Kaligrafi Tiongkok

Sering Dianggap Sepele, Kenali Penyakit Kelainan Darah Hemofilia | Foto: Canva

Sahabat DAAI, apakah kalian pernah mengalami pendarahan akibat luka yang sulit dihentikan? Waspada, bisa saja ini merupakan salah satu tanda hemofilia.

Tanggal 17 April 2024 memperingati Hari Hemofilia Sedunia. Pada dasarnya, hemofilia merupakan kondisi ketika seseorang mengalami gangguan pembekuan darah, sehingga seseorang cenderung mengalami pendarahan dan sangat sulit untuk dihentikan.

“Hemofilia mungkin bahasa awamnya adalah kelainan darah yang menyebabkan darah sulit untuk membeku atau menggumpal,” jelas Spesialis Anak dr. Cindy Diana  dikutip dari tayangan YouTube Bincang Sehati, Rabu (17/4)

Dr. Cindy menjelaskan, hemofilia terjadi ketika dalam tubuh seseorang kehilangan faktor VIII (antihemophilic factor) dan faktor IX (christmas factor). 

Mengutip dari AIDO Health, faktor VII merupakan faktor golongan dalam tubuh manusia, faktor koagulasi darah yang akan digunakan untuk mengontrol dan mencegah episode pendarahan.

Sementara itu, melansir dari situs web Hello Sehat, faktor IX merupakan faktor protein yang diproduksi oleh tubuh untuk membentuk sebuah gumpalan agar bisa menghentikan pendarahan.

Apabila seseorang kekurangan atau kehilangan faktor VII dan faktor IX, maka seseorang akan mengalami hemofilia.

Dr. Cindy menegaskan, hemofilia diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yaitu hemofilia ringan, sedang, dan berat. Hal ini ditentukan dengan persentase kadar faktor VIII yang berkurang dalam diri tubuh seorang pasien.

Seseorang yang terkena hemofilia bisa dilihat gejalanya saat masih balita (pada satu tahun pertama kehidupan). 

“Biasanya, hampir satu tahun sudah mulai berjalan. Nah, itu biasa timbul memar-memar atau kebiruan di jaringan otot bisa belajar merangsang. Jadi sebenarnya sebagian besar satu tahun pertama sudah bisa terdeteksi. Namun, ada juga hemofilia yang baru terdeteksi setelah dewasa,” ucap dr. Cindy.

 

Penyebab Hemofilia

Hemofilia sendiri disebabkan oleh keturunan secara genetik atau hereditas (menurun melalui DNA).

Kemudian, dalam diri seseorang terjadi mutasi gen sehingga tidak memiliki protein yang cukup untuk melakukan pembekuan darah. Biasanya, terjadi kelainan pada mutasi kromosom X pada pasien hemofilia.

Gejala hemofilia yang perlu diwaspadai | Foto: Canva

 

Gejala Hemofilia

Mengutip dari Siloam Hospitals, ketika seseorang mengidap hemofilia akan ada gejala-gejala yang muncul.

  1. Sering mengalami BAB berdarah;
  2. Sering mengalami pendarahan pada area gusi atau mulut;
  3. Luka goresan dan mimisan sulit dihentikan; dan
  4. Bengkak atau nyeri pada area siku atau lutut yang menjadi tanda adanya pendarahan pada bagian sendi.

Selain itu, hemofilia bisa menyebabkan pendarahan pada bagian dalam tengkorak (intrakranial) saat mengalami cedera kepala. Hal ini perlu diwaspadai karena dapat berujung pada kematian.

Gejala yang mungkin timbul saat perdarahan intrakranial ditandai dengan muntah-muntah, penglihatan bermasalah, mengalami kelumpuhan pada bagian atau seluruh wajah, dan sakit kepala hebat.

 

Komplikasi pada Pasien Hemofilia

Melansir dari Halodoc.com, hemofilia bisa membahayakan dan memicu komplikasi lainnya. 

Di antaranya memicu adanya infeksi apabila pengidap mencoba melakukan pengobatan transfusi darah, sampai memiliki risiko infeksi penyakit yang lain.

Kerusakan pada sendi apabila terjadi pendarahan internal dan berujung pada nyeri hebat. Selanjutnya, pendarahan internal lain bisa terjadi pada organ lain, otot ataupun jaringan hingga menimbulkan bengkak.

Terakhir, pendarahan yang mengalir ke bagian tenggorokan akan berbahaya karena mengganggu saluran pernapasan.

 

Pencegahan dan Pengobatan Hemofilia

Jika seseorang sudah didiagnosa hemofilia, sebaiknya menghindari kegiatan-kegiatan yang mampu membuat pasien cedera atau terluka. 

Kemudian, gunakan pelindung diri saat melakukan aktivitas berisiko, seperti menggunakan pelindung helm, pelindung saku, dan menggunakan helm.

Selain itu, selalu melakukan pemeriksaan rutin ke dokter untuk memantau hemofilia yang dialami. 

Apabila muncul gejala pendarahan yang sulit dihentikan, segera lakukan konsultasi atau pengobatan ke rumah sakit. 

Kemudian, pengobatan akan disesuaikan dengan anjuran dokter berdasarkan cedera atau luka yang dialami pasien.

 

Penulis: Kerin Chang

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: