkan kiprahnya dengan mendirikan sekolah formal bagi para anak asuh hingga masyarakat umum.

Pimpinan Rumah Hati Suci Imelda Tjandra mengatakan, awalnya kapasitas rumah tidak sebesar sekarang karena awalnya hanya ditampung oleh Ny. Lie.

“Semakin lama, kapasitas rumah semakin berkembang dan Ny. Lie bertekad bahwa dia ingin memperlakukan anak-anak ini seperti anaknya sendiri. Jadi, Ny. Lie berbuat semaksimal mungkin terhadap anak-anak ini, mulai dari pendidikan, makanan, dan karakternya,” ujar Imelda dikutip dari video YouTube DAAI Magazine, Jumat (3/10).

Imelda mengaku, tentunya tidak mudah untuk terus melanjutkan perjuangan beliau. Namun, Imelda melihat kunci utamanya adalah kasih dan kepedulian.

Menurutnya, saat mengasihi dan peduli terhadap anak-anak, maka beban yang dipikul tidak terlalu terasa berat.

“Pasalnya, kita tidak fokus di beban lagi, tetapi kita fokus kepada mereka, kita fokus kepada kebutuhan mereka. Seperti yang Ny. Lie lakukan, kita menginginkan mereka karena mereka ini punya potensi, mereka ini anak-anak yang sama dengan anak-anak kita juga. Apabila kita mendidik dan mengasuh mereka dengan benar, mereka juga bisa menjadi seperti anak-anak yang lain,” tutup Imelda.

Ke depannya, Rumah Hati Suci akan terus menjaga semangat Ny. Lie dalam bersumbangsih kepada negeri melalui beragam program yang dijalankan, serta terus mengembangkan beragam inovasi.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: