Kaligrafi Tiongkok

Warga Indonesia kecanduan hp, ini dampaknya | Foto: Getty Image

Dilansir dari State of Mobile 2024 Data.AI, warga Indonesia menempati peringkat pertama di dunia sebagai warga negara yang menghabiskan waktu terlama saat menggunakan gadget

Baru-baru ini warga Indonesia dinobatkan sebagai negara yang paling kecanduan gadget karena bisa menghabiskan waktu bermain ponsel selama 6,05 jam sehari. Data tersebut menunjukkan, bahwa Indonesia berhasil mengalahkan negara-negara lain.

Tanpa kita sadari gadget sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Terkadang, penggunaan gadget diberikan sejak dini dengan berbagai alasan. Misalnya, seperti kebutuhan sekolah dan hiburan. Hal ini menyebabkan banyaknya kasus kecanduan game yang terjadi pada anak-anak.

Namun, apakah Sahabat DAAI tahu bahwa kecanduan game merupakan hal yang sangat serius dan perlu diperhatikan?

 

Gejala Kecanduan Game

Sahabat DAAI, gejala kecanduan game yang tidak ditangani dapat berpotensi menjadi gaming disorder, yakni sebuah gangguan mental yang disebabkan oleh kecanduan game.

Sejak 2018, World Health Organization (WHO) resmi menetapkan gaming disorder ke dalam the 11th Revision of the International Classification of Diseases (ICD-11).

Di dalam draf dokumen ICD tersebut, digambarkan bahwa gaming disorder merupakan pola perilaku bermain game yang terus-menerus atau berulang yang begitu parah, sehingga “mendahulukan (game) dari kepentingan hidup lainnya“. 

Lebih dari itu, di beberapa negara telah mengidentifikasi bahwa kecanduan game sebagai masalah kesehatan masyarakat yang vital.

Mengutip dari CNN Indonesia, survei dari dr. Kristiana Siste (2021) yang dilakukan terhadap ribuan anak muda di seluruh Indonesia menunjukkan, sebanyak 19,3% anak remaja dan 14,4% anak muda kecanduan game

Selain itu, gejala yang paling sering dirasakan adalah ketika seseorang tidak dapat berhenti menggunakan gadget atau game bahkan di saat sedang melakukan aktivitas apa pun seperti, pergi ke toilet, makan, dan berjalan. Biasanya mereka akan merasa resah jika baterai gadget habis atau saat tidak menggunakan gadget.


Kecanduan game pada anak dapat berujung gangguan mental | Foto: Alodokter

 

Dampak Gaming Disorder

Psikolog Eka Ervika mengatakan, kecanduan yang timbul akibat bermain gadget membuat seorang anak merasa tidak dapat mengontrol diri, sehingga terjadi dorongan secara terus menerus untuk menggunakan internet.

“Ini membuat mereka mengabaikan berbagai hal yang terkait dengan aktivitas sehari-hari. Jadi bahkan banyak anak yang kemudian lupa makan, lupa mandi, gitu ya dan juga membuat mereka kehilangan kontak sosial, jadi lebih asyik dengan gadget-nya ketimbang bermain. Nah, tentu saja ini berdampak besar bagi perkembangan anak,” ujar Eka dikutip dari DAAI Magazine, Selasa (16/1/2024).

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2022 menunjukkan, di Indonesia sebesar 33,4% anak dengan usia 0 sampai 6 tahun sudah menggunakan gadget

“Pada usia dini, kalau memungkinkan anak jangan dikenalkan dengan internet karena stimulasi tumbuh kembang itu akan lebih baik ketika anak diajak bermain bersama orang tua, berinteraksi dengan lingkungan. Kenapa? karena dengan menggunakan internet, cenderung membuat anak jadi tidak peduli pada lingkungan sosial dan asyik dengan gadget-nya,” kata Eka.

Penggunaan gadget yang terlalu berlebihan pada seseorang, dapat mengurangi fokus dan konsentrasi, khususnya pada seorang anak.

Dampak-dampak yang sering terjadi adalah gangguan mata karena terlalu banyak menatap layar gadget saat bermain. 

Kemudian, pola tidur yang terganggu karena tidak dapat berhenti bermain game atau menggunakan gadget

Pada anak, kecanduan bermain game dapat menyebabkan konsentrasi menjadi terganggu, sehingga berpengaruh pada studi anak. Postur tubuh anak menjadi bungkuk karena tulang belakang dan leher harus menahan kepala dalam waktu yang lama.

Saat seseorang kecanduan dengan gadget atau game, mereka dapat berpotensi mengalami obesitas karena minimnya pergerakan yang dilakukan tubuh dalam sehari-hari. 

Terakhir, terlalu asyik pada gadget atau game membuat kemampuan sosialisasi seseorang akan berkurang. Hal ini karena seseorang terlalu lama menghabiskan waktu di dalam dunia sendiri bukan di dunia nyata.

 

Mencegah Kecanduan Gadget pada Anak

Orang tua berperan penting dalam mencegah terjadinya kecanduan gadget pada anak. Orang tua secara tegas harus membatasi waktu bermain gadget yang diperbolehkan untuk anak.

Konten yang diakses sang anak juga perlu untuk diperhatikan oleh para orang tua. Sebaiknya, saat anak menggunakan gadget ditemani oleh orang tua. 

Pada anak yang masih berusia dini, lebih baik orang tua tidak memberikan sang anak gadget agar tidak mengganggu stimulasi sang anak dan pertumbuhan anak. Orang tua lebih dianjurkan untuk bermain dengan sang anak dan melakukan aktivitas agar anak tidak terfokus pada gadget dalam jangka waktu yang panjang.

Habiskan waktu dan pikiran dengan melakukan aktivitas nyata dan menyelesaikan prioritas yang lebih penting untuk kehidupan.

Jika anak sudah didiagnosis gaming disorder, orang tua dapat membawa anak ke psikolog atau psikiater terdekat untuk melakukan terapi pada anak. Misalnya, seperti terapi perilaku kognitif (Cognitive Behavioral Therapy).

 

Penulis: Kerin Chang



Simak Video Pilihan di Bawah Ini: