Kaligrafi Tiongkok

UPS Badan Air DLH Kec. Pesanggrahan (Foto: YouTube DAAI Magazine)

Unit Penanganan Sampah (UPS) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, mengubah limbah kain menjadi pot tanaman.

Deretan pot tanaman dengan beragam warna dan ukuran hasil karya petugas UPS Badan Air Kec. Pesanggrahan ini, menghiasi taman kecil yang berada di bantaran kali Sungai Ciliwung.

Mereka membuat pot tanaman dengan memanfaatkan limbah kain yang terbuang di badan sungai dan kerap menjadi penghambat arus air.

Selain untuk mempercantik area bantaran sungai, daur ulang sampah ini juga dilakukan sebagai cara untuk mengurangi pembuangan sampah yang sulit terurai di pembuangan air.

Petugas UPS Badan Air Kecamatan Pesanggrahan Muhamad Kosasih menjelaskan, ide pembuatan pot tanaman dari limbah kain dimulai sejak dua bulan lalu.

Tidak disangka, hasil karya sampah buatan para petugas UPS Badan Air Kecamatan Pesanggrahan ini berhasil menghasilkan manfaat baru.

Kini, pembuatan pot tanaman telah menjadi aktivitas rutin yang dilakukan oleh para petugas, di sela-sela pekerjaannya dalam membersihkan aliran sungai dari sampah.

“Tujuan intinya untuk mengurangi pengiriman sampah ke Bantar Gebang. Makanya kita dari titik aliran Ciliwung punya indikasi bagaimana kita mengurangi, tapi kita masih bisa memberi manfaat kepada orang lain. Jadi kita sekalian memberi contoh dan edukasi ke masyarakat, bahwa bahan yang tidak terpakai itu tidak boleh dibuang, tapi masih bisa dimanfaatkan,” ujar Kosasih dikutip dalam tayangan YouTube DAAI Magazine, Jumat (7/7).

Untuk mengubah limbah menjadi sebuah pot tanaman, ada tiga tahap proses pembuatan yang harus dilakukan oleh para petugas.

Pada tahap awal, kain yang telah dibersihkan akan dimasukkan ke dalam campuran semen yang telah diberi air.

Kemudian, petugas menangkupkan kain pada sebuah tiang dan dijemur hingga mengering. Selama proses pengeringan berlangsung, permukaan kain dibentuk lipatan-lipatan sesuai dengan model pot yang diinginkan.

Tahap selanjutnya, adalah melapisi pola yang telah terbentuk dengan semen, lalu kembali dijemur hingga mengering. Tahap terakhir, adalah melapisi pot tanaman yang sudah mengeras dengan cat warna agar terlihat lebih menarik.

Secara keseluruhan, proses mengubah kain menjadi pot tanaman membutuhkan waktu kurang lebih tiga hari.

“Kalau untuk bahan, saya rasa semua bahan juga bisa (diubah jadi pot tanaman) tergantung nanti kita mau bikin polanya seperti apa. Ini karena, setelah kita ambil dari sungai, kita cuci, itu nanti kita buat polanya,” tutup Kosasih.

Pot tanaman cantik ini akan dibagikan ke warga agar dapat menjadi inspirasi bagi mereka dalam membuat hal serupa, sehingga mereka tidak lagi membuang sampah residu ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) atau ke sungai.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: