Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi produk yang dibuat Alfaz Syam dari keycaps keyboard bekas (Foto: Instagram skatesuckers)

Alfaz Syam adalah salah satu seniman Indonesia yang mengukir prestasi lewat inovasi kreatifnya. Pasalnya, Alfaz banyak membuat produk fashion menggunakan keycaps dari keyboard bekas.

Beberapa waktu lalu, Alfaz Syam menjadi topik hangat yang dibahas warganet karena menciptakan produk fashion unik menggunakan keycaps keyboard bekas.

Sebagai informasi, keycaps adalah penutup plastik kecil yang diletakkan di atas tombol pada keyboard komputer standar.

Mengutip dari Hypebeast, perjalanan Alfaz dimulai pada tahun 2022 lalu karena minatnya pada produk mode daur ulang.

Saat itu, tidak sengaja Alfaz menemukan sebuah foto di Pinterest yang menampilkan gambar keycaps dipasang secara acak, tetapi tetap terlihat keren.

Setelah itu, Alfaz pun mendapatkan ide untuk membuat desain dengan versinya sendiri yang bisa ia gunakan.

Saat memamerkannya di Instagram, seseorang menyarankan Alfaz untuk membagikan hasil ide kreatifnya kepada sebuah media fashion.

Setelah mendapatkan respons positif, beberapa orang mulai tertarik untuk mendapatkan produk buatan Alfaz, sehingga dirinya mulai membuat lebih banyak produk fashion lainnya.

Beberapa karya yang dibuat Alfaz menggunakan keycaps adalah sarung tangan, sepatu, sandal, kacamata, topi, helm, rompi, bra, bahkan sampai jaket.

Produk buatan Alfaz, kemudian dijual secara terbatas di gerai online miliknya bernama Button Network. Selain menjual produk jadi, Alfaz juga menerima permintaan kolaborasi ataupun pesanan custom.

Harga yang ditawarkan setiap produk pun beragam, yakni mulai dari Rp700 ribu sampai jutaan rupiah, tergantung kerumitan pembuatan produk tersebut.

Tidak hanya di dalam negeri, brand Button Network milik Alfaz juga telah sukses ditampilkan di acara pameran karya Typing Exhibition, pada tanggal 9-20 Januari 2023 kemarin.

Alfaz bercerita, untuk mendapatkan keycaps dalam jumlah banyak, ia mengunjungi depot khusus yang menjual barang bekas.

“Selain lebih baik untuk lingkungan, konsumen yang membeli karya saya juga memberikan kehidupan baru pada keycaps tersebut,” ujar Alfaz dikutip dari Hypebeast, Rabu (15/3).

Alfaz mengaku, produk keycaps berwarna hitam yang ia gunakan untuk mendesain produk, berasal dari keyboard komputer lama. Menurutnya, keycaps jadul tersebut lebih tinggi daripada yang diproduksi saat ini.

Alfaz menjelaskan, di dalam proses pembuatan produk ia banyak menghabiskan waktu untuk memotong keycaps satu persatu agar ukurannya menjadi lebih kecil.

Demi bisa mengefisienkan waktu, ia pun menciptakan alat yang bisa membantunya mempercepat proses ini.

“Dari situlah saya perlu membersihkan keycaps satu persatu agar siap digunakan untuk pesanan custom,” katanya.

Tidak hanya keycaps, Alfaz pun banyak menghabiskan melakukan riset untuk menemukan lem yang cocok dan kuat menahan keycaps.

Setelah melalui beragam percobaan, kini Alfaz bisa menempelkan keycaps pada produk tanpa perlu takut keycaps akan jatuh berserakan.

Kini, Alfaz semakin melebarkan sayap dengan membuka peluang kolaborasi. Baru-baru ini, Alfaz menjalin kolaborasi dengan Konkrite Market untuk membuat jaket dengan desain keycaps tengkorak.

Pada proses pengerjaannya, Alfaz menggunakan metode daur naik, yakni proses mengubah produk limbah elektronik dan limbah kain menjadi produk baru yang memiliki nilai jual.

Ke depannya, Alfaz berencana untuk tetap bereksperimen dengan karya seni lain dan belajar menggunakan mesin jahit agar bisa meluncurkan beberapa pakaian di Button Network.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: