Ilustrasi kecanduan gadget (Foto: studioroman via Canva Pro)
Kecanduan gadget bisa dialami oleh siapa saja, termasuk anak-anak. Untuk mengatasi masalah kecanduan gadget pada anak tidak bisa sembarangan, sehingga perlu penanganan yang tepat.
Kondisi pandemi beberapa waktu lalu, membuat semua orang lebih banyak menggunakan gadget (gawai) untuk beraktivitas.
Mulai dari bekerja, belajar, bersosialisasi, bermain, dan melakukan aktivitas lainnya di rumah.
Tidak hanya orang dewasa, ternyata kecanduan gadget juga bisa dialami oleh anak-anak. Apalagi, saat pandemi ada banyak hal orang tua yang memberikan gadget sebagai sarana bermain dan belajar anak.
Kondisi ini, tentunya bisa memunculkan kebiasaan baru pada anak dan membuat anak kecanduan gadget. Tentunya kecanduan gadget bisa berbahaya dan mengganggu perkembangan anak.
Jika dibiarkan, anak bisa sampai lupa makan, malas pergi ke sekolah, enggan bersosialisasi, bahkan sampai tantrum jika gadget-nya diambil.
Mengutip dari New Straits Times, penelitian menunjukkan bahwa ketergantungan yang tinggi pada gadget dapat menyebabkan infeksi mata.
Misalnya seperti mata merah atau berair, pengelihatan yang memburuk, atau masalah yang lebih buruk seperti depresi, kelelahan, kesulitan berbicara, dan masalah psikologis.
Selain itu, kecanduan internet yang tidak terpantau di kalangan anak-anak dan remaja membuat mereka rentan terhadap kejahatan dunia maya, bahkan bisa mengganggu komunikasi dalam keluarga.
Untuk meminimalkan dampak ini, berikut adalah beberapa cara mengatasi kecanduan gadget pada anak yang bisa dilakukan orang tua.
Meskipun penggunaan gadget mungkin tidak dapat dihindari akhir-akhir ini, masih banyak cara untuk membatasi waktu layar anak-anak kita.
1. Buat Aturan
Orang tua dan wali perlu membuat aturan untuk membatasi waktu penggunaan gadget anak. Contohnya, orang tua bisa membatasi penggunaan gadget maksimal dua jam per hari.
Selain itu, orang tua juga bisa membuat aturan untuk melarang penggunaan gadget selama periode ujian sekolah. Putuskan mana yang paling cocok untuk anak-anak, lalu usahakan untuk selalu konsisten dalam penerapannya.
2. Perbanyak Aktivitas di Luar Ruangan
Orang tua bisa menjaga anak agar tetap aktif di luar ruangan untuk mengalihkan fokus dari gadget. Misalnya, dengan memperbanyak aktivitas fisik seperti berolahraga bersama.
Luangkan waktu untuk mengajari anak bagaimana cara mengendarai sepeda, atau pelajari olahraga baru yang bisa dilakukan di ruang terbuka yang bebas.
Aktivitas seperti itu tidak hanya akan mengalihkan perhatian mereka dari gadget, tetapi juga akan membuat mereka lebih bugar.
3. Lakukan Aktivitas Kreatif
Selain berolahraga, orang tua juga bisa memandu anak dalam melakukan aktivitas kreatif di dalam rumah.
Misalnya melukis, membuat sketsa, membuat lego/balok, memecahkan teka-teki, belajar memainkan alat musik, dan sebagainya.
Lakukan aktivitas yang menarik dan menggugah rasa penasaran anak-anak agar mereka bisa memaksimalkan imajinasinya.
4. Jangan Simpan Gadget Sembarangan
Hindari meletakkan gadget sembarangan agar anak tak melihat dan ingin memainkannya. Jika memungkinkan, letakkan gadget di tempat yang hanya bisa dijangkau oleh orang tua.
Ini karena, anak menjadi mengenal gadget dan terikat apabila ia mendapat akses ke alat tersebut dengan mudah.
5. Luangkan Waktu dengan Anak
Sebagai orang tua atau wali, tentunya ada banyak hal yang harus dilakukan dan dipikirkan setiap hari.
Meski demikian, ingatlah bahwa anak-anak harus menjadi prioritas utama. Untuk itu, usahakan untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama mereka dengan melakukan hal-hal yang akan memperkuat ikatan keluarga. Melalui hal ini, orang tua akan lebih memahami cara berpikir dan bertindak anak-anak.

