Mengelola sampah APK menjadi perabotan rumah tangga | Foto: Tayangan Youtube DAAI Magazine
Sahabat DAAI, selama masa pemilu kemarin apakah kalian pernah terpikir ke mana sampah Alat Peraga Kampanye (APK) ini akan berakhir?
Menjelang masa pemilu kemarin, sering sekali kita melihat spanduk atau baliho persiapan kampanye. Hampir sepanjang jalan akan selalu ada APK mulai dari ukuran kecil hingga besar.
Melihat potensi sampah yang timbul saat itu membuat Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan (KLHK) mengeluarkan surat edaran No. 3 Tahun 2024 untuk pengelolaan sampah.
Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah menurunkan APK pada 11 Februari 2024. Namun, ke mana sampah ini akan dibawa setelah diturunkan?
Pengelolaan Sampah APK
Setelah diturunkan oleh DLH, sampah APK dikumpulkan menjadi satu dan dibawa ke pusat daur ulang sampah bernama Eco Friendly Board, Medan Belawan.
Sampah yang sudah sampai akan dipilah terlebih dahulu. Kemudian, limbah spanduk yang sudah dipilih akan dileburkan melalui mesin dengan suhu 350°C-500° C sesuai dengan ketebalan dan tekstur masing-masing spanduk.
Limbah sampah yang sudah dilebur akan dibentuk menjadi balok-balok panjang dengan ukuran kurang lebih dua meter. Selanjutnya, balok-balok ini akan diubah menjadi perabotan rumah tangga, seperti meja, lampu taman, dan kursi.
“Ini adalah salah satu solusi yang kita lakukan. Kita harus mendampingi dan mendukung, bahkan ke depan kita berharap industri estetika ini menjadi sebuah hal yang trendi terhadap produk-produk daur ulang,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan Muhammad Husni dikutip dari tayangan Youtube DAAI Magazine, Rabu (28/2/2024).
Hal ini dilakukan untuk mengurangi jumlah pembuangan sampah APK ke tempat pembuangan akhir (TPA).
“Sangat banyak APK yang beredar kan pada saat ini. Sudah sekitar delapan ton APK yang masuk ke workshop kita,” jelas Pendiri ECO Friendly Board Tom Sinaga.
Eco Friendly Board
Mulanya, Tom mendirikan Eco Friendly Board karena melihat permasalahan isu lingkungan yang sangat miris. Ia merasa terinspirasi untuk mengubah sampah menjadi benda yang lebih berguna.
Tom mulai mencari bagaimana solusi untuk mengelola sampah ini menjadi lebih berguna. Ia mulai mencoba untuk membuat mesin daur ulang dengan tujuan mengubah sampah menjadi barang-barang seni yang bernilai.
Tom mengelola sampah plastik sektor, baik dari sampah pemerintah di Belawan maupun sampah yang dihasilkan oleh masyarakat.
Tidak hanya mengurangi sampah plastik, hasil dari peleburan sampah APK bisa menggantikan kayu yang selama ini digunakan untuk membuat perabotan rumah tangga.
“Terutama papan dan balok ini sudah bisa menggantikan produk-produk perambahan hutan. Stop tebang pohon, mulai mendaur ulang,” tutup Tom.
Penulisan: Kerin Chang
Simak Video Pilihan di Bawah Ini:

