Sindrom smartphone pinky, Kelamaan Pegang Ponsel Bisa Bikin Jari Kelingking Bengkok

Sumber Gambar : Google Images

Penulis : Grace Kolin

Ponsel menjadi salah satu perangkat yang paling banyak digunakan manusia saat ini. Sesuai dengan perkembangan zaman, ukuran dari ponsel yang digunakan juga terus berevolusi, mulai dari ponsel yang berukuran besar dan berat, hingga ponsel yang mudah dibawa kemana-mana.

Meski ukurannya dapat memudahkan orang untuk membawanya, ukuran layar ponsel rata-rata terus mengalami peningkatan. Mulai dari 3,2 ke 5,5 inci. Ukuran layar ponsel yang semakin besar ini memengaruhi waktu penggunanya dalam menatap layar.

Sebuah lembaga riset melakukan penelitian kepada para pengguna ponsel. Dari hasil riset ini terlihat bahwa pengguna ponsel ternyata memiliki kecenderungan untuk lebih betah melihat ponsel yang berlayar besar.

Penggunaan ponsel yang terlalu lama dapat mengubah bentuk jari kelingking melengkung atau dikenal dengan sindrom smartphone pinky. Jari kelingking melengkung akibat menanggung berat ponsel selama berjam-jam dan ini mengarah pada suatu kondisi yang membuat jari kelingking terus menekuk.

Mengutip dari kumparan.com, dampak jangka panjang dari penggunaan jari yang berlebihan dapat menyebabkan jari-jari mengalami stres berulang kali, sehingga bisa memicu osteoarthritis. Osteoarthritis merupakan peradangan kronis pada sendi karena adanya kerusakan pada tulang rawan. Pada sindrom ini, osteoarthritis terjadi karena tulang rawan di antara sendi yang mulai merosot.

Untuk mencegah terjadinya sindrom smartphone pinky, seseorang dapat membatasi waktu penggunaan ponselnya. Namun, jika pekerjaan yang dilakukan harus menggunakan ponsel, pakailah fitur swipe keyboard atau voice note untuk tulisan yang panjang. Meski begitu, seseorang juga tetap perlu mengistirahatkan jari dan tangannya di sela-sela penggunaan ponsel.

Artikel ini dibuat dari berbagai sumber