Kaligrafi Tiongkok

Pohon cair Liquid 3 (Foto: liquid3.rs)

Institut Penelitian Multidisiplin Universitas Beograd, Serbia, menciptakan pohon cair di pinggir jalan untuk membantu mengurangi polusi udara di perkotaan.

Fotobioreaktor bernama Liquid 3 ini hadir dalam bentuk bangku taman di pusat Kota Beograd, menariknya Liquid 3 bisa membersihkan udara di perkotaan.

Mengutip dari Balkan Green Energy News, berdasarkan data Aliansi Global untuk Kesehatan dan Polusi (GAHP), Serbia memiliki salah satu tingkat kematian akibat polusi udara tertinggi di Eropa.

Pembuatan Liquid 3

“Semuanya berawal dari imbauan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP Serbia) untuk mengatasi polusi udara,” ujar ahli biofisika dan koordinator proyek Liquid 3 di Institut Penelitian Multidisiplin Ivan Spasojević dalam keterangannya, Rabu (4/10).

Bersama seorang arsitek dan ahli fisika, para ilmuwan tersebut mencari cara untuk menggabungkan efisiensi mikroalga dalam mengikat karbon dioksida dengan desain perkotaan. Hasilnya, Liquid 3 dipasang pada September 2021 di depan Kotamadya Stari Grad di Beograd.

 

Cara Kerja Liquid 3

Fotobioreaktor ini berisi 600 liter air, serta menggunakan mikroalga untuk mengikat karbon dioksida dan menghasilkan oksigen murni melalui fotosintesis.

Fotobioreaktor tersebut juga menggunakan panel surya yang memasok listrik ke dalam pompa kecil. Nantinya, pompa tersebut akan membawa udara ke dalam tangki melalui lubang-lubang kecil. Selain itu, Liquid 3 memiliki komponen lainnya yang terdiri atas konstruksi baja yang sangat aman yang disebut “Hooligan Proof.

Di dalam prosesnya, mikroalga melakukan fotosintesis dan mengubah air dan karbon dioksida (CO2) menjadi oksigen (O) yang kemudian dilepaskan ke atmosfer. Selain itu, Liduid 3 juga menghasilkan Biomassa dari proses tersebut.

Proses perawatan dari Liquid 3 ini juga termasuk banyak, karena setiap bulan perlu mengganti hampir seluruhnya air yang terkandung mikroalga dan biomassa harus diambil.

“Mikroalga ini bisa menggantikan 2 pohon berusia 10 tahun atau 200 meter persegi halaman rumput. Sistemnya sama karena pohon dan rumput melakukan fotosintesis dan mengikat karbon dioksida,” kata Spasojević.

 

Keuntungan Mikroalga

Selain dapat menghilangkan partikel Particulate Matter (PM2.5) dari udara. Mikroalga juga lebih tahan terhadap logam berat dibandingkan pohon.

“Melalui analisis biomassa, kami menemukan bahwa mikroalga bisa membersihkan 300-3.000 meter kubik udara dari logam berat,” jelasnya.

Debu mikroskopis PM merupakan salah satu pembawa zat-zat tersebut. Sebagian besar kematian akibat polusi udara di Serbia juga disebabkan oleh peningkatan kadar partikel PM.

Tak hanya itu, keuntungan dari mikroalga adalah mereka 10-50 kali lipat lebih efisien daripada pohon biasa.

Tujuan Pembuatan Liquid 3

Spasojević mengatakan, tujuan pembuatan Liquid 3 bukan untuk menggantikan hutan, tetapi menggunakan sistem ini untuk mengisi daerah perkotaan yang padat penduduk dan tidak memiliki ruang untuk membuat zona hijau atau menanam pohon.

“Pohon-pohon di perkotaan lebih menderita dibandingkan dengan pohon-pohon di taman. Mereka terpapar gas dan debu beracun tingkat tinggi yang menutupi daunnya, sehingga kurang berfungsi dalam mengikat karbon dioksida,” jelas Spasojević.

Oleh karena itu, Spasojević menunjukkan bahwa sangat penting bagi mikroalga untuk tetap dapat mengikat karbon dioksida pada bulan-bulan musim dingin, ketika sebagian besar pohon kehilangan daunnya dan tidak mampu melakukan fotosintesis.

“Kami memilih jenis mikroalga yang kuat dan dapat bertahan pada suhu antara 5 hingga 35 derajat Celcius,” tambahnya.

 

Efektivitas Liquid 3

Mikroalga membutuhkan pemanasan jika suhu turun di bawah lima derajat. Oleh karena itu, fotobioreaktor juga terhubung ke jaringan listrik kota selain panel surya. Melalui cara ini, suhu minimum dapat diperoleh meskipun matahari tidak bersinar.

“Meskipun mikroalga lebih efisien dalam mengikat karbon dioksida daripada tanaman biasa, tetapi pohon memiliki volume yang lebih besar dan kepadatan biomassa yang lebih tinggi karena sistem kami melibatkan banyak air. Itulah mengapa satu Liquid 3 dapat menggantikan satu pohon dewasa dalam hal kapasitas mengikat karbon dioksida,” jelas Spasojević.

Sebagai informasi, pohon cair tidak dapat mengatasi polusi dari berbagai sumber, seperti pembangkit listrik tenaga uap dan lalu lintas yang padat. Tujuan dari proyek ini adalah untuk membantu membersihkan udara di pusat kota yang tidak memiliki ruang untuk pepohonan dan untuk menutupi periode musim dingin, saat pohon-pohon yang meranggas tidak dapat mengikat karbon dioksida.

Penting untuk diketahui bahwa karbon dioksida juga dilepaskan selama pembangunan fotobioreaktor karena produksi baja, kaca, dan modul surya. Untuk memastikan agar Liquid 3 memiliki keseimbangan CO2 yang positif, diperkirakan sistem ini harus beroperasi lebih dari 1 atau 2 tahun.

Spasojević percaya, bahwa idenya dapat berkembang di masa depan dan prototipe Liquid 3 di Beograd dapat bertahan selama beberapa tahun. Namun, pembiayaan jangka panjang untuk pemeliharaan dapat memperpanjang masa pakainya.

“Ada potensi untuk proyek ini, saat ini kami sedang mendiskusikan untuk menempatkan 5-10 pohon cair di kota-kota lain di Serbia,” tutup Spasojević.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: