Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi Tim Resmuka (Foto: Resmuka)

Tim Resmuka yang terbentuk pada 1 April 2021, rutin membersihkan musala dan masjid di wilayah Kalibogor, Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah. Tidak hanya pembersihan, mereka juga rutin melakukan sedekah sayur bagi warga sekitar.

Sejumlah anak muda yang tergabung ke dalam tim Resmuka, berhasil memberikan dampak positif bagi lingkungan di sekitarnya.

Resmuka yang merupakan singkatan dari Resik-resik Musala dan Masjid, awalnya memulai kegiatan dengan rutin melakukan pembersihan di sejumlah musala dan masjid di wilayah Kalibogor.

Perwakilan Tim Resmuka Awan menyatakan, setelah rutin melakukan pembersihan, tim Resmuka semakin berkembang dan akhirnya bisa membersihkan banyak di tempat masjid lain, bahkan sampai ke luar kota.

“Total anggota saat ini mencapai 80 orang. Kegiatan sosial kami saat ini, adalah berupa bersih-bersih masjid setiap malam Ahad (Minggu), menyediakan ambulans gratis 24 jam, dan rutin melakukan sedekah sayur setiap hari Jumat,” ujar Awan kepada DAAI TV, dikutip Rabu (12/4).

Awan mengaku, kegiatan sedekah sayur sudah rutin dilakukan setiap hari Jumat sejak 31 Desember 2021 lalu, dan terus berlanjut hingga sekarang.

Adapun sayuran yang dibagikan kepada warga bermacam-macam, tergantung pada ketersediaan di pasar lokal. Beberapa jenis sayuran yang kerap disediakan adalah kol, jagung, kubis, wortel, kentang, dan sebagainya bergantung pada apa yang ada di pasar.

Menurut Awan, program sedekah sayur ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari dampak Covid-19 yang masih melanda di tahun 2021 lalu.

Melihat kondisi yang tidak kunjung membaik, Awan dan rekannya tergerak untuk berbagi kepada masyarakat yang tedampak Covid-19.

“Kami mulai berbagi dengan hal yang sedikit, hingga akhirnya semakin lama semakin besar karena dibantu dan didukung oleh Masjid Mujahidin Kalibogor,” jelas Awan.

Saat ini, Awan bersama rekan lainnya di dalam tim Resmuka sedang membuat program terbaru, berupa penyediaan ambulans gratis selama 24 jam.

Inisiatif ini, muncul atas keprihatinan Awan terhadap warga yang sakit, tetapi masih harus terbebani dengan biaya ambulans ke rumah sakit.

“Kami berpikir, orang yang sakit memikirkan biaya obat saja sudah mahal, kenapa harus terbebani lagi dengan biaya transportasi?” lanjut Awan.

Setelah kegiatan sedekah sayur yang dilakukan Awan ramai menjadi perbincangan warganet, Awan mengaku jemaat di masjid semakin hari semakin bertambah banyak, khususnya di hari Jumat.

“Kami bergerak bukan ingin dikenal bumi, tetapi kami ingin bumi mengenal pergerakan positif kami, sehingga teman-teman bisa melakukannya. Terutama anak-anak muda Indonesia untuk bisa terus bergerak dalam hal yang positif,” tutup Awan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: