Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi Dongzhi Festival (Foto: Pixelshot)

Festival Titik Balik Matahari Musim Dingin (冬至/dōng zhì dalam bahasa Mandarin) yang diterjemahkan menjadi “kedatangan musim dingin” adalah hari libur penting di Tiongkok.

Mengutip dari The Woks of Life, Titik Balik Matahari Musim Dingin menandai titik balik dalam kalender tahunan, saat ketika energi yin (dingin, gelap) bertransisi ke energi yang (terang, positif) saat hari mulai menjadi lebih panjang lagi.

Titik Balik Matahari Musim Dingin biasanya jatuh antara tanggal 21 dan 23 Desember. Hari tersebut banyak dikenal sebagai malam terpanjang dalam setahun, dengan siang hari terpendek di Belahan Bumi Utara.

Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa ini adalah hari libur penting bagi orang Tionghoa selama 2000 tahun.

 

Perayaan Festival Dongzhi

Dahulu saat banyak orang merayakan Festival Dongzhi, semua kantor dan fasilitas pemerintah tutup selama 5-7 hari. Toko-toko dan bisnis juga tutup agar orang-orang dapat beristirahat dengan baik dan merayakan liburan bersama keluarga.

Selama titik balik matahari musim dingin, orang-orang juga menyembah leluhur mereka dan dewa-dewi pelindung mereka.

Ketika masih ada kaisar, para pejabat istana memberikan penghormatan kepada para dewa di surga untuk mendapatkan kedamaian, perlindungan, kesehatan, kesejahteraan, dan masa-masa yang baik (吉时 atau jí shí) untuk tahun baru yang makmur.

Selain itu, sama seperti Tahun Baru Imlek, orang-orang mengunjungi keluarga dan teman dengan harapan dan berkat yang baik.

 

Makanan khas Festival Dongzhi

Ada beberapa makanan khas yang dikonsumsi selama Festival Dongzhi, misalnya seperti pangsit dan tang yuan (ronde) yang terbuat dari tepung ketan.

Umumnya, tang yuan memiliki isian berupa wijen hitam ataupun pasta kacang merah. Namun, tidak menutup kemungkinan disajikan secara polos tanpa diisi sesuatu.

Selanjutnya, bola-bola ketan tersebut diolah dengan cara direbus, dikukus, ataupun digoreng. Namun, untuk sajian wedang ronde, bola-bola yang telah dibuat perlu direbus dalam kuah jahe yang pedas-manis.

Melansir dari China Highlights, ronde memiliki filosofi dan makna sebagai pengikat artau perekat ikatan kekeluargaan, kekerabatan, atau hubungan sosial.

Pelafalan dan bentuk tang yuan yang bulat, dikaitkan dengan reuni dan kebersamaan dalam tradisi Tiongkok.

Apalagi sifat tepung ketan yang menjadi bahan utama yang lengket dan liat saat ditarik, menunjukkan betapa eratnya ikatan yang bisa dibangun antar anggota keluarga atau kerabat seperti layaknya bola-bola tang yuan yang kenyal.

Konsumsi ronde selama Festival Dongzhi, diharapan keluarga akan tetap bersatu, erat, harmonis, bahagia, dan tidak terpisahkan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: