Kaligrafi Tiongkok

Kunjungan Siswa Kelas Animasi ESDA ke DAAI TV Medan (Foto: DAAI TV)

Sekolah Animasi Enspire School of Digital Art (ESDA) Medan melakukan kunjungan ke DAAI TV Medan untuk mengenal dunia animasi di pertelevisian secara lebih dalam.

Di dunia digital ini, animasi telah menjadi bagian vital dari perkembangan teknologi. Di dunia pertelevisian, animasi juga telah menjadi sebuah kebutuhan karena sejumlah program televisi menggunakan animasi untuk menunjang visual.

Inilah yang mendasari Sekolah Animasi ESDA Medan melakukan kunjungan ke DAAI TV Medan, pada Jumat (7/7).

Secara keseluruhan, ada sekitar 40 siswa dari jenjang TK hingga SMP yang mengikuti kegiatan ini. Acara dimulai dengan pengenalan tentang DAAI TV, program-program DAAI TV yang mengusung cinta kasih, hingga implementasi animasi lewat program Keliling Dunia Anak.

Manager Operasional DAAI TV Medan Tony Honkley, juga menekankan pentingnya nilai-nilai moral kehidupan disebarkan melalui televisi.

“DAAI TV bekerja berdasarkan pada moto DAAI TV, yaitu kebenaran, kebajikan, dan keindahan. Demi terciptanya cinta kasih yang dapat dirasakan secara universal, baik dari perilaku, sikap, karya, maupun program televisi yang ditayangkan, tentu nilai-nilai tersebut terpancar di tiap aspek kehidupan yang kita jalani,” ujar Tony dikutip dalam keterangannya, Selasa (18/7).

Pada kesempatan tersebut, Reporter Program Keliling Dunia Anak Elsa Fanny Luluk mengajak para siswa mengenal lebih dalam tentang bagaimana program Keliling Dunia Anak diproduksi.

Elsa bercerita tentang karakter Rangkong, burung langka yang menjadi ikon program Keliling Dunia Anak. Usai mendapatkan ilmu tentang program anak yang menggunakan animasi, para siswa juga diajak melihat produksi program berita di studio DAAI TV Medan.

Manager Operasional ESDA Medan Djoki Soedewo mengaku, dirinya senang atas kesempatan yang diberikan DAAI TV Medan kepada murid-murid ESDA untuk dapat lebih mengenal implementasi ilmu yang sudah mereka pelajari di kelas animasi.

Ia berharap, nilai-nilai yang disebarkan DAAI TV dapat diaplikasikan dalam karya-karya animasi para siswa ESDA.

“(Saya) setuju dengan nilai-nilai kebenaran, kebajikan, dan keindahan yang perlu ditanamkan melalui pertelevisian ini. (Apalagi) melihat perkembangan teknologi sekarang yang mudah diakses yang tak dapat dibendung dari hal negatif, termasuk juga implementasinya ke dalam dunia animasi,” kata Djoki.

Meski para siswa yang hadir di kegiatan kunjungan ke DAAI TV Medan terbilang muda, tetapi semua murid terlihat antusias mengikuti setiap kegiatan.

Para siswa aktif bertanya, merespons pertanyaan, dan mencoba permainan-permainan yang dibuat. Salah seorang murid bernama Victoria Mitsu, merasa tertarik dengan kunjungan media ini karena dapat menambah wawasan dan pengalamannya dalam bidang animasi ataupun pertelevisian.

“Saya sangat antusias dan senang karena mendapatkan ilmu dan pengalaman baru di bidang broadcasting, juga tentang bagaimana memanfaatkan kemampuan animasi untuk program-program yang baik dan bermanfaat,” jelas Victoria.

Sebagaimana diketahui, dunia animasi memang telah sangat berkembang saat ini. Apalagi dengan adanya AI (artificial intelligent).

Produser DAAI TV Medan Khairiah Lubis berharap, semua siswa dapat beradaptasi dengan baik terhadap perkembangan dunia animasi.

“Melalui pemahaman yang baik dan penggunaan yang bijak, dapat memanfaatkan secara maksimal perkembangan digital untuk meningkatkan kreativitas, minat, dan bakat hingga menghasilkan suatu karya,” tutup Khairiah.

Di akhir kegiatan, para siswa kelas animasi dikenalkan tentang pentingnya pelestarian lingkungan oleh relawan Tzu Chi di Jingsi Book, toko milik Yayasan Buddha Tzu Chi yang menyajikan produk-produk DAAI Tech yang berbahan dasar sampah botol plastik.

 

Penulis: Naomi Adisty

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: