Mangsur, kreator konten berbagi kebaikan | Foto: tiktok @mangsur1904
Memiliki keterbatasan tidak menghalangi Mangsur (40) untuk tetap berbagi kepada sesama. Aksi kebaikan ini ia lakukan dari hasil donatur yang diberikan warganet melalui gift media sosial TikTok.
Mangsur dikenal oleh masyarakat Indonesia karena aksi kebaikannya saat melakukan live streaming di media sosial TikTok. Mangsur merupakan seorang kreator konten yang sering membuat konten berbagi pada masyarakat sekitar.
Meski dengan keterbatasannya, pria asal Yogyakarta ini tetap semangat untuk memberikan berkah kepada siapa pun.
Aksi ini dilakukan olehnya setiap hari setiap pukul 05.00-07.00 pagi dan akan dilanjutkan pada pukul 16.00-17.30 sore di Jl. Berbah Sleman Yogyakarta tepat di sebelah Bank BRI Berbah.
“Di tempat yang sama karena saya nggak bisa akses jauh-jauh, Mbak. Kebetulan juga dengan kursi roda seperti nggak bisa pindah tempat ke sana, kemari,” jelas Mangsur kepada DAAI TV, Senin (26/2/2024).
Aksi berbagi makanan ini didanai oleh kebaikan dari warganet yang memberikan modal pada Mangsur berupa gift dan nantinya Mangsur akan berbagi makanan kepada orang lain.
Menurutnya, dalam sehari ia bisa membagikan sebanyak 350-500 bungkus tergantung dengan situasi dan kondisi. Biasanya, ia akan membaginya ke dalam dua tahap, yaitu 150 bungkus untuk sarapan dan 150 untuk makan sore hari.
Memiliki Keterbatasan
Mangsur mengaku, sebelum berbuat aksi kebaikan ini dirinya berada di titik terendah karena harus mengalami kelumpuhan total akibat kecelakaan yang ia alami di masa lalunya.
“Saya dulu pernah kecelakaan, posisinya jatuh di area panggul, kan ada tulang ekor. Nah, tulang ekor itu yang dulu tersentak karena jatuh kecelakaan tadi. Efeknya nggak hari itu, Mbak. Efeknya bertahun-tahun kemudian,” kata Mangsur.
Tahun 2019, efek dari kecelakaan itu mulai dirasakan oleh Mangsur. Saat itu, tiba-tiba kaki kanan Mangsur terasa berat dan sakit yang kemudian menyebar hingga kaki kirinya.
Saat itu, kaki Mangsur terasa lemah, sehingga ia jatuh dan tidak bisa berdiri lagi. Sejak itu, ia hanya mampu untuk berpindah tempat dengan cara mengesot.
Pada Agustus 2020, ia akhirnya dirawat di rumah sakit selama sebulan untuk melakukan pengobatan. Setelah melakukan MRI berkali-kali, ditemukan bahwa toraks belakang Mangsur mengalami penekanan saraf dan menyebabkan kelumpuhan pada kedua kakinya.
Meski sudah melakukan operasi pada tulang belakangnya, Mangsur belum bisa berjalan terlalu lama. Saat ini, ia masih menggunakan alat bantu jalan dan hanya bisa berdiri.
“Sekarang pakai walker saya, Mbak. Ada walker tapi saya jalannya terbatas, nggak seperti orang sehat. Jadi hanya berapa langkah, Mbak, 5-10 langkah gitu ya terus kaki sebelah kanan saya lemas saraf sarafnya dan ototnya lemas,” jelas Mangsur.
Mangsur sendiri sudah melakukan berbagai pengobatan, mulai dari fisioterapi, akupuntur, latihan jalan, bahkan operasi. Meskipun ada kemungkinan untuk sembuh, tetapi saat ini dirinya mengaku hanya bisa menerima dan menikmati prosesnya saja.
“Putus asa sudah nyerah, Mbak. Pokoknya nyerah udah nggak ada semangat lagi, tapi satu itu tadi yang buat saya kembali bangkit lagi, ya anak saya. Alhamdulillah, kan saya punya anak satu, Mbak. Anak saya satu perempuan, itu yang buat saya bangkit lagi dan Istri saya. Udah cuman dua orang itu yang buat saya bangkit sampai saat ini,” kisah Mangsur.
Aksi Kebaikan Melalui Gift Live Streaming
Awalnya, Mangsur mengenal TikTok tahun 2021, tetapi ia membuat konten apapun dan hanya menjadikan TikTok sebagai hiburan.
Pada akhir 2022, ia mulai belajar bagaimana cara menjadi seorang affiliate dengan cara live streaming untuk berjualan baju. Namun, pertengahan 2023 penjualan affiliate menjadi lebih sulit dan tidak ramai seperti dahulu.
Setelah penjualannya menjadi sepi, salah satu teman Mangsur memberikan ide untuk membuat konten berbagi. Kemudian, Mangsur terinspirasi dan merealisasikan ide tersebut.
Pada live streaming, biasanya Mangsur akan duduk di tempatnya dan membagikan makanan kepada pengguna jalan yang lewat. Menu makanan yang dibagikan berupa sepaket roti dan susu, atau satu bungkus nasi dengan budget satu paketnya sebesar Rp5.000.
Biasanya, pada pagi hari Mangsur akan pergi ke tempatnya Jl. Berbah Sleman Yogyakarta dibantu oleh sang istri untuk membawa makanan-makanan yang akan dibagikan.
Kemudian, saat Mangsur melakukan live streaming, para penonton akan mengirimkan gift yang bisa dihasilkan menjadi uang.
Uang yang didapatkan selama live streaming ini, akan menjadi modal Mangsur untuk membeli bahan makanan yang kemudian akan dibagikan kepada orang yang lewat di sekitarnya.
“Setiap satu bungkus itu Rp5.000, dengan viewer mengirim stiker topi (gift) itu kan nominalnya (gift) Rp7.420, tapi masih ada potongan (dari TikTok), sehingga nanti kita terimanya ya kurang lebih ya Rp6.000-an lebih sedikit seperti itu. Jadi kalau kita ambil budget-nya yang Rp5.000 yang sisanya tadilah yang menjadi rezeki saya ataupun menjadi untuk membeli kuota,” ujar Mangsur.
Modal dari aksi kebaikan ini tidak diambil seutuhnya oleh Mangsur.
“Dicampur, Mbak. Dicampur, artinya kan gini contoh saya live sekarang ini kan uangnya terus saya ambil, uangnya (hasil gift dari live) saya belanjakan lagi. Seperti itu, Mbak. Jadi ya muter terus gitu (uangnya),” kata Mangsur.
Selama ini, Mangsur tidak menentukan siapa saja yang akan menerima makanan secara gratis. Beberapa kali, Mangsur bisa memberikan lebih dari dua bungkus kepada seseorang yang sudah lanjut usia.
“Jadi siapa pun yang lewat, kalau itu sudah jadi rezeki sarapan paginya atau jadi rezeki susu dan rotinya, ya, mereka akan dapat gitu karena kan memang kita berbaginya kan bersama viewer,” tambah Mangsur.
Menurutnya, pada hari Jumat viewer lebih banyak berbagi karena ada hari Jumat Berkah.

Meski menggunakan kursi roda, Mangsur tetap semangat memberikan kebaikan| Foto: tiktok @mangsur1904
Perjuangan Untuk Berbagi
Persiapan Mangsur dalam menyiapkan makanan dibantu oleh keluarganya. Biasanya untuk menu nasi, Mangsur akan membeli melalui temannya yang punya usaha kuliner dengan tujuan membantu melariskan dagangan mereka.
“Saya juga, kan nggak bisa kemana-mana. Ketika saya berbagi saya hanya duduk di atas kursi roda, gerak saya juga, kan terbatas seperti itu,” kata Mangsur.
Keterbatasan yang dimiliki oleh Mangsur membuatnya harus membawa kursi roda dengan mengikatnya menggunakan kain dengan motor (menderek).
Menurutnya, rasa lelah adalah rasa yang wajar ia alami. Beberapa kali, kakinya mengalami tegang otot dan saraf yang membuatnya sangat kesakitan.
Di sisi lain, ia juga harus menghadapi komentar negatif dalam aksi baiknya. Namun, hal ini tidak membuat Mangsur berhenti untuk berbagi kebaikan dengan orang lain.
Namun, ia hanya menghadapi komentar negatif dengan cara menjelaskan kebaikannya kepada orang lain. Jika komentar negatif tersebut sudah tidak dapat ditangani, Mangsur hanya akan memblokir akun dari komentar negatif.
Rutin Menyalurkan Bantuan Kepada Panti Asuhan
Selain berbagi kepada masyarakat, Mangsur juga berbagi ke beberapa panti asuhan. Mulai dari panti asuhan untuk anak-anak, panti asuhan untuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), dan panti jompo.
“Alhamdulillah, saya juga masih support untuk beberapa panti asuhan, Mbak. Alhamdulillah, di sekitar tempat saya live itu ada empat panti asuhan yang setiap bulan saya support. Saya berbagi sembako gitulah ke mereka,” tambah Mangsur.
Saat memberikan bantuan kepada panti asuhan, Mangsur menggunakan 70% uang pribadinya, sedangkan 30% sisanya merupakan hasil akumulasi gift dari para viewers di media sosial.
Mangsur rutin mengunjungi dan berbagi kepada panti asuhan setiap sebulan sekali. Biasanya, Mangsur dan temannya yang ikut belajar live akan datang ke panti asuhan dan membagikan paket-paket sembako kepada orang yang berada di panti.
“Ya senang, kok, Mbak. Senang, senang juga banyak yang mengucapkan terima kasih karena saya selalu menyampaikan, ini rezeki dari teman-teman di TikTok,” ujar Mangsur.
Rencana ke Depan
Menjelang bulan Ramadhan, Mangsur berencana untuk berbagi takjil, kurma, teh manis, dan bubur kolak kepada masyarakat.
“Kalau untuk sahur, belum berani karena kalau sahur itu alangkah lebih baik kalau on the road, ya sambil jalan gitu. Ya, tapi kalau saya live sambil jalan itu kurang maksimal gitu, Mbak. Jadi memang live-nya memang harus di satu tempat,” tutup Mangsur.
Selain itu, kedepannya Mangsur dan beberapa kreator konten di Yogyakarta akan melakukan kolaborasi dalam membuat konten berbagi kebaikan.
Penulis: Kerin Chang
Simak Video Pilihan di Bawah Ini:

