Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi dana pensiun (Foto: Erdark via Getty Images Signature)

Dana pensiun adalah dana yang akan digunakan untuk membiayai kehidupan saat nanti pensiun dan sudah tidak produktif bekerja menghasilkan uang.

Di dalam piramida keuangan, dana pensiun ternyata menjadi salah satu tujuan keuangan yang perlu dipenuhi setelah dana darurat.

Salah satu alasan utama mengapa harus mengumpulkan dana pensiun, adalah karena pada akhirnya kita semua akan pensiun.

Seiring berjalannya waktu, Sahabat DAAI akan memasuki usia nonproduktif dan mungkin tidak bisa bekerja lagi untuk menghasilkan uang.

Namun, Sahabat DAAI masih memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi saat pensiun. Untuk itu, Sahabat DAAI harus memiliki dana pensiun untuk dapat menghidupi diri sendiri di hari tua nanti.

 

Jumlah Dana Pensiun

Jumlah dana pensiun tidak hanya jutaan, tetapi bisa sampai miliaran rupiah. Ini karena, Sahabat DAAI harus memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, biaya kesehatan, hingga tujuan keuangan lainnya sesuai dengan gaya hidup di masa pensiun nanti. Belum lagi ada faktor inflasi atau kenaikan harga dari biaya kehidupan.

Jika pengumpulan dana pensiun semakin ditunda, semakin banyak pula dana yang perlu disisihkan untuk memenuhi kebutuhan di hari tua.

Untuk mengetahui dana pensiun yang dibutuhkan, Sahabat DAAI dapat menghitungnya dengan The Rule of 25. Artinya, Sahabat DAAI harus memiliki tabungan sebanyak 25 kali lipat dari pengeluaran tahunan sebelum pensiun.

Sebagai contoh, jika pengeluaran tahunan Sahabat DAAI adalah Rp100 juta, maka perkiraan dana pensiun yang dibutuhkan adalah Rp100 juta rupiah dikalikan 25, yaitu Rp2,5 miliar.

Meski demikian, angka tersebut belum termasuk inflasi. Bisa jadi Sahabat DAAI membutuhkan dana yang lebih banyak dari itu.

 

Cara Mengumpulkan Dana Pensiun

Meskipun terkesan sulit, tetapi ada banyak cara yang bisa membantu Sahabat DAAI untuk mengumpulkan dana pensiun dengan lebih terukur.

Pertama, tentukan target umur pensiun. Umumnya masyarakat Indonesia akan memasuki masa pensiun saat menginjak usia 55 tahun sampai 60 tahun. Jika saat ini Sahabat DAAI berumur 30 tahun, artinya masih ada sisa waktu selama 25-30 tahun untuk mengumpulkan dana pensiun.

Kedua, kalkulasi dengan matang berapa dana yang perlu ditabung setiap bulannya. Umumnya, Sahabat DAAI perlu menyisihkan 10%-20% dari pendapatan untuk tabungan pensiun. Namun, jika dirasa terlalu sulit, Sahabat DAAI bisa mulai menabung dana pensiun berapa pun besarnya.

Ketiga, tentukan program tabungan pensiun yang diinginkan. Ada banyak pilihan tabungan pensiun sana yang bisa dipilih. Mulai dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan sampai beragam instrumen investasi. Sesuaikan pilihan ini dengan preferensi pribadi dan portofolio Sahabat DAAI.

 

Program Tabungan Dana Pensiun

Ada beberapa program tabungan dana pensiun yang bisa Sahabat DAAI ikuti, yakni sebagai berikut.

Pertama, program pensiun dari pemerintah, yaitu BPJS Ketenagakerjaan. Berdasarkan Undang-Undang No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) fungsi BPJS Ketenegakerjaan, yaitu menyelenggarakan program jaminan sosial ketenagakerjaan

Iuran yang termasuk dalam BPJS Ketenagakerjaan ini, adalah Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, dan Jaminan Kematian. Adapun besar iuran JHT adalah 5,7% dari gaji bulanan. Nantinya, perusahaan perlu membayar 3,7%, sedangkan karyawan membayar 2%.

Kedua, program dari Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Ini merupakan dana pensiun yang dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa.

DPLK diberikan untuk menyelenggarakan Program Pensiun Iuran Pasti bagi perorangan, baik kepada karyawan maupun pekerja mandiri yang terpisah dari Dana Pensiun Pemberi Kerja bagi karyawan bank atau perusahaan asuransi jiwa yang bersangkutan.

Jika perusahaan tempat bekerja tidak mengikuti program DPLK, Sahabat DAAI tetap bisa menjadi peserta mandiri dengan mendaftarkan diri sendiri.

Ketiga, menyiapkan dana pensiun sendiri lewat investasi. Instrumen investasi dipilih karena besaran bunga tabungan biasa masih di bawah tingkat inflasi, sedangkan bunga investasi berada di atas inflasi.

Bisa dibilang, investasi bisa lebih optimal dalam membantu mengumpulkan dana pensiun yang jumlahnya tidak sedikit. Beberapa pilihan investasi yang bisa dipilih, adalah reksa dana, obligasi, saham, deposito, atau Surat Utang Negara (SUN).

Selain itu, pastikan untuk menyiapkan dana pensiun sedini mungkin saat Sahabat DAAI sudah mulai bekerja dan berpenghasilan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: