Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi Festival Qixi (Foto: Shutterstock)

Festival Qixi (七夕节/Qīxījié) atau yang dikenal juga sebagai Festival Qiqiao, dinamai berdasarkan hari ke-7 dari bulan lunar ke-7 dalam kalender tradisional Tiongkok.

Festival Qixi telah dirayakan selama lebih dari 2.000 tahun yang berasal dari kisah romantis legendaris dari dinasti Han.

Festival yang juga dijuluki sebagai Hari Valentine Tiongkok ini, dirayakan untuk menandai kisah cinta dan pengorbanan kekasih kuno Zhinu dan Niulang yang dipisahkan oleh Bima Sakti. Mereka diyakini bertemu setahun sekali pada malam Qixi.

 

Sejarah Festival Qixi

Legenda di balik Festival Qixi berkisah tentang dua kekasih yang tidak berakhir bersama. Mereka adalah Zhinhu yang merupakan gadis penenun dan putri seorang dewi yang kuat, serta Niulang yang merupakan penggembala yang rendah hati.

Mengutip dari Time Out, legenda mengatakan Zhinhu dan Niulang saling jatuh cinta. Akhirnya, mereka pun menikah dan Zhinhu melahirkan anak laki-laki dan perempuan.

Sayangnya, kisah cinta mereka tak bertahan lama karena hukum surga melarang persatuan mereka.

Ibu Zhinhu yang mengetahui bahwa putrinya menikahi manusia biasa pun langsung membawanya kembali ke surga. Ia juga membuat sungai bertabur bintang antara bumi dan surga yang dikenal dengan Bima Sakti untuk memisahkan pasangan tersebut.

Tersentuh oleh cinta Zhinhu dan Niulang, burung murai di darat pun terbang ke surga dan membantu pasangan tersebut dengan membentuk jembatan di seberang Bima Sakti agar keduanya dapat bersatu kembali.

Cinta mereka menggerakkan ibu Zhinhu yang akhirnya mengizinkan pasangan itu untuk bertemu setahun sekali pada hari yang sama, yaitu hari ke-7 dari bulan ke-7 dalam kalender lunar, atau pada malam Qixi.

 

Tradisi Selama Festival Qixi

Secara tradisional, Festival Qixi adalah hari ketika wanita mengenakan Hanfu atau pakaian tradisional Tiongkok berupa jubah panjang tergerai dengan lengan longgar dan ikat pinggang di pinggang.

Berikut adalah beberapa tradisi yang mereka lakukan selama merayakan Festival Qixi.

Menenun: Menenun adalah salah satu kebiasaan paling populer bagi wanita yang ditampilkan pada malam Festival Qixi. Jika seseorang dapat memasang tujuh lubang jarum tanpa terputus-putus, mereka pun dianggap memiliki tangan yang terampil.

Berdoa: Pada hari itu, para wanita menghabiskan hari dengan menyiapkan persembahan teh, anggur, bunga, dan berbagai buah-buahan, berdoa kepada Zhinu untuk meminta kebijaksanaan dan mengabulkan keinginan mereka.

Memberikan penghormatan: Anak-anak akan memetik seikat bunga liar dan menggantungkannya di tanduk lembu untuk menghormati lembu legendaris.

 

Makanan Khas

Festival Qixi juga kerap dirayakan dengan menyantap makanan khas. Selama Festival Qixi, orang-orang menikmati berbagai makanan lezat yang memiliki makna khusus.

Salah satu hidangan yang dimakan, adalah qiǎo guǒ, yakni camilan tipis terbuat dari tepung, gula, madu, dan digoreng.

Makanan populer lainnya adalah melon bunga. Remaja putri juga mengukir kulit melon dengan gambar bunga-bunga eksotis, binatang, dan burung-burung.

Beberapa makanan penutup lainnya, seperti kue beras manis dan sup kacang merah juga populer dikonsumsi pada hari tersebut.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: