Pencetus ide septic tank sampah I Wayan Balik Mustiana (Foto: SCTV)
I Wayan Balik Mustiana, seorang perajin perak yang peduli dengan masalah sampah rumah tangga menjadi pelopor pembuatan septic tank sampah yang dinamai teba modern. Ide ini diimplementasikan di Dusun Cemenggaon, Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali.
Masyarakat Desa Cemenggaon punya septic tank unik yang dibuat khusus untuk membuang sampah rumah tangga.
Setidaknya ada 350 kepala keluarga yang telah mengadopsi sistem septic tank sampah (teba modern) ini, untuk memisahkan sampah yang mereka hasilkan sehari-hari.
Balik Mustiana menjelaskan, setiap rumah setidaknya harus menyiapkan dua sampai tiga tong sampah untuk memisahkan sampah plastik dan sampah residu (sampah yang sama sekali tidak bisa diurai).
Nantinya, sampah residu akan dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA), sampah plastik dibawa ke bank sampah, dan sampah organik diolah menggunakan teba modern di setiap rumah.
Menurut Balik, septic tank sampah ini dibuat dengan tujuan agar setiap rumah tangga terbiasa memilah sampah dan menjadikan sampah organiknya jadi kompos dalam septic tank sampah.
“Karena kita setiap hari akan memproduksi sampah, berarti suatu saat teba modern ini akan penuh, kalau lubang ini penuh, kita akan pindah ke lubang satu lagi. Secara otomatis ini akan menjadi pupuk kompos,” ujar Balik dikutip dalam media sosial Instagram Sungai Watch, Rabu (10/5).

Ada berbagai model dan lokasi sumur komposter yang digunakan setiap rumah. Perbedaan tersebut, dibuat sesuai dengan kebutuhan dari setiap keluarga.
Adapun model terbanyak adalah sumur sedalam maksimal 3 meter, berbentuk bulat, dengan diameter sekitar 80 cm atau ukuran buis beton.
Cara pemasangan teba modern ini sangat mudah. Sahabat DAAI hanya perlu menggali tanah seukuran diameter buis beton.
Lalu masukkan buis pertama ke dalam lubang galian. Setelah buis pertama masuk, gali terus tanah di dalamnya agar buis kedua bisa disusun di atasnya. Setelah buis kedua ditumpuk di atas buis pertama, gali terus tanah hingga permukaan buis rata dengan tanah di sekitarnya.
Setelah jadi, Sahabat DAAI hanya perlu memasukan sampah organik ke dalam teba modern dan diamkan sampah tersebut.
Untuk mempercepat proses penguraian, Sahabat DAAI juga bisa memasukkan sampah dapur atau sampah sisa makanan ke dalam teba modern. Menurut Balik, sampah tersebut bisa mempercepat pertumbuhan mikroorganisme di dalam teba modern.
Balik Mustiana melanjutkan, untuk mengadakan teba modern di sekitar rumah, setidaknya ada empat syarat yang harus dipenuhi.

Pertama, rumah harus memiliki septic tank sampah atau komposter sampah. Kedua, wilayah tempat tinggal harus memiliki bank sampah aktif untuk menangani sampah residu.
Ketiga, wilayah tempat tinggal harus memiliki tempat sampah dadakan yang bisa menampung sampah sisa upacara atau selamatan. Keempat, wilayah tempat tinggal harus mengadakan penjemputan sampah residu secara rutin.
“Kita tidak bisa lakukan dengan omongan saja. Perilaku kita sehari-hari, apa yang kita lakukan kita tunjukkan ke mereka, pada akhirnya semua orang akan paham apa yang saya lakukan. Ayolah kita bertanggung jawab dengan sampai kita sendiri. Mudah-mudahan, ini bisa meluas dan masyarakat tidak terbebani lagi dengan penanganan sampah,” tutup Balik Mustiana.

