Sumber Gambar : Canva Pro
Penulis : Grace Kolin
Setelah sibuk beraktivitas sepanjang hari, sebagian orang ada yang tidak langsung memejamkan mata dan tidur, melainkan melakukan aktivitas yang ia sukai, seperti menonton film atau scrolling media sosial hingga larut malam. Fenomena ini dikenal dengan istilah Revenge Bedtime Procrastination, atau Prokastinasi Waktu Tidur untuk Balas Dendam.
Dilansir dari BBC Worklife, istilah ini muncul dari terjemahan ungkapan bahasa Tiongkok yang menggambarkan perasaan frustasi seseorang akibat jam kerja yang panjang dan penuh dengan tekanan, sehingga hanya menyisakan waktu yang sedikit untuk beristirahat atau melakukan hal-hal yang disenangi. Sehingga Revenge Bedtime Procastination pun dipandang sebagai cara untuk “balas dendam” terhadap hilangnya waktu luang di siang hari.
Lalu, apakah Revenge Bedtime Procastination baik untuk kesehatan? Jawabannya, tentu tidak. Hal ini dikarenakan, tidur adalah salah satu kebutuhan yang esensial bagi semua orang. Seseorang bahkan perlu beristirahat secara berkala agar ia dapat beraktivitas secara maksimal. Jadi, bayangkan saja jika seseorang kekurangan tidur. Tentu, ia akan mengalami banyak dampak negatif yang merugikan dirinya sendiri.
Dilansir dari laman get-kalm.com, secara fisik, kurang tidur dapat dikaitkan dengan beberapa kondisi seperti menurunkan imunitas, meningkatkan resiko penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi. Selain itu, kurang tidur juga dapat mengganggu kesehatan mental dengan meningkatkan kemungkinan depresi dan cemas, mempengaruhi kemampuan pengambilan keputusan, dan menurunkan konsentrasi.
Seseorang dapat tetap melakukan kegiatan yang disenangi dengan tanpa harus mengorbankan waktu tidurnya. Berikut beberapa cara yang dilansir dari get-kalm.com untuk dapat membantu mewujudkan hal tersebut:
- Menjaga waktu tidur dan bangun dengan konsisten, tak terkecuali pada hari-hari tidak bekerja.
- Jika sulit mengatur waktu tidur, jadwalkan waktu tidur dengan membuat alarm.
- Jadwalkan waktu santai yang menyenangkan sebagai rutinitas dan lakukan pada sore hari jika memungkinkan atau saat akhir pekan.
- Hentikan penggunaan perangkat elektronik, termasuk gawai dan tablet, setidaknya setengah jam sebelum tidur.
- Melakukan aktivitas-aktivitas yang menenangkan seperti membaca buku, bermeditasi, gratitude journaling atau melakukan sedikit peregangan sebagai rutinitas sebelum tidur.
- Latihan mengatur napas juga dapat membantu untuk lebih cepat tertidur.
Artikel ini dibuat dari berbagai sumber

