Seorang Anggota Brimob Dirikan Sekolah Gratis, Ini Alasannya | Foto: detik.com
Aipda Muzakki (40), salah satu anggota Satuan Brimob Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) mendirikan sekolah gratis di Desa Senggigi, Lombok Barat.
Muzakki membangun sebuah yayasan bernama Yayasan Riyadlul Wardiyah yang bergerak di pendidikan untuk membantu anak-anak yang kurang mampu.
Yayasan ini diasosiasikan pada 2004 oleh keluarga Muzakki, lahan dari tempat sekolah ini dibangun merupakan lahan pemberian keluarga Muzakki tahun 1996 lalu dengan luas yayasan ini mencapai 3.000 meter.
Pembangunan yayasan ini murni berasal dari niat sang kakek dan diteruskan dengan keinginan keluarga Muzakki.
Pada dasarnya, sekolah ini tidak memungut biaya dari para pelajarnya karena dikhususkan bagi anak-anak yang tidak mampu.
Pembangunan Sekolah Gratis
Menurut keluarga Muzakki, masalah saat ini berkaitan erat pada norma-norma dan nilai yang berlaku. Ditambah lagi, melihat banyaknya anak-anak kurang mampu di Dusun Kerandangan yang sulit untuk mendapatkan akses pendidikan gratis.
Oleh karena itu, keluarga Muzakki ingin membangun sekolah agar mampu memberikan pendidikan anak-anak agar memiliki cita-cita.
Tahun 2004, Muzakki dan sang keluarga dibantu oleh masyarakat setempat untuk membangun tiga gedung yayasan untuk sekolah anak gratis.
Sampai saat ini, jumlah anak didik di sekolah gratis Muzakki mencapai 198 siswa. Selain itu, terdapat pula 1 karyawan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 15 guru.
Muzakki mendirikan sekolah gratis ini sebagai bentuk dan alternatif bagi anak-anak agar mampu menempuh pendidikan.
Di sisi lain, lokasi desa juga sudah menjadi kota wisata dan sering dikunjungi oleh wisata barat. Sejalan dengan hal ini, ada beberapa kekhawatiran yang muncul dari warga, khususnya tentang anak-anak yang tidak bisa bersekolah karena tergerus oleh adat dari budaya barat.
Tahun 2005, setelah Muzakki lulus sebagai anggota kepolisi, ia langsung ditunjuk sebagai ketua yayasan.
“Saat itu dia baru lulus menjadi anggota polisi. Dia mendampingi kami pada proses pengelolaan yayasan sampai sekarang,” jelas Kepala Sekolah MI Yayasan Riyadlul Wardiyah Abdul Mugni dikutip dari situs web detikbali, Senin (11/3/2024).
Jauh sebelum mendapatkan Bantuan Operasional (BOS) tahun 2010, seluruh biaya pendanaan yayasan hanya mengandalkan donatur.
Beberapa keperluan pokok, seperti gaji guru dan biaya pendidikan lainnya merupakan hasil donatur dari sumbangan para pengusaha di wisata Senggigi, Lombok Barat.
Roboh karena Gempa 2018
Sekolah ini pernah ambruk karena gempa pada tahun 2018. Saat itu, dari 12 ruang kelas ambruk, hanya menyisakan ruang TU dan kantor. Setelah gempa, anak-anak terpaksa harus belajar di dalam tenda.
Meski demikian, pasca gempa yayasan ini kembali dibangun dengan mengumpulkan sumbangan dari lembaga-lembaga.
Penulis: Kerin Chang

