Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi festival bulan ketujuh (Foto: Casanowe via Getty Images)

Festival Cioko atau Festival Hantu Kelaparan adalah sebuah tradisi perayaan dalam kebudayaan Tionghoa.

Festival Hantu Kelaparan adalah salah satu dari beberapa festival tradisional yang bertujuan untuk memberi penghormatan kepada leluhur.

Festival Hantu Kelaparan dirayakan pada hari ke-15 bulan ke-7 pada penanggalan Imlek. Adapun bulan ke-7 pada penanggalan Imlek juga dikenal sebagai Bulan Hantu (Chinese ghost month) yang diyakini selama sebulan ini pintu akhirat akan terbuka dan hantu-hantu di dalamnya mampu pergi ke alam manusia.

Di sisi lain, dalam ajaran Buddhisme tradisi ini dinamakan sebagai Ullambana yang juga dirayakan dan eksis dalam norma budaya istiadat Jepang, Vietnam, dan Korea.

Latar Belakang Bulan Ketujuh

Di dalam ajaran Buddha, terdapat banyak kisah yang berkaitan dengan bulan 7 penanggalan bulan. Misalnya, seperti Mahamaudgalyayana yang menyelamatkan ibunya lewat upacara Ullambana.

Suatu ketika, Mahamaudgalyayana duduk bermeditasi untuk mencari keberadaan ibunya yang telah meninggal dunia. Namun, Mahamaudgalyayana terkejut karena melihat ibunya terlahir di alam setan kelaparan.

Sang ibu menjelaskan, bahwa ini adalah karma buruk yang ia terima karena semasa hidupnya ia dipenuhi oleh kebencian dan banyak membunuh hewan.

Mahamaudgalyayana yang sedih pun berusaha menolong sang ibu, tetapi seluruh upayanya gagal. Akhirnya, Mahamaudgalyayana meminta pertolongan Sang Buddha untuk menolong ibunya.

Sang Buddha mengatakan, untuk menolong ibunda Mahamaudgalyayana, dibutuhkan kekuatan ketulusan dari banyak orang. Untuk itu, Sang Buddha mengimbau Mahamaudgalyayana untuk memanfaatkan waktu setelah masa varsa untuk memberikan persembahan bagi Sangha dan berdoa dengan tulus demi menyelamatkan sang ibu.

Di tanggal 15 bulan 7 penanggalan bulan, Mahamaudgalyayana memberikan persembahan dan berdoa bersama Sangha untuk membebaskan ibunya. Berkat kekuatan dan ketulusan Sangha, ibunda Mahamaudgalyayana pun berhasil selamat. Inilah yang disebut dengan “menolong yang digantung terbalik” atau Ullambana.

 

Makna Bulan Ketujuh

Tanggal 15 bulan 7 penanggalan bulan merupakan hari berakhirnya masa varsa. Di zaman-Nya, Buddha melihat murid-murid-Nya yang memperoleh pencapaian setelah melatih diri selama beberapa bulan.

Buddha juga bisa mendengar setiap orang berbagi pemahaman mereka sehingga Buddha merasa sangat gembira. Maka dari itu, tanggal 15 bulan 7 penanggalan bulan merupakan hari sukacita bagi Buddha.

Karena itu, bulan ketujuh seyogianya adalah bulan sukacita, penuh berkah, dan syukur. Sesungguhnya, makna dari upacara Ullambana ialah menyelamatkan makhluk yang menderita.

Entah sejak kapan, semangat ajaran Buddha yang seharusnya dipraktikkan dengan penuh cinta kasih untuk menyelamatkan semua makhluk, berubah menjadi tradisi membunuh hewan sebagai persembahan demi memohon keselamatan dalam masyarakat.

Untuk memberikan persembahan, orang-orang malah menciptakan karma buruk dengan membunuh 3 atau 5 jenis hewan. Pasalnya, saat akan dibunuh hewan-hewan akan merasa panik dan takut, sehingga rasa benci dan dendam pasti tumbuh di dalam hati hewan-hewan tersebut.

Oleh karena itu, kita seharusnya mengendalikan diri dan berdoa dengan tulus, bervegetaris, menghindari pembunuhan makhluk hidup, berbuat kebajikan, serta melimpahkan jasa bagi orang tua dan leluhur sebagai wujud bakti.

 

Imbauan Master Cheng Yen

Menurut kepercayaan tradisional bulan 7 penanggalan bulan dianggap sebagai bulan buruk. Namun, menurut pendiri Yayasan Buddha Tzu Chi Master Cheng Yen hal ini tidaklah benar karena bulan 7 penanggalan bulan merupakan bulan penuh berkah dan sukacita bagi Buddha karena pada saat ini banyak praktisi yang menyelami dharma dan tercerahkan.

“Oleh karena itu, Buddha merasa sukacita. Jadi kita harus memiliki keyakinan benar, jangan percaya takhayul. Kepercayaan takhayul membuat kita mudah berbuat keliru,” ujar Master Cheng Yen.

Master Cheng Yen juga tidak lelah dan tidak henti mengajak murid-muridnya untuk memiliki pandangan benar, mengendalikan keinginan, mengembangkan ketulusan, berbuat baik kepada sesama, dan melindungi semua makhluk, khususnya dalam menyambut bulan tujuh penuh berkah ini.

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: