Kaligrafi Tiongkok

Kue keranjang wajib ada saat imlek | Foto: tokopedia



Sahabat DAAI, apakah kalian menyadari kue keranjang sangat banyak ditemukan saat perayaan Imlek?

Identik dengan perayaan Imlek, kue keranjang harus ada pada rumah-rumah masyarakat Tionghoa. 

Pada bahasa Mandarin, kue keranjang disebut dengan Nian Gao atau dikenal dalam bahasa hokkien Ti Kwe.

Kue keranjang terbuat dari tepung beras dan ketan. Ketika dimakan, kue keranjang bertekstur kenyal, bentuknya bulat, dan rasanya manis. 

Uniknya, kue ini lebih banyak ditempelkan dengan tulisan fu yang memiliki arti rejeki atau hoki.

Penamaan kue keranjang diambil dari proses saat membuat kue karena cetakan kue yang digunakan memiliki bentuk keranjang.

Namun, apakah kalian mengetahui makna dari kue keranjang?

 

Makna Kue Keranjang

Kue ini pada tradisi Imlek akan disusun tinggi pada wadah sebagai lambang peningkatan kemakmuran dan rejeki.

Masyarakat Tionghoa rutin membuat hidangan ini untuk menyambut Imlek. Tidak hanya karena rasanya yang lezat, tetapi ada banyak makna di balik kue keranjang.

Makna kue keranjang bagi orang tua untuk melambangkan panjang umur. Untuk kaum muda, kue keranjang ini melambangkan penghasilan dan pangkat yang tinggi, sedangkan untuk anak-anak kue ini melambangkan pertumbuhan yang baik.

Bentuk kue keranjang yang bulat memiliki makna khusus bagi keluarga, yakni sebagai sebuah harapan agar keluarga selalu rukun dan bersatu

Pada bahasa Mandarin, Nian memiliki arti tahun dalam bahasa Mandarin, sedangkan Gao adalah kue. Gao dalam penulisan aksara Mandarin mirip dengan arti tinggi. 

Secara kesimpulan, nian gao memiliki makna tahun yang lebih tinggi dengan harapan saat Imlek mendatangkan kehidupan yang lebih baik.

Oleh karena itu, mengonsumsi kue keranjang saat Imlek dianggap dapat mendatangkan keberuntungan.

 

Cara Membuat Kue Keranjang

Berikut merupakan tahap-tahap pembuatan kue keranjang.

  1. Tuang air panas, gula merah, dan daun pandan ke dalam wadah, kemudian rebus hingga tercampur secara rata;
  2. Pada wadah yang berbeda, masukan tepung ketan, tepung beras,  dan tepung sagu;
  3. Kemudian, saring air gula terlebih dahulu;
  4. Masukan santan dan garam, lalu aduk hingga adonan sudah merata dan halus;
  5. Sediakan cetakan kue dan oles cetakan dengan minyak;
  6. Masukan adonan ke dalam cetakan kue keranjang;
  7. Kukus kue keranjang dengan durasi 30 menit hingga kue keranjang matang; dan
  8. Terakhir, angkat kue dan dinginkan terlebih dahulu.

 

Sejarah Kue Keranjang

Mengutip dari China Highlights, kue keranjang digunakan zaman dahulu sebagai persembahan licik untuk Dewa Dapur yang bersemayam di dalam rumah-rumah.

Dewa dapur dipercaya akan ‘memberikan laporan’ tahunan kepada Kaisar Giok. Untuk mencegah Dewa Dapur melaporkan hal-hal buruk kepada Kaisar, masyarakat Tionghoa membuat kue keranjang sebagai penutup mulut Dewa Dapur.

Mereka beranggapan ketika memberikan kue keranjang kepada Dewa Dapur, ia tidak akan menjelek-jelekan rumah mereka. Oleh karena itu, bagi masyarakat Tionghoa kue keranjang adalah salah satu makanan wajib yang perlu dihidangkan.

 

Penulis: Kerin Chang

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: