Kaligrafi Tiongkok

Kasus kanker sarkoma yang langka | Foto: Rumah Sakit Pusat Pertamina

Apakah Sahabat DAAI pernah mendengar jenis tumor ganas (kanker) sarkoma? Faktanya, kanker sarkoma merupakan kanker langka sehingga sulit untuk menentukan langkah pengobatan yang tepat.

Baru-baru ini seorang publik figur Indonesia bernama Alice Norin mengumumkan bahwa dirinya telah didiagnosis kanker sarkoma. Ia membagikan pengalamannya melalui postingan di media sosialnya.

Kanker sarkoma adalah tumor ganas yang berkembang pada jaringan ikat dalam tubuh (connective tissue), seperti pembuluh darah, otot, saraf, lemak, dan bahkan tulang.

Beberapa kasus pada sarkoma jaringan lunak juga tumbuh di kaki, tangan, dan perut. Umumnya, jika tumbuh pada bagian tersebut merupakan kasus sarkoma yang jinak, tetapi tidak jarang sarkoma muncul pada bagian tersebut bersifat ganas (kanker sarkoma).

Mengutip dari laman website cancer.gov, kasus sarkoma hanya sebesar 15% secara keseluruhan di dunia dan hanya sebesar 1% yang terjadi pada orang dewasa.

 

Penyebab Sarkoma Jaringan Lunak

Mengutip dari lama website cancer.net, beberapa faktor dapat menyebabkan kasus sarkoma.

  • Faktor Genetik

Kanker sarkoma bisa terjadi karena faktor genetik. Beberapa orang yang memiliki riwayat penyakit genetik, seperti Neurofibromatosis Type 1 dan syndrome gardner. Beberapa penyakit pada kelainan genetik memiliki peluang yang lebih tinggi terhadap sarkoma.

  • Sudah Pernah Melakukan Terapi Radiasi:

Umumnya, seseorang yang sudah pernah mendapatkan terapi radiasi memiliki risiko yang lebih tinggi pada kanker sarkoma.

  • Memiliki Gangguan Limfa (Lymphedema):

Gangguan limfa bisa terjadi karena bawaan lahir ataupun efek samping, baik pascaoprasi maupun terapi radiasi. Biasanya, efek samping ini menyebabkan pembengkakan pada kaki, tangan, dan bagian tubuh lainnya.

  • Memiliki Gangguan pada Imun:

Seseorang yang memiliki gangguan pada imun tubuhnya cenderung lebih rentan terkena kanker dari infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV), leukemia, dan memiliki penyakit autoimun lainnya.

  • Terpapar Zat Kimia Terus Menerus:

Seseorang yang terpapar zat vinil klorida, seperti produksi PVC dalam jangka waktu yang panjang membuat seseorang lebih rentan untuk terkena kanker sarkoma.

Sampai saat ini, penyebab kanker sarkoma masih sulit untuk dipastikan secara pasti, tetapi beberapa faktor di atas bisa menyebabkan seseorang memiliki risiko lebih tinggi terhadap kanker sarkoma.



Sarkoma memiliki berbagai macam jenis | Foto: Shutterstock

 

Tipe Sarkoma Jaringan Lunak

Faktanya, sel kanker sarkoma jaringan lunak bisa muncul di berbagai lokasi sesuai dengan beberapa jenis.

  • Angiosarcoma, merupakan jenis sarkoma yang pada pembuluh darah atau getah bening;
  • Liposarcoma, merupakan jenis sarkoma yang terbentuk pada bagian jaringan lemak pada bagian badan atau perut;
  • Undifferentiated Pleomorphic Sarcoma (UPS), merupakan jenis sarkoma jaringan lunak yang agresif dan biasanya muncul serta menyebar setelah melakukan pengobatan. Umumnya, pasien yang terkena jenis sarkoma ini berusia 50-70 tahun;
  • Leiomyosarcoma, merupakan jenis sarkoma yang muncul pada bagian rahim atau perut, otot, dan badan;
  • Fibroblastic Sarcoma (fibrosarcoma), merupakan jenis sarkoma yang muncul pada bagian kulit dan batang tubuh;
  • Kaposi Sarcoma, merupakan jenis sarkoma yang muncul karena sistem imun yang lemah dan terjadi karena infeksi, seperti HIV. Pada jenis sarkoma ini berpengaruh pada kulit, organ dalam, dan mulut;
  • Osteosarcoma, merupakan jenis kanker sarkoma pada tulang primer yang biasanya muncul pada ujung tulang panjang terutama bagian lutut; dan
  • Ewing Sarcoma, jenis sarkoma yang biasanya muncul pada bagian tengah tulang yang panjang, panggul, dan dinding dada.

 

Meski demikian, terdapat dua jenis kanker sarkoma yang lebih umum terjadi pada anak, remaja, atau dewasa muda.

  • Rhabdomyosarcoma, jenis kanker sarkoma yang terjadi pada rangka otot; dan
  • Synovial Sarcoma, jenis kanker sarkoma yang terjadi pada sel sendi dan tendon.

 

Gejala Sarkoma Jaringan Lunak

Mulanya, sarkoma jaringan lunak tidak menimbulkan gejala yang signifikan. Namun, gejala baru akan mulai terasa ketika tumor semakin membesar, yaitu nyeri pada saat menekan saraf atau otot.

Gejala sarkoma juga berbeda sesuai dengan tempat sarkoma timbul.

  1. Jika sarkoma timbul pada bagian perut, gejala yang umum dirasakan adalah nyeri perut, sumbatan pada aliran makanan, dan pendarahan melalui saluran cerna;
  2. Jika sarkoma timbul pada saraf, gejala yang umum dirasakan adalah gangguan pada sensorik dan saraf motorik; dan
  3. Sarkoma dapat menimbulkan benjolan yang tidak nyeri.

 

Diagnosis Sarkoma Jaringan Lunak

Mengingat kasus sarkoma yang langka, penanganan medis harus segera dilakukan sebelum sel kanker semakin berkembang. Jika gejala sudah timbul, segera lakukan konsultasi dengan dokter.

Biasanya, dokter akan mengajukan pemeriksaan lebih lanjut, seperti CT scan, MRI, PET scan pada bagian-bagian tertentu. Kemudian, akan dilakukan pengambilan sampel pada jaringan tumor.

Meski demikian, langkah terbaik setelah mendapat diagnosis tersebut mengikuti saran dan mengonsumsi obat yang telah diberikan dari dokter.

Pengobatan kanker sarkoma tergantung dengan jenis dan perlu dilihat sejauh mana sarkoma sudah berkembang. Namun, beberapa kasus sarkoma yang parah memerlukan operasi, radioterapi, terapi target, dan kemoterapi.



Penulis: Kerin Chang

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: