Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi TBC (Foto: RyanKing999 via Canva Pro)

Jamu yang merupakan minuman tradisional Indonesia akan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO).

Kabar baik ini disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Hilmar Farid.

Meskipun tidak dijelaskan secara mendetail kapan hal ini akan diumumkan, tetapi Hilmar memastikan pengumuman perolehan gelar WBTB akan dilakukan pada tahun ini.

“Ini bocoran sedikit, ya. Jamu akan ditetapkan tahun ini sebagai Warisan Budaya Tak Benda atau Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity oleh UNESCO,” ujar Hilmar dikutip dari ANTARA, Kamis (23/11).

Sebagai informasi, jamu didaftarkan sebagai WBTB sejak 7 April 2022 lalu bersama dengan enam nominasi lainnya.

Menurut Hilmar, jamu yang dinilai sebagai WBTB bukanlah yang berasal dari suatu daerah tertentu. Melainkan jamu secara keseluruhan dan terutama mengenai keterampilan masyarakat dalam menciptakan jamu itu sendiri.

“Yang ditetapkan sebagai warisan itu adalah kemampuan masyarakat untuk menciptakan itu, jadi bukan produknya atau bendanya, tapi keahlian orang meracik, meramu, dan itu tentu ada berbagai teknik yang digunakan. Itu yang didaftarkan, pengetahuannya yang didaftarkan, bukan produknya,” kata Hilmar.

Jamu merupakan warisan budaya tradisional yang kelestariannya perlu dijaga. Apalagi, jamu telah terbukti secara historis sebagai pengetahuan asli bangsa Indonesia yang telah digunakan selama ribuan tahun dari generasi ke generasi.

Untuk saat ini, kata Hilmar, laporan-laporan yang dibutuhkan masih dalam proses riset dan penyusunan. Hilmar berharap, tidak hanya jamu, tetapi jugamencakup tenun Nusantara secara keseluruhan.

“Sudah ada upaya untuk mendaftarkan tenun, apakah mungkin tenun saja atau tenun Nusantara, atau tenun hanya dari NTT (Nusa Tenggara Timur). Kami sedang lihat itu, untuk menemukan landasan bersamanya, apa yang mau didaftarkan, dan laporan-laporan itu yang sekarang kita masih dalam proses riset dan menyusun. Mudah-mudahan harapannya tenun Nusantara secara keseluruhan,” tutup Hilmar.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: