PLTSa Putri Cempo (ANTARA Foto/Maulana Surya)
Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo di Solo, Jawa Tengah, bisa menjadi solusi bagi permasalahan sampah di Solo, dengan kemampuan pengolahan sampah ratusan ton perhari.
PLTSa Putri Cempo resmi beroperasi setelah mendapatkan Sertifikat Laik Operasi (SLO), pada Senin (30/10).
PLTSa Putri Cempo Solo yang merupakan program strategis nasional (PSN) ini, akan menghasilkan energi listrik berbasis sampah sebesar 8 MegaWatt (MW) sekali produksi dengan kapasitas pengolahan sampah mentah sebanyak 545 ton setiap hari.
Jumlah tersebut, jauh lebih banyak dari produksi sampah Kota Solo yang hanya di kisaran 300-350 ton per hari.

Nantinya, kekurangan sampah tersebut akan dipenuhi dengan mengimpor sampah dari kabupaten di sekitar Solo.
Tidak hanya menyelesaikan masalah sampah di Solo, tetapi PLTSa Putri Cempo juga memberikan solusi bagi tantangan serupa di daerah lain di Indonesia.
Melalui energi listrik yang dihasilkan, PLTSa Solo memberikan kontribusi positif terhadap keberlanjutan lingkungan dan kemandirian energi kota Solo.
Gunungan sampah TPA Putri Cempo yang sebelumnya menjadi masalah lingkungan, diproyeksikan akan habis dalam 5-7 tahun ke depan karena akan menjadi bahan baku PLTSa.
Ke depannya kerja sama pengelolaan sampah akan diperluas ke wilayah Solo Raya melalui program mendatangkan sampah dari luar daerah, atau disebut Gemah Lurah.
Melalui program Gemah Lurah, sampah dari luar daerah akan didatangkan, sehingga PLTSa Putri Cempo dapat menjadi solusi permasalahan sampah bagi kota-kota di sekitar Solo.
Program itu pun didukung oleh aplikasi monitoring online, Sibu Sari, yang telah dikembangkan Dinas Lingkungan Hidup Kota Solo.

