Penulis : Akbar Fauzi
Editor : Grace Kolin
Diabetes tidak hanya dapat menyerang orang dewasa, melainkan juga anak-anak. Kasus Diabetes Melitus (DM) tipe-1 adalah kasus yang paling banyak terjadi pada anak karena faktor genetik dan autoimun, sementara kasus DM tipe-2 umumnya terjadi pada anak karena faktor risiko obesitas, genetik dan etnik, serta riwayat DM tipe-2 di keluarga. Gejala diabetes pada anak jarang disadari oleh orang tua, padahal kondisi ini dapat mengganggu tubuh kembang anak. Semakin cepat disadari, anak bisa segera mendapatkan perawatan dan melakukan tindakan pencegahan yang dibutuhkan.
Diabetes Melitus tipe-1 dan tipe-2 dapat menimbulkan beberapa gejala pada anak berikut ini:
- Banyak makan
Dilansir dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, gejala diabetes pada anak yang pertama adalah anak akan merasa lapar terus-menerus padahal sudah cukup makan. Peningkatan nafsu makan ini disebabkan oleh kadar indulin yang tidak memadai, sehingga gula tidak dapat diolah menjadi energi.
- Rasa haus meningkat
Anak penderita diabetes biasanya merasakan haus terus menerus. Kondisi ini disebabkan oleh tubuh yang tidak mampu memproduksi hormon insulin sehingga tubuh mengalami dehidrasi.
- Sering kencing atau mengompol
Ketidakmampuan tubuh untuk menyerap cairan dengan baik membuat anak jadi gampang merasa haus dan banyak minum. Tidak hanya itu, anak jadi sering buang air kecil atau mengompol terutama di malam hari.
- Berat badan turun drastis
Saat terkena diabetes, peningkatan frekuensi makan pada anak tidak diikuti oleh kenaikan berat badan yang semestinya. Anak cenderung kehilangan berat badan dengan jumlah yang cukup signifikan dalam waktu dua sampai enam minggu. Ini dikarenakan ketidakmampuan tubuh dalam menyerap gula darah dalam tubuh sehingga menyebabkan jaringan otot melemah dan menyusut.
- Mudah lelah dan cenderung rewel
Gejala lainnya, anak terlihat mudah lelah dan sering rewel. Kondisi ini disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh dalam menyerap gula dari makanan sehingga membuatnya jadi kekurangan energi, mudah kelelahan, rewel, mudah emosi dan murung.
- Muncul luka atau infeksi ditubuh yang sulit sembuh
Karena kadar gula yang tinggi, anak yang menderita diabetes akan memiliki luka yang sulit untuk sembuh saat mereka terluka atau cedera. Selain menghambat proses penyembuhan luka, diabetes juga membuat anak jadi rentan terserang infeksi.
Apabila orang tua menemukan beberapa gejala diatas pada anak, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Jika anak menderita diabetes, perhatikan asupan makanannya agar kadar gula darahnya tetap terjaga.

