Kaligrafi Tiongkok

Kereta cepat Jakarta-Bandung (Instagram @keretacepat_id)

Proses uji coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) terus dilakukan sebelum memulai operasional pada 18 Agustus 2023 mendatang.

Kehadiran Kereta Cepat Jakarta-Bandung, diharapkan mampu menggaet wisatawan dalam dan luar negeri sebagai salah satu segmen penumpangnya.

Kecepatan dan kenyamanan yang ditawarkan KCJB, menjadi nilai tambah bagi para wisatawan yang ingin bepergian dengan aman, cepat, dan nyaman.

Hanya dengan waktu tempuh 30-40 menit saja, warga Jakarta bisa pergi ke Bandung dan sebaliknya dengan menggunakan KCJB.

Artinya, penumpang bisa menghemat waktu untuk liburan, mengunjungi tempat-tempat wisata, dan lain sebagainya. Waktu tempuh yang lebih singkat, tentunya menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan.

Sampai saat ini harga tiket kereta cepat Jakarta-Bandung masih belum diputuskan secara final. Ini karena, persoalan biaya bengkak proyek kereta cepat masih belum selesai.

Meski demikian, harga tiket kereta cepat diperkirakan mencapai Rp150 ribu untuk rute terdekat sampai Rp350 ribu untuk rute terjauh.

Nantinya, akan ada tiga kelas di KCJB, yaitu Premium Economy Class, Business Class, dan First Class.

Masing-masing kelas mempunyai jumlah kursi yang berbeda. Untuk jumlah kursi yang tersedia, ada 555 kursi pada Premium Economy Class, 28 kursi pada Business Class, dan 18 kursi untuk First Class. Setiap kursi pada masing-masing kelas, akan mempunyai motif batik yang unik.

Selain itu, tiket Kereta Cepat Jakarta-Bandung dapat dibeli melalui platform agen perjalanan daring tiket.com selaku mitra resmi KCIC dalam penjualan tiket kereta cepat.

Untuk sekarang, kereta cepat masih berfokus dalam tahap uji coba dari Stasiun Tegalluar ke Stasiun Halim Jakarta dan sebaliknya.

Kecepatan Kereta Cepat Jakarta-Bandung saat uji coba juga terus meningkat dari hari ke hari pelaksanaan testing and commissioning tersebut.

Mulai Senin (22/5) pelaksanaan testing and commissioning Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung ditingkatkan kecepatan perjalanannya.

Melalui Comprehensive Inspection Train (CIT/kereta inspeksi), kecepatan KCJB ditingkatkan dari sebelumnya rata-rata 60 km/jam menjadi 180 km/jam.

Secara bertahap, kecepatan perjalanan pengujian KCJB akan ditingkatkan hingga mencapai puncak kecepatan teknisnya di 385 km/jam.

“Untuk mencapai hal tersebut, akan dilakukan peningkatan di beberapa aspek. Misalnya seperti pagar pengaman dan sound barrier perlu dilakukan penyempurnaan agar tidak menggangu kenyamanan masyarakat saat KCJB melintas,” ujar Wakil Menteri 2 Kementerian BUMN Kartika Wirjoatmodjo dalam keterangannya, dikutip Jumat (26/5).

Berdasarkan pelaksanaan testing and commissioning terakhir, waktu tempuh antara Stasiun Halim dan Stasiun Tegalluar hanya sekitar 50 menit saja. Nantinya, kecepatan akan terus ditambah hingga mencapai puncak kecepatan operasional di 350 km/jam, bahkan hingga mencapai puncak kecepatan teknisnya, yaitu hingga 385 km/jam.

Untuk mencapai angka tersebut, pengoperasian CIT akan terus ditingkatkan setiap harinya. Perjalanan dengan CIT, difokuskan pada pengetesan integrasi sistem sarana dan prasarana. Seluruh aspek akan dicek apakah fungsinya normal dan dapat dilalui KCJB dengan kecepatan tinggi.

Satu rangkaian kereta inspeksi KCJB terdiri atas 8 kereta. Fungsi berbagai kereta tersebut, terdiri atas kereta 1 untuk untuk kebutuhan pengujian lintasan; kereta 2 untuk memeriksa sistem persinyalan dan komunikasi; kereta 3 untuk fungsi OCS; kereta 4 dan 7 untuk ruang kerja; kereta 5 berfungsi sebagai restorasi; kereta 6 merupakan ruang pertemuan; dan kereta 8 untuk fungsi sinyal dan pengecekan integrasi rel-roda.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: