Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi patah tulang (Foto: pixelshot via Canva Pro)

Patah tulang (fraktur) adalah kondisi ketika tulang retak, patah, atau pecah yang menyebabkan perubahan bentuk tulang. Salah satu penyebab patah tulang, adalah benturan yang kekuatannya lebih besar daripada kekuatan tulang.

Ada banyak fungsi tulang pada rangka tubuh. Di antaranya sebagai tempat melekatnya otot, melindungi organ dalam, memproduksi sel darah, serta sumber kalsium dan mineral untuk menjaga metabolisme tubuh.

Spesialis Ortopedi dan Traumatologi dr. Albert Lesmana, Sp.OT. ,menjelaskan, ada dua hal yang bisa menyebabkan patah tulang.

Pertama, tulang sehat terkena gaya yang sangat besar, sehingga tulang tidak dapat menahan gaya tersebut yang menyebabkan patah dan terputus jaringan tulangnya. Kedua, adalah fraktur patologis yang disebabkan oleh penyakit pada tulang.

“Fraktur patologis disebabkan oleh dua hal, pertama pengeroposan tulang atau osteoporosis, kedua bisa ada karena ada kanker atau tumor tulang. Jadi tulangnya rapuh karena sudah termakan oleh sel kanker,” ujar dr. Albert dikutip dalam kanal YouTube DAAI Family, dikutip Senin (24/7).

 

Gejala Patah Tulang

Salah satu gejala patah tulang, adalah perasaan nyeri hebat di area yang mengalami patah tulang. Biasanya, nyeri akan bertambah parah jika bagian tubuh yang mengalami patah tulang digerakkan.

Kemudian, akan muncul memar atau bengkak di area yang mengalami cedera, tulang mencuat dari kulit, kesemutan atau mati rasa di area yang mengalami patah tulang, serta adanya perbedaan bentuk pada area yang mengalami patah tulang.

 

Tulang yang Rentan Patah karena Benturan

Umumnya, kata dr. Albert, tulang yang rentan patah akibat benturan keras adalah tulang panjang atau tulang ekstremitas (anggota gerak). Misalnya tulang lengan, lengan bawah, tulang paha, tulang kering, dan sebagainya.

Kedua, adalah tulang belakang yang rentan patah karena kecelakaan seperti jatuh dari ketinggian.

 

Tulang yang Rentan Mengalami Fraktur Patologis

Salah satu penyebab fraktur patologis yang umum dialami seseorang, adalah kondisi osteoporosis yang membuat kepadatan tulangnya menurun, sehingga tulang mudah keropos.

Umumnya, kondisi ini membuat posisi tulang belakang rentan mengalami patah karena pengidap osteoporosis rentan untuk terpeleset.

Selain itu, bagian tulang lain yang rentan mengalami fraktur patologis adalah sendi panggul dan pergelangan tangan.

 

Bahaya Pijat Bagian Tulang yang Patah

Saat terjadi patah tulang, maka bagian tubuh mengalami peradangan. Jika bagian tubuh yang patah dipijat atau diurut, radang akan menjadi lebih parah dan semakin bengkak.

“Kemudian, potensi mencederai jaringan di sekitarnya semakin tinggi. Seperti ototnya bisa kena ujung patahan tulang yang menyebabkan robek, bisa juga terkena pembuluh darah atau sarafnya,” kata dr. Albert.

 

Penanganan Patah Tulang

Untuk penanganan patah tulang ringan, pasien bisa menghindari untuk memberikan beban dan menghindari tulang sebagai tumpuan.

Kedua, pasien bisa melakukan proteksi. Pada kasus darurat, pasien bisa membebat bagian yang patah menggunakan pakai karton yang tebal atau kayu untuk menahan bagian yang patah agar tidak bergerak terlebih dahulu.

Jika terjadi luka terbuka atau pendarahan, pasien bisa mengompres dengan es dan membersihkan luka. Kemudian, tekan luka sampai mendapatkan perawatan lanjutan di rumah sakit.

 

Perawatan Patah Tulang

Selama periode perawatan patah tulang, pasien perlu mendapat asupan protein, nutrisi, dan kalsium yang tinggi untuk membantu proses penyembuhan.

Beberapa makanan yang bisa dikonsumsi selama masa perawatan, adalah tahu, tempe, susu, kacang-kacangan, dan sebagainya.

“Patah tulang dikatakan pulih kalau sudah tidak ada rasa sakit di daerah yang patah tulang, ada pembentukan tulang baru, hingga sudah kuat menahan beban berat,” tutup dr. Albert.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: