DAAI Night 2023 (Foto: DAAI TV)
DAAI TV resmi menginjak usia 16 tahun pada 25 Agustus 2023. Pesan cinta kasih selalu disisipkan di dalam beragam konten DAAI TV untuk memberikan kekuatan dan tuntunan bagi para pemirsanya.
Perjalanan DAAI TV, berawal dari keinginan Pendiri Yayasan Buddha Tzu Chi Master Cheng Yen yang mengimbau para relawan Tzu Chi di Indonesia untuk lebih banyak bersumbangsih dan memberi perhatian kepada masyarakat sekitar, terutama warga prasejahtera.
Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Franky Oesman Widjaja mengatakan, menurut Master Cheng Yen media bisa menyentuh hati lebih banyak orang untuk mau bersumbangsih pada kemanusiaan.
Atas dasar pemikiran tersebut, akhirnya pada tahun 2007 Tzu Chi Indonesia mendirikan DAAI TV sebagai salah satu pengembangan misi budaya humanis Tzu Chi.
Pada saat itu, kata Franky, para relawan di Indonesia juga sempat memohon izin Master Cheng Yen untuk mendirikan rumah sakit di Indonesia. Namun, Master Cheng Yen mengemukakan pemikirannya, bahwa di Indonesia saat itu yang paling penting adalah mendirikan DAAI TV.
“Master Cheng Yen mengatakan, ‘Menjernihkan batin, lebih penting daripada mengobati penyakit fisik. Semua penyakit pada dasarnya berawal dari hati dan pikiran. DAAI TV didirikan untuk memberikan kontribusi dan membangun nilai-nilai kemanusiaan di Indonesia,’” ujar Franky dikutip dalam DAAI TV Magazine, Kamis (24/8).
Seperti halnya Yayasan Buddha Tzu Chi yang dalam menjalankan aktivitasnya merangkul semua, lintas negara, lintas etnis, bahkan lintas agama. DAAI TV sebagai misi budaya humanis Tzu Chi, juga menyiarkan konten universal yang mendukung nilai-nilai kemanusiaan.
Penghargaan bagi DAAI TV

Di tahun 2007, DAAI TV memulai siaran percobaan di Jakarta dan Medan yang selanjutnya diikuti dengan siaran resmi di tahun 2008.
Kemudian, di tahun 2018 DAAI TV mulai melakukan uji coba siaran digital agar pemirsa bisa menonton tayangan DAAI TV dengan gambar yang lebih baik dan suara yang lebih jernih.
Sejak saat itu, beragam tayangan dengan nilai-nilai kemanusiaan di DAAI TV terus mendapat apresiasi dari berbagai pihak, yakni sebagai berikut.
- Penghargaan Lembaga Sensor Film 2021 kategori Televisi Lokal Sadar Sensor.
- Anugerah KPI 2022 untuk kategori Program Televisi Lokal Non Berjaringan.
- Pemenang dalam kategori Wartawan TV dari Anugerah Dewan Pers 2022.
- Penghargaan Warrior of Kindness 2023 dari Dompet Dhuafa, dan masih banyak lagi.
Ke depannya, DAAI TV akan terus menjalankan misi sebagi media berbudaya humanis terfavorit bagi seluruh keluarga, seraya mengemban visi untuk menjernihkan hati manusia dan mencerahkan dunia.
Kontribusi Sosial DAAI TV

Pada tahun 2007, kisah anak-anak Desa Cempakasari, Kabupaten Tasikmalaya, yang harus menyeberang Sungai Cikaengan untuk bersekolah sempat ramai dan menjadi perhatian banyak media. DAAI TV juga menugaskan tim liputan untuk memberitakan kondisi warga di sana.
Liputan DAAI TV tentang anak-anak Cempaka Sari pun ditayangkan di DAAI TV Taiwan dan dilaporkan kepada Master Cheng Yen. Setelahnya, Master Cheng Yen meminta relawan Yayasan Buddha Tzu Chi untuk membangun jembatan untuk anak-anak dan warga Cempaka Sari.
Pada 25 Agustus 2007 lalu, Yayasan Buddha Tzu Chi membangun Jembatan Simpay Asih yang pertama di daerah Jawa Barat. Jembatan ini, berdiri di atas Sungai Cikaengan di perbatasan Tasikmalaya dan Garut dengan lebar sekitar 70 m. Jembatan dengan panjang 104 m dan lebar 1,75 m ini, memberikan kemudahan bagi anak-anak yang akan bersekolah, serta memudahkan mobilitas warga sekitar.
Menyebarkan Cinta Kasih

Komitmen DAAI TV untuk menyebarkan cinta kasih juga terwujud dari salah satu programnya yang bertajuk Mimpi Jadi Nyata. Program ini, akan mempertemukan para pejuang mimpi dengan donatur untuk mewujudkan mimpinya.
Salah satu episode yang menggugah hati dari program Mimpi Jadi Nyata DAAI TV adalah kisah Erlin, seorang guru yang ingin memberikan kursi roda yang layak untuk anak muridnya yang menyandang Cerebral Palsy.
Erlin merupakan seorang guru berkebutuhan khusus yang membuka sekolah dan terapi untuk masyarakat yang kurang mampu dan tidak diterima di SLB.
“Awalnya Mama Aira datang kepada saya, berniat untuk menyekolahkan anaknya yang dalam kondisi cacat kedua tangan dan kakinya, serta kondisi panggul yang keluar 100%, sehingga Aira tidak bisa berjalan,” kenang Erlin.
Di dalam kondisi tersebut, Ibunda Aira, Nuraini, harus berjalan kaki kurang lebih selama 80 menit melewati jalan raya yang padat kendaraan sembari mendorong Aira dengan kursi roda yang sudah rusak. Nuraini yang bekerja sebagai buruh cabut benang, sangat menyayangi anaknya dan berharap Aira bisa mendapatkan terapi agar Aira mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik.
Pertama kali melihat Aira, Erlin merasa simpati. Badan Aira diikat-ikat dengan kain pada kursi roda, supaya tidak jatuh. Rem kursi roda pun hanya satu yang berfungsi. Tekad yang kuat dari Nuraini untuk terus menyekolahkan Aira, meski dengan kondisi yang tidak mudah menyentuh hati Erlin.
“14 tahun saya sebagai fisioterapis dan guru, baru kali ini melihat kondisi seperti yang dialami Aira dan Mamanya,” kata Erlin.
Suatu kebetulan, Erlin bertemu dengan Tim Program Mimpi Jadi Nyata DAAI TV. Erlin pun menyampaikan niatnya untuk mewujudkan mimpi Nuraini untuk mempunyai kursi roda yang layak agar bisa memudahkan mobilisasi mereka.
“Saya sangat bersyukur bertemu dengan DAAI TV. Pertemuan ini bisa membantu saya untuk mewujudkan mimpi Aira untuk mempunyai kursi roda baru, melalui donatur Program Mimpi Jadi Nyata,” ungkap Erlin.
Dampak Tayangan DAAI TV

Tentunya perjalanan DAAI TV selama 16 tahun, tidak lepas dari dukungan para pemirsa yang telah setia menyaksikan tayangan DAAI TV hingga hari ini.
Salah satu penonton DAAI TV yang bersyukur bisa mengenal dan mendapatkan banyak perubahan setelah menonton tayangan DAAI TV, adalah Sumarseh.
Ibu dari tiga orang anak ini mengaku, dirinya kerap mencari hiburan dengan menonton tayangan DAAI TV setelah lelah bekerja seharian.
Awal menonton DAAI TV, Sumarseh mengaku dirinya sangat terkesan. Ia juga merasa bahwa DAAI TV berbeda dengan channel TV lainnya karena ada banyak konten positif, sangat bermutu, serta memberi inspirasi dan ajaran kebaikan yang berguna bagi para penontonnya.
“Setelah menonton DAAI TV sangat banyak perubahan yang terjadi dalam hidup saya. Drama DAAI TV menayangkan bagaimana perjuangan hidup dari seseorang. Kita bisa mengambil hikmah positif dari drama tersebut, sangat berguna bagi kita, mendidik dan mengajari agar kita bisa lebih bersabar, bertoleransi, dan bersyukur dalam hidup ini,” kata Sumarseh.
Konten Positif di Media Sosial

Tidak hanya di program televisi, beragam konten dengan dengan pesan menyentuh juga dihadirkan oleh DAAI TV di berbagai media sosialnya.
Konten-konten yang memiliki nilai positif ini pun kerap mendapatkan banyak respons positif dari pengikut media sosial DAAI TV, baik di Instagram, TikTok, Facebook, dan YouTube DAAI TV.
Beberapa komentar positif dari warganet juga kerap diberikan unggahan-unggahan konten media sosial DAAI TV, misalnya sebagai berikut.
“Daai memang hebat dan tiada yang lain,” ujar akun @kenny_rachmat.
“Daai Tv memang selalu menyuguhkan materi yang bermanfaat,” kata akun @burhan_wun.
“Tv favorit saat ini, sangat mengedukasi. Semoga sukses terus @daaitvindonesia,” sebut akun @mukhlis_3112.
“Waahh Kenapa sihh Daaitv ini bisa menemukann orang orang seperti ini semuaaaa. memang DAAITV BEST punyaa team yaa😍😍,” tutup akun @enshapermadii.

