Kisah Aipda Andri, Jalani Profesi Sebagai Polisi Sekaligus Guru Ngaji | Foto: detik.com
Tidak hanya menjadi anggota Polri, Aipda Andriyanto Widodo (39) juga menjadi guru mengaji untuk anak-anak di Masjid Nurul Haq, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta.
Andri adalah seorang petugas satuan lalu lintas (satlantas). Ia bekerja di pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) Satlantas Polres Kulon Progo.
Meski disibukkan dengan kegiatan sehari-hari, Andri tetap bersemangat untuk menjadi seorang guru mengaji di Masjid Nurul Haq. Sampai sejauh ini, Andri memiliki 20 murid mengaji di Masjid Nurul Haq. Murid-murid Andri biasanya merupakan anak-anak tingkat TK-SD.
Sebelum bulan Ramadan, jadwal mengaji biasanya dilakukan setiap Jumat malam. Namun, selama bulan Ramadan, Andri akan mengajar anak-anak didiknya setiap hari untuk belajar mengaji bersama dan dilanjutkan dengan kegiatan buka puasa bersama.
Terkadang, masyarakat sekitar juga memintanya untuk menjadi khatib di beberapa masjid saat salat Jumat.
Motivasi Mengajar Ilmu Agama Kepada Anak-anak
“Kita terinspirasi dari anak-anak yang berkumpul, tetapi tidak ada yang ngajar, hanya bermain saja. Jadi kita inisiatif mengajar anak-anak,” ucap Andi dikutip dari Okezone TV, Rabu (3/4/2024).
Mulanya, ia melihat anak-anak ini bermain di masjid saat menjelang magrib. Sayangnya, tidak ada yang memberikan arahan dan mengajak anak-anak ini untuk mengenal ilmu agama atau beribadah.
Oleh karena itu, Andri termotivasi untuk menjadi guru mengaji agar anak-anak ini bisa mulai mengenal ibadah.
Biasanya, Andri menghabiskan waktu satu jam atau lebih untuk mengajarkan ilmu agama kepada anak-anak.
Selain mengajar, Andri sering menceritakan kisah-kisah yang bisa dijadikan contoh untuk anak-anak.
Senang Bisa Membantu
Kegiatan mengajar ini dilakukan oleh Andri secara sukarela. Ia tidak memungut biaya apa pun kepada murid-muridnya.
Menurut Andri, ia merasa sangat bahagia bisa menjadi seseorang yang bisa membantu banyak masyarakat. Andri mengaku, selama dirinya menjadi anggota kepolisian ia memiliki prinsip harus bisa bermanfaat untuk masyarakat.
Di sisi lain, ia juga merasa sangat senang karena bisa membantu anak-anak di sekitar lingkungannya melalui ilmu agama.
“InsyaAllah sesekali bantu di musala sebelah masjid juga. Selain itu juga membantu kegiatan serupa di beberapa masjid dan musala seperti Nurul Islam, Masjid Al fitrah, dan Siti Aisyah,” tutup Andri.
Melansir dari detik.com, anak-anak merasa sangat nyaman saat diajarkan untuk membaca Al-Qur’an oleh Andri. Sebagian dari anak-anak tersebut menggambarkan Andri sebagai guru yang baik dan sabar.
Penulis: Kerin Chang

