Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi Pulau Semakau (Foto: National Environment Agency (NEA)).

Singapura berhasil membuat sebuah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang hijau dan asri di Pulau Semakau.

TPA Semakau dibangun sejak tahun 1999 dan berlokasi sekitar 8 km di bagian selatan Singapura.

Pulau seluas 350 hektare ini, dibangun di lepas pantai yang menghubungkan antara Pulau Semakau dan Pulau Sekang.

TPA ini didesain, dibangun, dan dikelola oleh Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA). Pembangunan TPA Semakau, berlangsung dalam dua fase dan selesai pada tahun 2015.

Mengutip dari Green Network, secara teknis TPA Semakau dibangun dari abu sisa pembakaran sampah yang kemudian ditutup dengan lapisan tanah.

Proses pembangunannya sendiri, dilakukan dengan memastikan limbah sampah tidak merembes ke laut lepas, serta bisa beroperasi secara ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Adapun sampah yang dibakar dan dijadikan pulau buatan di TPA Semakau, adalah jenis sampah yang tidak bisa diolah atau didaur ulang.

Sistem pengolahan sampah itu pun menjadi kunci pengurangan sampah di Singapura. Volume sampah yang diolah di TPA ini pun mencapai 1.461 ton per hari.

General Manager TPA Semakau Long Lian Ming mengatakan, sampah yang telah dikumpulkan akan diangkut ke salah satu pabrik pengolahan limbah menjadi energi.

Di tempat tersebut, sampah akan dibakar, sehingga volume sampah berkurang sekitar 90%. Proses pembakaran ini juga dimanfaatkan untuk memutar turbin, sehingga menghasilkan energi listrik. Prinsipnya adalah bagaimana agar sampah yang ditampung bisa diubah menjadi energi (waste-to-energy).

Abu sisa pembakaran sampah tersebut, diangkut ke TPA Semakau dengan kapal tongkang, lalu diturunkan dengan ekskavator di sel yang sudah ditentukan.

Tidak perlu khawatir karena setiap sel benar-benar tertutup sepenuhnya, sehingga air tidak akan mengalir ke laut.

Gundukan abu sisa pembakaran sampah tersebut diratakan dengan buldozer, kemudian ditutup dengan lapisan tanah. Rumput dan tanaman pun tumbuh di atas permukaan TPA Semakau dan menjadi hamparan hijau.

Secara alamiah, lahan-lahan hijau tersebut pun mengundang berbagai jenis spesies burung dan serangga langka, bahkan TPA Semakau ini menjadi salah satu lokasi terbaik di Singapura untuk mengamati burung.

Melalui inovasi ini, NEA memperkirakan Pulau Semakau bisa menampung sekitar 63 juta meter kubik sampah dan akan penuh pada tahun 2035.

NEA mengantisipasi kemungkinan tersebut, dengan memimpin upaya penelitian dan pengembangan untuk memperpanjang daya tampung TPA Semakau.

Ini juga untuk menghindari potensi biaya di masa depan jika harus membangun TPA berikutnya di lepas pantai.

NEA membuka kesempatan bagi siapapun untuk mengunjungi, mengamati, dan mempelajari pengelolaan sampah di TPA Semakau.

Sistem pengelolaan sampah terintegrasi di Singapura berfokus pada 3Rs, yaitu menggunakan sesuai kebutuhan (reduce), menggunakan kembali untuk tujuan yang sama atau baru (reuse), dan mendaur ulang (recycle), menuju visi Singapura Bebas Sampah (Zero Waste Nation).

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: