Kaligrafi Tiongkok

Freya Kamalika Handrajati bersama teman-temannya sedang mengolah limbah masker. (Foto: DAAI TV)

Siswi SDS Global Mandiri Freya Kamalika Handrajati merintis mimpinya menjadi peneliti cilik dengan mengubah limbah masker menjadi pupuk ramah lingkungan.

Freya yang gemar dengan dunia sains dan bercita-cita menjadi peneliti, aktif mengikuti klub sains di sekolahnya yang berada di Cakung, Jakarta Timur.

Lewat klub tersebut, Freya banyak belajar berbagai hal tentang dunia sains dan melakukan berbagai eksperimen.

Bukan bermain, keseharian Freya digunakan untuk melakukan riset bersama teman-temannya dan membuat proyek yang ramah lingkungan.

Salah satu karya yang dihasilkan Freya, adalah proyek pemanfaatan sampah masker. Menurut Freya, limbah masker adalah polusi lingkungan dan bila dibiarkan menumpuk dapat mengancam keselamatan bumi karena sulit didaur ulang.

“Buang sampah kayak masker itu bingung buang di mana. Jadi kepikiran aja gitu buat dimanfaatin limbah-limbah maskernya biar gak numpuk. Jadi, tuh, kalau maskernya numpuk banyak kan jadi bikin polusi, ya? Jadi itu bahaya buat lingkungan sekitar,” ujar Freya dikutip dalam tayangan YouTube DAAI Magazine, Rabu (28/2).

Freya melihat penelitian sebagai kegiatan yang seru dan mengasyikkan, sehingga dirinya semakin sadar akan kebersihan lingkungan sekitar.

(Pemanfaatan limbah rautan pensil)

 

Mengembangkan Banyak Penelitian

Di sekolah, Freya juga berkesempatan menjadi peneliti steam yang merupakan integrasi dari berbagai pelajaran sains dan teknologi dari berbagai pelajaran.

Lewat pelajaran tersebut, Freya dapat mengembangkan minatnya untuk bereksperimen pada limbah sampah. Bukan hanya pada masker, tetapi penelitian lainnya seperti limbah rautan pensil dan kertas bekas.

“Aku kepikiran aja karena limbah masker di Indonesia tuh banyak banget, jadi aku terinspirasi dari situ. Nah, aku jadi pengin memanfaatkan limbah masker. Limbah rautan pensil itu juga banyak kan di sekolah dan enggak langsung dibuang kalau habis diraut. Nah, aku juga dapat, tuh, idenya dari situ dijadiin pupuknya,” jelas Freya.

(Pemanfaatan limbah jadi pupuk)

 

Dibimbing oleh sang guru, Freya bersama teman-temannya melakukan riset dan praktik sains hingga lolos kompetisi di Malaysia.

Untuk menampilkan hasil terbaik, Freya dan teman-teman mengumpulkan limbah rautan pensil yang kaya akan manfaat seperti magnesium, fosfor, zink, potasium, dan besi. Freya mengaku, berbagai bahan tersebut diperoleh dari kelas ke kelas, termasuk kertas bekas yang akan dijadikan bubur kertas.

“Aku, tuh, kalau di sekolah kalau lagi istirahat atau pulang sekolah aku selalu keliling-keliling angkatan aku sama adik kelas, kakak kelas, itu buat nyari limbah rautan pensil. Nah, kalau udah kumpul banyak aku taruh di dalam maskernya dijadiin pupuk,” ungkapnya.

Proses pembuatan pupuk dan pemanfaatan masker bekas ini pun cukup mudah. Masker yang telah dicuci bersih, akan diubah menjadi sebuah pot atau wadah tanaman yang dieratkan dengan stapler.

Setelah itu, bubur kertas dimasukkan ke dalam wadah tersebut dan rautan pensil digunakan sebagai media tanam untuk ditanami benih biji-bijian, mulai dari kacang hijau dan kacang merah.

Selama benih ditanam, maka tanaman harus disiram setiap hari. Freya dan teman-teman juga bergantian mencatat hasil benih yang tumbuh. Berdasarkan pemantauan, benih kacang hijau yang paling pesat untuk tumbuh.

(Freya di kompetisi World Invention Competition and Exhibition 2023)

 

Mendapat Medali Emas

Meski banyak menguras waktu, tetapi kegiatan ini tak mematahkan semangat Freya dan teman-temannya untuk meraih kesuksesan.

Hal ini terbukti dari medali emas yang berhasil diraih Freya di kompetisi World Invention Competition and Exhibition 2023.

Pada kompetisi tersebut, Freya berhasil meraih penghargaan bersama rekan timnya, yakni Canavaro Azka Dharma Wibawa, Gisele Raihana Malaeka, Kenrick Vazkya Zakie, Kinanti June Ariyuansyah, dan Park Han Byeol.

Di ajang ini, mereka mengikuti lomba dalam kategori Ilmu Lingkungan dengan proyek pemanfaatan masker, kertas, dan pensil bekas sebagai media tanam organik.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: