Ilustrasi kesehatan gigi dan mulut (Foto: Banana Stock via Photo Image)
Bau mulut kerap menjadi masalah utama bagi orang yang sedang berpuasa. Untuk itu kesehatan gigi dan mulut perlu lebih diperhatikan agar tetap segar dan sehat.
Salah satu masalah umum yang kerap dikeluhkan orang-orang saat berpuasa, adalah terkait kesehatan gigi dan mulut.
Spesialis Konservasi Gigi dari Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kemayoran, drg. Lyvia Juliana, Sp.KG. menjelaskan, umumnya orang yang sedang berpuasa tidak makan dan minum dalam jangka waktu lama.
Padahal, makanan dan minuman sendiri bisa merangsang keluarnya air liur saat sedang mengunyah. Tidak heran jika banyak orang yang kekurangan air liur dan berujung membuat mulut kering.
Menurut drg. Lyvia, fungsi dari air liur sendiri adalah sebagai self cleansing atau cairan yang bisa membersihkan mulut dan membasahi rongga mulut.
“Apabila mulut kita kering, maka bakteri dapat mudah tumbuh di dalam permukaan gigi kita, sehingga menyebabkan bau mulut,” ujar drg. Lyvia dikutip dari kanal YouTube DAAI Family, Kamis (30/3).
Untuk mencegah bau mulut selama berpuasa, drg. Lyvia menyarankan untuk rajin menyikat gigi dan flossing setelah sahur dan sebelum tidur, minimal dua kali sehari.
Selain itu, Sahabat DAAI juga harus menggunakan obat kumur yang akan membersihkan bakteri yang ada di sela-sela gigi, gusi, dan lidah.
“Kalau kita menutup mulut terlalu lama, bakteri dapat berkembang lagi di dalam mulut. Untuk itu, setelah bangun tidur boleh berkumur dengan air putih saja, tetapi kumurnya jangan barbar hanya sekali lewat saja jadi tidak tertelan,” kata drg. Lyvia.
Ia melanjutkan, Sahabat DAAI juga perlu memperhatikan pemilihan pasta gigi untuk mmebersihkan gigi. Sahabat DAAI bebas menggunakan pasta gigi apa pun, asalkan yang mengandung fluoride.
Kemudian, pilih sikat gigi yang punya leher sikat tipis, sehingga saat dimasukkan sampai ke bagian paling belakang mulut dan gigi tidak terasa sakit. Lalu pilih bulu sikatnya yang halus agar bisa masuk sampai ke sela-sela gigi.
drg. Lyvia melanjutkan, untuk cara menyikat gigi yang benar dan perlu diperhatikan adalah seluruh bagian gigi harus tersikat dengan baik.
“Kalau mau sikat gigi tidak boleh terlalu kencang, kalau terlalu kencang maka daerah di sekitar akar gigi biasanya suka terluka. Selain itu, ini juga bisa menyebabkan tulang yang ada di dalam gigi itu rusak,” lanjutnya.
Saat akan menyikat gigi, pastikan sikat giginya berada dalam posisi 45° menghadap ke arah gusi, baik gigi atas maupun gigi bawah.
Kemudian, sikat gigi dari atas ke bawah atau bolak-balik seperti berputar-putar, dimulai dari bagian gigi kanan atas paling belakang.
Setelah itu, dari gigi kanan atas lanjut sampai ke tengah, berlanjut lagi ke bagian kiri atas sampai ke tengah. Jika sudah, buka gigi lalu sikat bagian dalamnya.
Terakhir, lanjut sikat gigi bagian bawah dimulai dari gigi kiri bawah sampai ke tengah, lalu dari kanan belakang sampai ke tengah. Jangan lupa juga untuk membersihkan gigi bagian dalam dan sikat bagian lidah juga.
Menurut drg. Lyvia, menjaga kesehatan gigi dan mulut sangat penting karena saat terjadi kerusakan gigi, gusi, atau rongga mulut akan menyebabkan rasa sakit, mempengaruhi proses penelanan dan pengunyahan, serta secara tidak langsung akan mempengaruhi kualitas dari hidup kita sendiri.
“Periksakan kesehatan gigi ke dokter secara rutin selama kurang lebih enam bulan sekali. Jika terlambat periksa ke dokter gigi, ada beberapa permasalahan gigi yang akan timbul. Misalnya bau mulut, karang gigi, lubang gigi, gigi patah, atau peradangan pada gusi,” tutup drg. Lyvia.

