Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi resesi ekonomi (Foto: onebluelight via Getty Images Signature)

Jepang baru-baru ini mengalami resesi ekonomi yang ditandai dengan menyusutnya ekonomi selama dua kuartal berturut-turut. Apa penyebabnya?

Menurut data yang dirilis oleh Kantor Kabinet, Produk Domestik Bruto (PDB) riil Jepang turun 0,1% sepanjang kuartal keempat (Q4) 2023 dari kuartal sebelumnya yang juga turun 0,8%.

Tentunya angka PDB ini terlampau jauh dari perkiraan median pertumbuhan sebesar 1,4% yang diutarakan para ekonom.

Mengutip dari Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resesi ekonomi merupakan suatu kondisi terjadinya kontraksi (penurunan aktivitas ekonomi) secara signifikan di suatu wilayah tertentu.

Resesi ekonomi ditandai dengan menurunnya aktivitas ekonomi yang dilihat dari PDB selama dua kuartal atau lebih secara berturut-turut.

PDB adalah nilai pasar seluruh barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara pada periode tertentu.

Kondisi resesi ekonomi yang dialami Jepang, membuat negara tersebut kehilangan posisinya sebagai negara dengan ekonomi terbesar ketiga di dunia. Kini, posisi tersebut telah digantikan oleh Jerman.

 

Penyebab Resesi

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab terjadinya resesi, yakni guncangan ekonomi secara mendadak, perubahan teknologi, tingkat inflasi yang tinggi, pengelolaan utang yang tidak sehat, gelembung aset, dan tingkat deflasi yang signifikan.

Di dalam hal ini, Jepang mengalami resesi ekonomi, akibat lemahnya permintaan domestik yang telah menyebabkan kontraksi selama dua kuartal berturut-turut.

Pelemahan yen Jepang menjadi alasan utama penurunan peringkat ke posisi keempat karena perbandingan PDB nominal menggunakan dolar.

Namun, para ekonom juga menilai penurunan populasi dan tertinggalnya produktivitas, serta daya saing sebagai pemicu.

Faktor kunci lain di balik lesunya pertumbuhan ekonomi Jepang, adalah stagnasi upah pekerja yang membuat mereka menghemat belanja.

Pada saat yang sama, dunia usaha juga banyak berinvestasi di negara-negara lain, dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat.

 

Dampak Resesi

Adapun beberapa dampak resesi yang sering ditemui, yakni sebagai berikut tingkat pengangguran yang meningkat akibat berkurangnya lapangan pekerjaan, menurunnya tingkat investasi, terjadi inflasi maupun deflasi yang tidak terkendali.

Kemudian, resesi juga bisa menyebabkan penurunan pendapatan masyarakat dan adanya konflik sosial.

 

Cara Mencegah Resesi

Resesi ekonomi bisa berdampak buruk bagi banyak sektor, tetapi tidak menutup kemungkinan jika resesi ekonomi tidak dapat dicegah. Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan.

  1. Pelonggaran kebijakan moneter: dengan memotong suku bunga untuk mengurangi biaya pinjaman dan mendorong investasi.
  2. Kebijakan fiskal ekspansif: peningkatan pengeluaran pemerintah yang dibiayai oleh pinjaman akan memungkinkan suntikan investasi ke dalam aliran uang beredar.
  3. Memastikan stabilitas keuangan: dalam krisis kredit, intervensi pemerintah untuk menjamin simpanan bank dan lembaga keuangan utama dapat menjaga kredibilitas sistem perbankan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: