Ilustrasi kolang-kaling (Foto: Heri Mardinal via Getty Images)
Kolang-kaling (buah atap atau buah aren) kerap diolah menjadi sajian untuk berbuka puasa. Tidak hanya punya rasa yang menyegarkan, kolang-kaling juga punya kandungan serat sampai protein.
Buah kolang-kaling dipanen dari pohon aren, atau pohon yang dikenal sebagai penghasil gula merah.
Buah dengan nama latin Arenga pinnata ini, banyak ditemukan di berbagai negara di Asia Tenggara, seperti Indonesia, Malaysia, dan Filipina.
Buah ini umumnya berwarna putih transparan, berbentuk lonjong, dan bertekstur kenyal. Ternyata, kolang-kaling juga punya beberapa kandungan gizi yang baik bagi tubuh.
Misalnya seperti galactomannan, vitamin C, zat besi, pati, serat. kalsium, dan fosfor.
Tidak hanya buahnya yang bermanfaat, ternyata daun dari tanaman ini juga bisa digunakan untuk atap rumah.
Kemudian, saut atau ijuk yang melekat pada pohon aren, bisa dijadikan bahan pembuat sapu atau sikat lantai.
Meski demikian, ternyata mendapatkan buah kolang-kaling tidaklah mudah. Setelah buah tua, artinya buah siap dipanen.
Setelah dipanen, buah tersebut direbus menggunakan air mendidih selama tiga jam. Selanjutnya, buah dikupas menggunakan parang, pisau, atau penjepit.
Nantinya, di dalam belahan buah akan muncul kolang-kaling berwarna putih dan berbentuk lonjong.
Setelah dikupas, kolang-kaling perlu direndam dalam air biasa atau air kapur untuk mengendapkan segala kotoran dan mengenyalkan kolang-kaling.
Setelah melewati berbagai langkah tersebut, kolang-kaling pun siap dibersihkan, lalu diolah menjadi berbagai menu camilan.
Ada dua jenis kolang-kaling yang kerap dijual di pasaran. Pertama, kolang-kaling anggur yang berbentuk bulat. Kedua, kolang-kaling apel berbentuk pipih yang punya harga jual sedikit lebih mahal dari kolang-kaling anggur.
Kedua jenis kolang-kaling ini, umumnya punya manfaat yang sama bagi kesehatan tubuh, yakni sebagai berikut.
1. Mencegah Penuaan Dini
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Pharmacognosy Research menyebutkan, bahwa buah aren sangat kaya akan kandungan senyawa galactomannan. Galactomannan adalah sejenis gula polisakarida yang dipercaya memiliki khasiat anti-aging.
Hasil penelitian menemukan, galactomannan mampu menghambat tirosinase lebih dari 50%.
Tirosinase sendiri, adalah senyawa yang terlibat dalam pembentukan melanin, yaitu zat yang memberikan pigmen (warna) pada kulit.
Melanin juga berperan sebagai salah satu penyebab bintik-bintik kulit yang bisa muncul karena proses penuaan kulit.
2. Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Kandungan vitamin C dan serat di dalam kolang-kaling, dapat membantu menjaga sistem kekebalan tubuh.
Pasalnya, vitamin C juga bersifat antioksidan yang dapat melindungi sel-sel tubuh dari paparan radikal bebas.
Sementara itu, serat pangan berperan penting menjaga sistem pencernaan agar tetap sehat. Jika sistem pencernaan dan sel-sel tubuh terjaga, sistem imunitas pun akan meningkat.
3. Mencegah Kekurangan Zat Besi
Salah satu kandungan mineral penting yang terdapat pada kolang-kaling adalah zat besi. Zat besi bermanfaat untuk menghasilkan hemoglobin untuk mengikat oksigen.
Apabila kadar zat besi rendah, produksi hemoglobin pun tidak cukup untuk mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh. Akibatnya, Sahabat DAAI rentan terkena anemia, mudah lesu, gampang sakit, hingga sakit kepala.
Mengonsumsi kolang-kaling bisa membantu tubuh Sahabat DAAI mendapatkan asupan zat besi, mencegah anemia, dan defisiensi besi.
4. Menurunkan Risiko Terkena Penyakit Kronis
Kandungan senyawa galactomannan dalam kolang-kaling, juga dipercaya dapat memengaruhi kadar serat pangan yang terkandung di dalam buah kolang-kaling.
Serat pangan sendiri, memiliki banyak manfaat untuk mencegah penyakit kardiovaskular dan penyakit yang berhubungan dengan gula darah.
Selain baik untuk kesehatan pencernaan, serat pangan dapat mengurangi risiko penyakit liver, stroke, hipertensi, diabetes, dan obesitas.
Untuk mendapatkan manfaat kolang-kaling ini, Sahabat DAAI tentu perlu mengonsumsinya dengan sumber makanan bergizi lainnya. Namun, pastikan untuk menghindari penggunaan gula tambahan secara berlebihan.

