Granata Van Ridho (Foto: Tangkapan layar YouTube)
Granata Van Ridho siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Lampung Timur, berhasil diterima di sembilan kampus ternama luar negeri.
Granata Van Ridho atau Nathan mendapatkan sembilan Letter of Acceptance (LoA), yakni surat pernyataan bahwa telah diterima di sebuah perguruan tinggi.
Nathan secara resmi mendapatkan LoA dari beragam kampus prestisius di Singapura, Australia, Kanada, dan Inggris.
Nathan sendiri sudah aktif mengikuti olimpiade Sains dan Matematika yang diselenggarakan berbagai pihak sejak duduk di bangku SMP.
Selain langganan juara pertama, keseriusan ini Nathan wujudkan dengan meraih medali perunggu di Olimpiade Sains Nasional Indonesia pada 2021 bidang Kebumian.
“When you have a dream to chase, nothing can stop you. Sejak kecil saya memang mimpi untuk sekolah ke luar negeri. Apalagi setelah menekuni ilmu kebumian, saya semakin ingin memperkaya budaya dan wawasan di bidang ini melalui koneksi di berbagai negara. Untungnya orang tua sangat mendukung untuk langsung kuliah dan tidak boleh gap year,” ujar Nathan dikutip dalam keterangannya, Selasa (29/8).
Di dalam perjalanan mendapatkan beasiswa, Nathan harus berjuang melewati berbagai keterbatasan. Pasalnya, tempat Nathan bersekolah saat ini baru memiliki dua angkatan.
Tentunya, hal ini cukup membatasi Nathan menemukan sosok untuk berdiskusi mengenai dunia perkuliahan.
Selain itu, sebagai seorang anak pedagang di pasar, Nathan juga sadar bahwa satu-satunya jalan untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri adalah beasiswa.
Nathan akhirnya mencoba peruntungan dengan mendaftar program Beasiswa Indonesia Maju (BIM) yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Melalui usaha kerasnya, Nathan akhirnya dinyatakan lolos sebagai penerima BIM.
Di dalam perjuangan meraih kesuksesan tersebut, Nathan tidak sendirian. Selain dukungan keluarga dan sekolah, Nathan juga dibantu oleh Schoters yang menyediakan berbagai macam persiapan kuliah ke luar negeri.
Melalui bantuan tersebut, Nathan mendapat layanan konsultasi dari para mentor untuk membuat study plan agar kampus dan jurusan yang dipilih sesuai dengan minatnya.
Nathan juga mendapat bimbingan untuk mempersiapkan berbagai dokumen dan tes yang dibutuhkan, mulai dari motivation letter, IELTS, hingga persiapan SAT.
Secara terperinci, berikut adalah tawaran dari kampus bergengsi di luar negeri yang berhasil didapatkan Nathan.
1. Nanyang Technological University, Singapura.
2. University of New South Wales, Australia.
3. University of British Columbia, Kanada.
4. Monash University, Australia.
5. University of Melbourne, Australia.
6. University of Western Australia, Australia.
7. Curtin University, Australia.
8. University of Manchester, Inggris.
9. Sussex University, Inggris.
Setelah mempertimbangkan beberapa hal, Nathan akhirnya memilih untuk masuk ke Nanyang Technology University dan mengambil jurusan Environmental Earth System Science.

