Kaligrafi Tiongkok

Dokter Hematologi dan Onkologi Tzu Chi Hospital Edi Setiawan Tehuteru (Foto: DAAI TV)

Talasemia adalah kelainan darah yang diturunkan secara genetik dari orang tua ke anak. Talasemia terjadi ketika tubuh kekurangan hemoglobin (Hb) yang normal pada sel darah merah.

Tzu Chi International Medical Association (TIMA) kembali menggelar TIMA Global Forum 2023 di auditorium internasional Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, pada 16-17 Juni 2023.

Di dalam forum ini, ada berbagai topik yang dibahas demi kemajuan medis melalui penerapan teknologi. Salah satu topik yang turut dibahas, adalah mengenai penanganan masalah talasemia melalui prosedur donor transplantasi sumsum tulang belakang.

Talasemia merupakan salah satu penyakit kelainan genetik yang cukup banyak diderita oleh masyarakat di dunia.

Berdasarkan data Yayasan Talasemia Indonesia pada tahun 2021, terdapat 10.973 orang dengan talasemia tersebar di seluruh tanah air yang mana mayoritas berada di Pulau Jawa. Angka kasus talasemia di Indonesia sendiri masih sangat tinggi yang mana mayoritas terjadi pada anak di bawah 18 tahun.

Hingga saat ini, penyembuhan pasien dengan talasemia pun masih menjadi tantangan karena belum adanya pusat data kasus penyebaran talasemia secara aktual, ditambah masih terbatasnya alat kesehatan yang dimiliki.

Salah satu pengobatan yang bisa menjadi solusi bagi pasien dengan talasemia, adalah melalui donor transplantasi sumsum tulang. Opsi ini, bisa menjadi pilihan agar pasien tidak terus melakukan transfusi darah.

Sebagai rumah sakit yang menyediakan fasilitas ini, Tzu Chi Hospital sedang mempersiapkan penanganan talasemia agar dapat dilakukan di Indonesia, sehingga pasien tidak perlu ke luar negeri.

Prosedur transplantasi sumsum tulang, dibutuhkan ketika talasemia merusak sumsum tulang hingga tidak mampu menghasilkan sel darah yang sehat.

Nantinya, prosedur transplantasi sumsum tulang mampu menggantikan sel darah yang rusak dengan sel darah sehat. Transplantasi sumsum tulang dapat menggunakan sel-sel dari tubuh sendiri (transplantasi autologus) atau dari pedonor (transplantasi alogenik).

Dokter Hematologi dan Onkologi Tzu Chi Hospital Edi Setiawan Tehuteru mengatakan, skrining terhadap kasus talasemia harus dilakukan karena dapat menekan angka kelahiran anak dengan gen talasemia.

Meski demikian, proses skrining talasemia di Indonesia masih belum bisa dilakukan dengan lebih baik. Ini karena, pembangunan unit transplantasi membutuhkan biaya yang sangat besar, baik untuk pengadaan fasilitas, teknologi, maupun obat-obatan.

“Saya bersyukur, Yayasan Tzu Chi sudah peduli dan mau menginvestasikan uangnya untuk (membangun) unit transplantasi ini di Indonesia. Semoga (kehadiran fasilitas ini) tidak hanya bisa menyelamatkan (anak-anak) yang mampu dan punya uang saja, tapi yang tidak punya uang pun kita bisa bantu untuk bisa menyembuhkan dan menyelamatkan anak-anak ini,” tutup dr. Edi.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: