Kaligrafi Tiongkok

Kursus senyum (Foto: REUTERS/Kim Kyung-Hoon)

Setelah menggunakan masker selama masa pandemi Covid-19, belasan siswa Jepang mengambil kursus untuk belajar lagi bagaimana cara tersenyum.

Pemerintah resmi mencabut aturan memakai masker di tempat umum, mulai 9 Juni sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Penggunaan masker yang terlalu lama, tidak menutup kemungkinan untuk membuat seseorang lupa cara tersenyum. Tidak hanya di Indonesia, hal ini juga dialami banyak mahasiswa di Tokyo, Jepang.

Mengutip dari Reuters via Business Insider, seorang mantan pembawa acara radio Keiko Kawano menjadi instruktur senyum yang memulai perusahaannya sendiri bernama “Egaoiku” yang diterjemahkan menjadi “Perusahaan Senyum” pada tahun 2017.

Kelas pribadi untuk belajar tersenyum bersama Kawano, dibanderol dengan harga JPY7.700 atau USD55 (Rp820.000 asumsi kurs Rp14.904) selama satu jam.

Lebih dari tiga tahun sejak pandemi dimulai, permintaan kursus senyum di Jepang kian melonjak.

Hal ini, sejalan dengan ketentuan pemerintah Jepang yang melonggarkan persyaratan penggunaan masker pada bulan Maret lalu, sehingga semakin banyak orang yang mencoba membiasakan diri untuk memperlihatkan wajah mereka di depan umum.

“Saya tidak banyak menggunakan otot wajah saya selama Covid-19, jadi ini latihan yang bagus,” ujar Himawari Yoshida, salah satu mahasiswa seni berusia 20 tahun, dikutip Senin (12/6).

Di saat seperti inilah jasa instruktur senyum seperti Keiko Kawano mengambil banyak peran.

“Orang-orang belum mengangkat pipi mereka di balik masker, atau berusaha banyak tersenyum, sehingga sekarang mereka bingung,” kata Kawano.

Baca Juga: Pemerintah Cabut Aturan Pakai Masker, Bagaimana dengan Transportasi Umum?

Siswa seperti Yoshida menghadiri pelajaran senyum yang diselenggarakan oleh Kawano, sebagai usaha dari sekolah mereka untuk mempersiapkan siswanya menghadapi dunia kerja.

Kawano menjelaskan, kursus senyum dimulai dengan ajakan untuk memeriksa senyum masing-masing peserta kursus.

Selanjutnya, Kawano akan menunjukkan kepada murid-muridnya bagaimana bentuk senyuman yang dia sebut “senyum Hollywood” dan meminta mereka untuk mencoba menirunya.

“Namun, saya tahu otot-otot wajah tidak bergerak seperti yang diharapkan. Kami akan melakukan latihan untuk memperpendek dan meregangkan otot pipi, serta menciptakan bentuk mulut yang indah,” jelas Kawano.

Tidak hanya membuka kursus bagi murid, Kawano juga menawarkan pelatihan selama satu hari bagi orang-orang yang ingin menjadi instruktur seperti dirinya.

Harga yang ditawarkan untuk satu kali sesi pelatihan, adalah JPY80.000 atau Rp8,5 juta.

Menurut Kawano, meskipun bisnisnya dilanda pandemi Covid-19, tetapi dirinya masih memiliki klien sesekali. Bagaimanapun, bisnis Kawano tetap meledak setelah ketentuan menggunakan masker resmi dicabut.

Kawano mengatakan, sekolah tersebut dulunya hanya menjalankan satu kelas per tahun. Seiring dengan meningkatnya minat orang-orang, kini sekolah tersebut bisa menjalankan kelas empat kali dalam setahun.

“Saya pikir pentingnya senyuman dalam mencari pekerjaan semakin meningkat,” kata Kawano.

Sampai saat ini, penggunaan masker telah menjadi aturan tak tertulis bagi masyarakat Jepang, khususnya bago mereka yang selalu ingin melindungi diri dari flu atau demam selama musim dingin dan/atau musim semi.

Tidak mengherankan bahwa banyak anak muda, terutama wanita Jepang, sekarang begitu terbiasa dengan penggunaan masker, sehingga mereka mungkin merasa tidak percaya diri jika tidak menggunakan masker.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: