Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi toko Bukuditeras (Foto: DAAI TV)

Muthia Esfand mengubah teras di rumahnya menjadi toko buku. Tidak hanya bisa membaca buku secara gratis, pengunjung juga bisa mengikuti workshop menulis dengan komunitas lokal.

Wanita asal Depok, Jawa Barat, ini membuka toko buku pada Juni 2022 atas keinginannya dalam membuat ruang diskusi dan wadah bertukar pikiran yang nyaman bagi para pencinta buku.

Toko buku berukuran 3×5 m ini, dinamakan Bukuditeras karena lokasinya persis berada di teras rumah Muthia.

Di dalamnya, ada ratusan buku dengan berbagai jenis genre. Mulai dari fiksi, nonfiksi, biografi, manga, dan buku-buku anak.

Meski demikian, Muthia tidak mengharuskan pengunjung yang datang untuk membeli buku. Mereka juga dapat menikmati buku di tempat ini secara gratis, bahkan pengunjung juga dapat melakukan diskusi dengan pemilik toko ataupun pengunjung lainnya.

Konsep dan Ide Bukuditeras

Muthia mengaku, keinginan untuk memiliki toko buku ini sudah menjadi impiannya sejak kecil. Saat masa pandemi memaksanya untuk berdiam di rumah, Muthia pun tercetus ide untuk membuka toko buku sendiri.

“Namun, saya pikir kalau buka toko buku kemudian langsung sewa itu, kan, budget-nya lumayan, ya. Padahal saya ibarat kata masih trial gitu. Akhirnya saya berpikir, ‘Oh sepertinya ini teras rumah saya bisa dimanfaatkan.’ Akhirnya saya renovasi, kemudian bikin bangunan semi permanen yang bisa dibongkar kapan saja dan akhirnya menjadi satu toko buku,” ujar Muthia kepada DAAI TV, dikutip Kamis (20/10).

 

Misi Sosial

Selain sebagai kader toko buku, niatan Muthia membuat toko buku ini sebenarnya sebagai salah satu upaya untuk mendekatkan buku kepada masyarakat.

“Jadi kalau saya ditanya, ‘Apa konsep toko buku ini?’ Saya selalu bilang ini toko buku tetangga, toko buku yang siapa saja bisa mampir dan main. Sama seperti kita mampir dan main ke rumah tetangga kita. Toko buku yang siapa saja bisa datang, boleh lihat-lihat, membeli, atau sekadar mengobrol. Jadi saya ingin konsepnya toko buku yang lebih lebih akrab dengan siapa saja yang datang ke sini,” ungkap Muthia.

 

Genre Buku yang Tersedia

Di dalam Bukuditeras, Muthia menyediakan buku dari beragam penulis ternama di dunia. Tidak hanya dari Asia, ada pula buku karya penulis dari benua Australia, Amerika, Eropa, bahkan Afrika.

Ini karena, Muthia ingin membuat buku itu menjadi dekat dengan masyarakat dan tidak ingin buku dianggap sebagai sebuah produk yang mewah dan mahal.

“Padahal buku ini menjadi salah satu salah satu media yang penting bagi siapa saja yang ingin memperluas pengetahuannya, cara pandangnya, serta bagi yang ingin memperluas pengalaman dan ruang berpikirnya,” jelas Muthia.

Untuk itu, sebisa mungkin dirinya menyediakan buku dari beragam jenis genre. Utamanya, buku yang kemungkinan jarang atau sulit ditemukan di toko buku konvensional.

“Kami ingin memberikan pengalaman yang lebih luas bagi pembaca ketika datang ke sini,” katanya.

Bisa Berutang saat Beli Buku

Menariknya, Muthia juga menyediakan konsep kredit atau cicilan bagi pengunjung yang ingin membeli buku, tetapi terhambat oleh keterbatasan biaya.

“Jadi kalau ada yang mau beli buku bisa mencicil yang penting memang harus ada persyaratannya. Ketentuan ini, hanya berlaku untuk pelanggan yang memang kami kenal, kami tahu rumahnya di mana, identitasnya siapa, hingga range harga buku yang akan dibeli. Melalui berbagai pertimbangan tersebut, baru saya bisa memutuskan apakah orang tersebut layak mendapatkan pinjaman atau tidak,” jelasnya.

Muthia berharap ke depannya ada semakin banyak orang yang bisa mengikuti jejaknya dalam mengubah lahan kosong menjadi toko buku, atau menjadi bangunan apa pun yang mereka suka.

“Mulailah dari apa yang kita suka, apa yang kita paling tahu, dan apa yang paling kita cintai. Pasalnya, memulai bisnis dari apa yang paling kita mengerti akan lebih mudah step by step-nya, dibandingkan kita memulai dengan sesuatu yang kita sendiri tidak banyak tahu, tidak pernah terlibat, bahkan berkecimpung di dalamnya,” tutup Muthia.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: