Kaligrafi Tiongkok

Tri Mumpuni pencipta PLTMH (Foto: Instagram @tri_mumpuni)

Tri Mumpuni berhasil menciptakan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro-Hidro (PLTMH) yang telah diterapkan di 65 desa di Indonesia, serta 1 desa di Filipina.

Tri Mumpuni Iskandar (58) adalah seorang ilmuwan di bidang pembangkit listrik tenaga air. Tri yang kerap dijuluki sebagai ‘Perempuan Listrik’ berhasil masuk ke dalam daftar 500 wanita muslim paling berpengaruh di dunia (The World’s 500 Most Influential Muslims 2023) yang dirilis oleh The Muslim 500.

Publikasi tersebut, bertujuan untuk menyebarkan informasi terkait pengaruh berupa budaya, ideologis, keuangan, politik, dari beberapa muslim yang akan memiliki dampak yang signifikan pada dunia atau umat Islam.

Tri diketahui kerap mengajak suaminya melihat potensi air sebagai pembangkit listrik. Ide awal pembangunan PLTMH dimulai ketika dirinya dan sang suami, Iskandar Budisaroso Kuntoadji, sering berkeliling ke desa-desa untuk melihat sumber air yang melimpah.

Sayangnya, belum banyak desa yang mendapatkan akses listrik dari PLN. Padahal, kata Tri, desa-desa ini punya potensi berlimpah dalam bentuk air.

Bagi Tri, listrik memegang peran penting dalam membangun peradaban dan perekonomian desa. Ia kemudian membantu masyarakat pelosok dengan memberikan akses listrik yang belum atau sulit diakses PLN.

Tri pertama kali membangun PLTMH pada tahun 1997 di Dusun Palanggaran dan Cicemet, di Gunung Halimun, Sukabumi, Jawa Barat.

Sampai saat ini, Tri telah menghabiskan belasan tahun untuk berfokus pada pembangunan masyarakat desa di Indonesia, melalui inisiatif elektrifikasi berdasarkan pengembangan pembangkit listrik mikrohidro.

“Pendekatan kami untuk membangun ketenagalistrikan adalah modal sosial masyarakat. Masyarakat rela bekerja tanpa dibayar karena sadar akan manfaat yang akan didapat. Dengan begitu, fasilitas yang dibangun akan berkelanjutan,” ujar Tri dikutip dari Schmu.id, Rabu (26/4).

Berkat karyanya yang berpengaruh, Tri juga dianugerahi Penghargaan untuk Kekuatan Komunitas di Ashden Awards pada tahun 2012.

Tri diketahui menjabat sebagai Direktur Eksekutif Institut Bisnis dan Ekonomi Rakyat (IBEKA). Ini merupakan organisasi nirlaba yang misinya mempromosikan pengembangan masyarakat melalui penyediaan energi lokal, terutama pembangkit listrik tenaga air, serta air bersih.

Tri memelopori model kemitraan swasta masyarakat, untuk membangun pembangkit listrik kecil yang dimiliki bersama oleh masyarakat dan sektor swasta, serta bertanggung jawab untuk memperkenalkan kebun energi kepada penduduk desa terpencil.

Selain menyediakan akses listrik, PLTMH yang dikembangkan Tri berbasis masyarakat yang sebagian laba usahanya dikelola warga secara mandiri lewat koperasi.

Para anggota koperasi ini, bisa mendapatkan bantuan biaya sekolah, subsidi kesehatan, atau modal untuk usaha masyarakat desa.

“Listrik adalah kata kunci untuk pengembangan perekonomian masyarakat. Melalui pengadaan listrik, ada banyak prakarsa yang bisa dijalankan warga,” tutup Tri.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: