gambar museum bahari sumber dari canva

Penulis : Akbar Fauzi

Editor : Grace Kolin

Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki perairan yang lebih luas dibanding daratannya, dengan perbandingan 70 persen perairan dan 30 persen daratan. Untuk melihat jejak kebesaran Indonesia di bidang maritim, Anda bisa mengunjungi Museum Bahari yang ada di Jakarta. Museum yang berada di bawah pengawasan Dinas Kebudayaan Permuseuman Provinsi DKI Jakarta ini menyimpan koleksi yang berhubungan dengan kemaritiman bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Sebelum menjadi Museum Bahari, gedung ini pernah menjadi gudang yang menyimpan komoditas VOC, seperti rempah-rempah, kopi, teh, tekstil dan bahan tambang seperti timah serta tembaga. Ketika masa pendudukan Jepang, gedung ini dipakai sebagai tempat penyimpanan barang logistik tentara Jepang.

Setelah Indonesia merdeka, bangunan ini kemudian dimanfaatkan oleh PLN dan PTT untuk gudang. Pada 1976, bangunan ini dipugar dan direvitalisasi sebagai bangunan cagar budaya. Kemudian pada 7 Juli 1977 bangunan ini baru diresmikan sebagai Museum Bahari.

Museum Bahari memiliki sekitar 1.853 buah koleksi, seperti berbagai jenis perahu tradisional dan modern dengan aneka bentuk, gaya dan ragam hias, bentuk asli maupun miniatur dan perlengkapan penunjang kegiatan pelayaran serta kapal pada zaman VOC, matra TNI AL, koleksi fotografi hingga maket pulau Onsrut. Museum ini juga memiliki koleksi peralatan-peralatan yang digunakan pelaut pada masa lalu seperti alat navigasi, jangkar, teropong, dan model mercusuar.

Museum Bahari bertugas melestarikan, memelihara, merawat, dan menyajikan koleksi-koleksi yang berhubungan dengan kehidupan kemaritiman bangsa Indonesia. Apakah Anda tertarik untuk mengujungi Museum Bahari sekaligus menambah pengetahuan tentang sejarah maritim negara berjuluk Negeri Seribu Pulau ini?