dr. Boenjamin Setiawan
dr. Boenjamin Setiawan, Ph.D. dikabarkan meninggal dunia pada Selasa (4/4) lalu di usia 90 tahun.
Boenjamin Setiawan (Khouw Lip Boen), merupakan pendiri perusahaan farmasi PT Kalbe Farma Tbk, sekaligus pengusaha ternama di Indonesia.
Pria yang akrab disapa dr. Boen tersebut, lahir di Tegal pada tahun 1933. Ia adalah seorang dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI).
Ia pun sempat melanjutkan studi kedokterannya ke University of California, Amerika Serikat (AS) dengan spesialisasi farmakologi. Tidak hanya itu, ternyata dr. Boen juga sempat mengajar sebagai dosen di FK UI.
Awal mula dr. Boen terjun ke dunia bisnis, didorong oleh keinginannya untuk melakukan riset obat kulit murah di tahun 1960-an. Setelah meminjam uang dari rekan bisnisnya, akhirnya usaha dr. Boen berjalan.
Tidak lama kemudian, dr. Boen bersama rekannya mencoba berbisnis dengan mendirikan PT Farmindo bersama rekannya. Sayangnya, perusahaan yang memproduksi plasenta ekstrak ini tidak bertahan lama.
Kondisi kurangnya modal dan sulitnya proses distribusi, menjadi faktor utama dalam kegagalan perusahaan ini. Setelah berjuang selama 3 tahun, dengan berat hati dr. Boen harus menutup usaha PT Farmindo.
Meski demikian, kegagalan yang dialami dr. Boen tidak membuatnya patah semangat, ia tetap kembali mencoba berbisnis obat-obatan.
Kali ini, ia mengajak saudara-saudaranya untuk membangun Kalbe Farma. Adapun perusahaan Kalbe Farma berdiri pada tahun 1966 yang berlokasi di sebuah garasi mobil.
Bermula dari sebuah garasi mobil di Tanjung Priok, Jakarta Selatan, akhirnya dr. Boen mulai memproduksi obat-obatan secara nasional.
Pada tahun 1998 Indonesia mengalami krisis moneter. Hal ini tentunya juga berimbas pada bisnis Kalbe Farma yang menyebabkan perusahaan ini sempat bangkrut.
Namun, dr. Boen tidak menyerah dan memutuskan untuk menyelamatkan perusahaannya dengan mengambil utang dari luar negeri. Produk pertama Kalbe Farma adalah bioplasenton, yakni obat yang biasa digunakan untuk luka bakar.
Kalbe Farma bergerak di bidang farmasi yang kemudian terus berkembang menjadi Kalbe Group. Adapun bisnis Kalbe Group juga berkembang ke beberapa lini, di antaranya farmasi, makanan kesehatan, bisnis pengepakan, distribusi, pergudangan, sarana riset modern, pendidikan (Kalbis Institute), dan rumah sakit.
Berkat ketekunan dan kegigihannya dalam menjalankan usaha, dr. Boen berhasil membuat Kalbe Farma menjadi salah satu perusahaan farmasi raksasa di Indonesia.
Berdasarkan data Forbes di tahun 2022, Boenjamin Setiawan ditempatkan di urutan ke-8 sebagai orang terkaya di Indonesia.
Masih dari data Forbes, dr. Boen diketahui punya kekayaan bersih sebesar USD4,8 miliar atau setara Rp71,79 triliun (asumsi kurs Rp14.950).
Kepergian dr. Boen memberikan kesedihan mendalam bagi keluarga, bahkan rekan sejawatnya. Salah satu tokoh yang juga merasakan hal ini adalah Musikus Addie MS.
Setelah mendengar kabar kepergian dr. Boen, Addie pun membagikan kenangan berupa potret kebersamaan terakhirnya bersama dr. Boen di akun Instagram pribadinya.
“dr. Boen selalu menekankan pentingnya riset dalam menciptakan inovasi. Dengan sederet prestasinya, mereka tetap bersahaja dan rendah hati. Merupakan kebanggaan tersendiri saat aku dipercayakan untuk membuat Mars Kalbe beberapa tahun silam. Selamat jalan, dr. Boen,” tutup Addie MS.

