Medhanita Dewi Renanti pengembang aplikasi penerjemah tangisan bayi (Foto: Instagram.com/medhanitadr)
Dosen Sekolah Vokasi IPB Medhanita Dewi Renanti, mengembangkan aplikasi penerjemah tangisan bayi yang bernama “Madsaz”. Aplikasi ini diklaim punya akurasi sampai 94%.
Tangisan bayi yang baru lahir kerap membuat bingung orang tua, terlebih bagi para orang tua baru.
Untuk membantu para orang tua menerjemahkan tangisan bayinya, Medhanita yang merupakan dosen Manajemen Informatika Sekolah Vokasi IPB membuat aplikasi penerjemah bahasa bayi bernama Madsaz.
Mengutip dari situs Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Medhanita mengaku saat ini aplikasi Madsaz sudah diunduh oleh lebih dari 180 ribu orang.
Uniknya, pengunduhnya tidak hanya dari Indonesia, tetapi juga dari 109 negara di dunia. Rata-rata mereka ada orang tua muda yang baru memiliki anak.
“Manfaat dari aplikasi ini alhamdulillah sudah banyak membantu ibu-ibu, utamanya yang baru punya anak untuk menerjemahkan tangisan bayinya,” ujar Medhanita dikutip dari keterangannya, Jumat (5/5).
Keberadaan aplikasi ini, kata Medhanita, juga membantu orang tua untuk lebih percaya diri dalam menangani sendiri buah hati mereka.
Pasalnya, tingkat akurasi dari aplikasi ini cukup tinggi yakni 94%. Dengan demikian, orang tua dapat mengambil keputusan yang tepat untuk merespons tangisan bayi mereka.
Medhanita melanjutkan, aplikasi ini efektif digunakan pada bayi usia 0-3 bulan. Pada bayi di atas usia tersebut, aplikasi ini tetap masih bisa digunakan, hanya saja tingkat akurasinya tidak setinggi pada bayi usia 0-3 bulan.
Terkait aplikasi penerjemah tangis bayi tersebut, menurut Medhanita, ide awalnya muncul pertama kali pada 2011 lalu. Saat itu, ia tengah mengandung dan sedang mengikuti seminar tentang tumbuh kembang anak.
“Saya dapat informasi bahwa bayi itu memiliki bahasa yang dapat dimaknai, atau diartikan oleh orang dewasa. (Kebetulan) saat itu memang belum ada software yang berbasis Android untuk menerjemahkan tangisan bayi,” kata Medhanita
Dari sanalah ide untuk membuat aplikasi muncul. Awalnya, ia mengembangkan dalam bentuk desktop sekitar tahun 2013.
Setelah diluncurkan di tahun yang sama, Medhanita kembali mengembangkan aplikasi tersebut. Pada tahun 2015, Medhanita kembali mengembangkan aplikasinya dalam bentuk Android.
Meski demikian, pengembangan dalam bentuk Android tersebut belum langsung diluncurkan karena masih memiliki sejumlah kekurangan.
Setelah tiga tahun melakukan penyempurnaan, akhirnya Medhanita meluncurkan aplikasi tangisan bayi berbasis Android tersebut. Saat ini aplikasi Madsaz dapat diunduh melalui PlayStore.
“Aplikasi ini tersedia dalam dua bahasa, yakni Inggris dan Indonesia. Aplikasi ini juga bersifat universal bisa digunakan oleh semua bayi,” lanjut Medhanita.
Secara umum, aplikasi ini dapat mendeteksi lima jenis tangisan bayi, seperti tangisan karena lapar, mengantuk, bersendawa, kembung atau ada gas, dan saat bayi merasa tidak nyaman.
Cara kerja aplikasi ini juga cukup mudah, yaitu hanya cukup dengan merekam suara tangisan bayi. Kemudian, dalam waktu beberapa menit, tangisan tersebut akan diterjemahkan untuk dijadikan sebagai rujukan keputusan tindakan yang diambil oleh orang tua bagi bayinya.
“Misalnya ternyata nangisnya karena tidak nyaman, mungkin bisa dicek apakah pokoknya sudah basah misalnya,” tutup Medhanita.

