Ilustrasi people pleaser (Foto: Mix and Match Studio via Canva Pro)
Seseorang dengan kepribadian “people pleaser” umumnya merasakan dorongan kuat untuk menyenangkan orang lain, bahkan dengan mengorbankan diri sendiri.
Mereka yang memiliki kepribadian ini, mungkin merasa bahwa keinginan dan kebutuhan mereka tidak penting atau mengubah kepribadian mereka di sekitar orang lain.
Kepribadian people pleaser tidak termasuk ke dalam diagnosis medis. Sebaliknya, ini merupakan label yang digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang selalu setuju melakukan sesuatu yang bukan menjadi tanggung jawabnya.
Jika perasaan tersebut selalu diikuti, pemilik kepribadian people pleaser bisa berpotensi menelantarkan kebutuhannya sendiri karena takut akan mengecewakan orang lain jika permintaan mereka tidak dipenuhi.
Tanda-tanda People Pleaser
Ada beberapa tanda yang bisa dijadikan acuan untuk menentukan apakah seseorang merupakan people pleaser atau bukan, yakni sebagai berikut.
1. Selalu Setuju dengan Pendapat Orang Lain
Mendengarkan pendapat orang lain termasuk ke dalam salah satu hal sosial yang perlu dilakukan. Namun, hal ini bisa menjadi bumerang jika dilakukan secara terus-menerus.
Seorang people pleaser cenderung terus-menerus setuju dengan pendapat orang lain karena ingin mendapatkan pujian atau penghormatan dari orang tersebut, bukan karena rasa percaya dengan apa yang orang lain katakan.
2. Meminta Maaf Atas Kesalahan Orang Lain
Seorang people pleaser sering kali membuat diri mereka bertanggung jawab atas kesalahan atau respons emosional orang lain.
Jika seseorang merasa tidak enak atas sesuatu, seorang people pleaser mungkin menyalahkan diri sendiri atau menganggap dirinya adalah penyebab dari masalah tersebut.
Tentunya meminta maaf saat menyakiti seseorang merupakan hal yang baik, tetapi mungkin ada masalah lain jika seseorang sering meminta maaf untuk hal-hal yang tidak dapat mereka kendalikan.
3. Tidak Bisa Menolak
Seorang people pleaser akan merasa sulit untuk mengatakan tidak kepada orang lain ketika mereka meminta sesuatu.
Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin jika seorang people pleaser akan merasa kesulitan karena tidak memiliki kekuatan untuk membela diri sendiri.
4. Mengubah Kepribadian Sesuai Keinginan Orang Lain
People pleaser cenderung mengubah perilaku dan sikap mereka agar sesuai dengan orang atau kelompok yang ada di sekitarnya.
Kondisi ini dapat menyebabkan orang tersebut bertindak dengan cara yang tidak sesuai dengan karakter mereka, hanya untuk menyesuaikan diri di lingkungan sosial.
Biasanya, people pleaser cenderung akan melakukan berbagai cara untuk menghindari konflik, termasuk berubah menjadi orang yang berbeda.
5. Haus Validasi
Seorang people pleaser biasanya membutuhkan validasi dari orang lain untuk merasa nyaman dengan diri sendiri.
Mereka bisa melakukan berbagai hal ekstrem untuk mendapatkan kata-kata pujian dari orang lain. Perilaku mereka pun bisa tidak menentu, bergantung pada bagaimana orang lain memandang mereka.
Penyebab People Pleaser
Ada beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang menjadi people pleaser, yakni perasaan rendah diri, perasaan cemas tidak diterima dalam suatu kelompok tertentu, cenderung menghindari konflik, sampai budaya atau pengaruh lingkungan sekitar.
Tidak hanya itu, kondisi people pleaser juga bisa disebabkan oleh gangguan kepribadian yang dapat menyebabkan seseorang merasa sangat bergantung pada orang lain.
Cara Berhenti Jadi People Pleaser
Bagaimana seseorang mengubah perilakunya dapat bergantung pada penyebabnya. Misalnya, seseorang dengan kondisi kesehatan mental mungkin memerlukan bantuan tenaga profesional untuk bisa berubah.
Bagi beberapa orang lainnya, beberapa cara yang bisa dilakukan untuk berhenti menjadi people pleaser adalah dengan berkomitmen kepada diri sendiri.
Selain itu, jika seseorang meminta bantuan, cobalah untuk mengulur waktu dan memikirkannya terlebih dahulu sebelum langsung menjawab.
Seorang people pleaser juga bisa menentukan batas kepada orang lain agar tidak terlalu merasa bergantung atau merasa tidak enak kepada orang lain.
Terakhir, seorang people pleaser perlu belajar untuk menolak permintaan orang lain. Melatih diri untuk berkata tidak dapat sangat membantu membentuk kepribadian.

