Kaligrafi Tiongkok

Audrey Yu Jia Hui (liputan6.com/Agustinus M. Damar)

Audrey Yu Jia Hui俞佳慧) merupakan wanita keturunan Tionghoa yang lahir di Surabaya, Jawa Timur, dengan nama Maria Audrey Lukito pada Mei 1988.

Sejak muda, Audrey telah banyak menorehkan prestasi membanggakan. Sejak kecil, Audrey telah belajar banyak bahasa asing, yakni Bahasa Inggris, Prancis, dan Mandarin.

Saat berumur 11 tahun, Audrey mengambil Scholastic Assessment Test (SAT), atau ujian yang diperlukan untuk melanjutkan program pendidikan di luar negeri.

Melalui kecerdasannya, Audrey bahkan bisa lulus SMA hanya dalam waktu sekitar satu tahun.

Pada usia 13 tahun, Audrey melanjutkan pendidikannya ke The College of William and Mary, Virginia, Amerika Serikat (AS), di jurusan fisika. Tiga tahun kemudian, Audrey berhasil menyandang gelar Sarjana Sains (B.S.) dengan predikat Summa Cum Laude.

Mengutip dari situs web pribadinya, pada tahun 2014-2017 Audrey bekerja sebagai guru di salah satu sekolah di Shanghai, Tiongkok. Dirinya mengajar Bahasa Inggris dan membantu mempersiapkan siswa untuk menempuh ujian SAT.

Saat itu, kata Audrey, Indonesia sedang santer dengan isu keagamaan. Untuk itu, dirinya mengambil Magister Studi Teologi (M.T.S.) di Universitas Notre Dame, Indiana, AS, dan mengambil konsentrasi Agama-Agama Dunia dengan harapan bisa membantu mengurai isu keagamaan di Tanah Air. Pada Mei 2021, Audrey berhasil meraih gelar Master dengan IPK 3,96.

“Saya sangat berharap, di masa depan, saya dapat menggunakan pengetahuan saya untuk membantu membasmi prasangka dan intoleransi agama. Saya juga ingin membantu menciptakan dunia yang lebih damai dan harmonis, yang mana nilai bawaan seseorang tidak lagi dinilai berdasarkan kepercayaan, ideologi, dan/atau keyakinan agama/ketidakpercayaan mereka. Sebuah dunia di mana kita dapat saling mencintai satu sama lain secara setara, hanya karena kita adalah manusia,” ujar Audrey dikutip dalam situs webnya, Selasa (16/1).

(Audrey Yu Jia Hui di The College of William and Mary. Foto: Bentang Pustaka/Nurjannah Intan)

 

Kecintaan Terhadap Pancasila

Audrey merupakan salah satu dari 72 ikon berprestasi Indonesia. Ini merupakan bagian dari Festival Prestasi Indonesia yang digelar Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-P).

Audrey mengaku, dirinya tumbuh dengan keinginan untuk mengabdikan seluruh hidupnya untuk negara.

“Cinta pertama saya adalah Pancasila (ideologi nasional Indonesia),” kata Audrey.

Meskipun lahir dari keluarga Tionghoa, tetapi Audrey secara alami mewujudkan nilai-nilai yang dianggap sebagai kebajikan besar dalam budaya Tionghoa, yakni kecintaan terhadap studi, masyarakat, dan negara.

Hal ini tecermin dalam buku-buku yang telah ia terbitkan. Pada tahun 2012, Audrey menulis buku Bahasa Mandarin itu Menyenangkan.

Lalu, pada 2013 dirinya menerbitkan Bahasa Mandarin itu Menyenangkan 2. Menariknya, buku ini telah diarsipkan oleh Dewan Perpustakaan Nasional Singapura, dan tersedia di semua perpustakaan umum Singapura.

(Audrey Yu Jia Hui)

Tidak hanya bahasa, Audrey juga menerbitkan beberapa buku yang berkaitan dengan identitas nasional Indonesia.

Di antaranya adalah Patriot (2011), Mellow Yellow Drama (2014), Mencari Sila Kelima (2015), Terobsesi Bungkus, Lupa Akan Isi (2019), dan terbaru Audrey baru saja merilis buku berjudul Kado untuk Bangsa (2024).

“Di dalam dunia yang penuh konflik dan penderitaan ini, semoga buku ini bisa menjadi instrumen perdamaian dan persaudaraan antarumat manusia,” kata Audrey.

Buku-buku yang ditulis Audey juga telah diarsipkan oleh banyak perpustakaan dan universitas ternama di luar negeri.

“Saya berharap dapat menjalani kehidupan yang baik dan bermakna, penuh dengan persahabatan yang tulus dalam lingkungan yang mendukung secara intelektual dan budaya. Hal yang terpenting, saya berharap dapat menggunakan pengetahuan dan bakat saya untuk kebaikan orang lain, untuk membantu mempromosikan masyarakat yang lebih damai dan harmonis,” tutup Audrey.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: