Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi imunisasi polio (Foto: Helgy via Canva Pro)

Vaksin polio adalah salah satu imunisasi wajib untuk bayi agar kebal terhadap penyakit polio yang bisa menyebabkan kerusakan pada sistem saraf motorik.

Pemerintah telah berkomitmen untuk mencapai salah satu target global, yakni Eradikasi Polio yang ditargetkan tercapai pada tahun 2026. Eradikasi berarti memberantas suatu penyakit hingga tidak ada lagi kasus tersebut secara merata.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes), adalah meningkatkan pemberian vaksin polio dari sebelumnya lima kali menjadi enam kali.

Sebagaimana diketahui, penyakit polio termasuk ke dalam penyakit yang sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan kelumpuhan seumur hidup, bahkan sampai menyebabkan kematian.

Penyakit polio dapat diberantas dengan memastikan seluruh anak mendapatkan imunisasi polio lengkap, sebelum anak genap berusia 1 tahun.

Mengutip dari situs Kemenkes, imunisasi polio lengkap pada jadwal imunisasi nasional meliputi 4 dosis imunisasi bivalent Oral Polio Vaccine (bOPV) yang diberikan dalam bentuk tetes, serta 1 dosis imunisasi Inactivated Poliovirus Vaccine (IPV) yang diberikan dalam bentuk suntikan.

Untuk mengoptimalkan perlindungan terhadap polio, Kemenkes secara bertahap akan menambahkan dosis kedua imunisasi IPV atau IPV2 ke dalam jadwal imunisasi rutin.

Dengan demikian, kombinasinya menjadi 4 dosis imunisasi polio tetes dan 2 dosis imunisasi polio suntik, ssesuai dengan direkomendasikan World Health Organization (WHO) dan Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI).

Nantinya, IPV dosis kedua diberikan saat anak berusia 9 bulan, bersamaan dengan imunisasi Campak-Rubela.

Adapun pengenalan imunisasi IPV2 telah mulai dilaksanakan di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten pada tahun 2022. Pada tahun ini, pelaksanaan pemberian IPV2 akan dilakukan di seluruh wilayah Indonesia, kecuali Provinsi DIY.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kalau di suatu wilayah hanya sedikit anak-anak yang divaksinasi polio, maka akan terjadi penularan ke anak lain. Jika terjadi penularan, nantinya akan terjadi mutasi virus polio dan kasus akan semakin banyak.

”Jadi pesan saya jangan hanya vaksinasi diri sendiri, semua anak sekampung harus divaksinasi minimal 90%. Kalau tidak divaksinasi dia akan membahayakan teman-temannya yang lain,” ujar Menkes Budi dikutip dalam keterangannya, Senin (3/7).

WHO Representative for Indonesia Dr. N. Paranietharan mengatakan, untuk semua negara termasuk Indonesia yang menggunakan kombinasi vaksin bOPV dan IPV, WHO merekomendasikan 4 dosis bOPV disertai 2 dosis IPV.

”Oleh karena itu, WHO mengapresiasi komitmen pemerintah Indonesia untuk mencanangkan dosis kedua dari IPV (IPV2), sebagai bentuk perlindungan optimal bagi anak-anak di Indonesia terhadap polio,” katanya.

Pandemi Covid-19 telah menghambat program imunisasi nasional di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Hal ini, mengakibatkan munculnya wilayah-wilayah kantong yang mana terdapat anak-anak yang tidak menerima hak imunisasi mereka.

Dengan demikian, berbagai Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) kembali mengancam, termasuk kejadian polio di Aceh dan Jawa Barat.

Menurut Kemenkes, pencanangan IPV2 ini tidak hanya bertujuan untuk melengkapi seluruh rangkaian dosis imunisasi polio yang diperlukan di Indonesia, tetapi juga diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya penguatan program imunisasi nasional secara menyeluruh.

Selain WHO, UNICEF juga turut mendukung terlaksananya perluasan pemberian imunisasi IPV2 ini.

Pimpinan tertinggi kantor UNICEF Indonesia Maniza Zaman mengatakan, UNICEF berkomitmen mendukung upaya berkelanjutan untuk memastikan bahwa layanan imunisasi yang menyelamatkan jiwa dapat diakses bagi setiap anak di Indonesia.

”Bersama pemerintah, UNICEF terus memastikan agar semua anak terlindungi dari PD3I di seluruh daerah di Indonesia, termasuk daerah yang sulit dijangkau agar lebih banyak anak Indonesia memperoleh layanan imunisasi sesuai dengan jadwal dan dosis yang dianjurkan,” tutup Maniza.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: