Kaligrafi Tiongkok

Kandungan bromat dalam air mineral membahayakan?  | Foto: Canva

Belakangan media sosial diramaikan dengan isu kandungan bromat di dalam produk air mineral yang mampu menyebabkan kanker. Bagaimana faktanya?

Bromat adalah kandungan senyawa yang bersifat karsinogenik yang berbahaya dan bisa menyebabkan kanker. 

Kandungan bromat ditemukan oleh salah satu publik figur di media sosial pada merek air mineral yang dijual di pasaran.

Jika dikonsumsi secara berlebihan, zat karsinogenik dapat merusak sel-sel tubuh yang menyebabkan mutasi genetik pada sel. Hal ini membuat sel-sel membelah secara cepat dan memungkinkan pertumbuhan atau pembentukan sel menjadi tidak normal.

Oleh karena itu, zat karsinogenik bisa menyebabkan kanker karena adanya pertumbuhan sel yang tidak normal.

 

Kandungan Bromat dalam Air Mineral

Pada dasarnya, bromat ada di dalam air mineral karena penggunaan ozon yang berguna untuk mendesinfeksi air minum. Selain itu, bromat adalah senyawa yang tidak memiliki warna dan rasa.

Bromat dapat masuk ke air minum kemasan, jika proses penyaringan tidak dilakukan dengan hati-hati atau jika ada kontaminasi dalam sumber air. Kandungan bromat dalam air minum masih dibolehkan, asal tidak melebihi 10 mcg/L,” ujar Guru Besar Fakultas Farmasi UGM, Prof. Dr. Zullies Ikawati dikutip dari situs web Universitas Gadjah Mada, Rabu (6/3/2024).

Menurut World Organization Health (WHO), batas aman untuk kandungan bromat masuk ke dalam tubuh adalah 0,19 per mg/kg berat badan per hari, atau setara dengan 10 ppb (part per billion).

Pada SNI (Standar Nasional Indonesia) tersebut, terkait dengan kandungan bromat juga ditetapkan sama dengan standar aman WHO,” tutupnya.

Faktanya, saat dilakukan pengujian bromat memang memicu kanker pada tubuh hewan, tetapi sampai saat ini dampak pada tubuh manusia masih belum bisa dipastikan. 

Jika seseorang keracunan kandungan bromat atau mengonsumsi dengan dosis yang berlebihan, orang tersebut akan merasakan diare, sakit perut, dan muntah-muntah. Kemudian, merasakan masalah lain dalam sistem saraf, kelelahan, dan kehilangan refleks.

Meski demikian, seseorang yang secara tidak sengaja mengonsumsi bromat secara berlebihan bisa kembali normal.

 

Kandungan Bromat di Air Minum yang Beredar

Menurut publik figur tersebut, setidaknya ada lima merek air minum yang dilakukan uji coba. 

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, hasilnya 4 di antara 5 sampel air tersebut memiliki kandungan bromat di bawah 10 ppb dan 1 merek diisukan memiliki bromat yang tinggi.

Namun, ketika dilakukan uji coba kembali oleh lembaga resmi Balai Besar Industri Argo (BBIA), merek tersebut masih memiliki kandungan bromat yang aman. Hasil lab membuktikan kandungan bromat pada merek tersebut hanya sebesar 0,4 ppb.

Ternyata kandungan bromat tidak hanya di air | Foto: Canva

 

Bukan Cuma Ditemukan di Air

Mengutip dari Siloam Hospitals, kandungan zat ini tidak hanya ditemukan pada makanan dan minuman saja, tetapi bisa ditemukan dari mana pun.

  • Makanan dan Minuman

Beberapa makanan dan minuman juga mengandung zat ini.

  1. Makanan atau minuman yang memiliki pewarna (formalin, nitrat, dan boraks);
  2. Memiliki bahan tambahan dalam minuman atau makanan (zat aditif, seperti aspartam dan sakarin); dan
  3. Makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi dengan logam berat, limbah industri, dan pestisida.

Selain itu, zat ini bisa ditemukan pada makanan yang dibakar atau digoreng dengan suhu yang tinggi.

 

  • Asap Rokok

Salah satu sumber zat ini berasal dari rokok dan asapnya. Setidaknya dalam rokok terdapat lebih dari 70 bahan kimia yang mengandung zat karsinogenik. 

Kandungan dalam rokok dan asapnya, mampu menyebabkan perokok pasif ataupun perokok aktif memiliki risiko kanker paru-paru yang lebih tinggi. Terkadang, beberapa di antaranya bisa menimbulkan penyakit lain seperti diabetes dan jantung.

 

  • Asap Kendaraan

Selain dari asap rokok, ternyata asap pada kendaraan memiliki kandungan zat karsinogenik yang disebut dengan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs). 

Jika seseorang terpapar kandungan ini dalam jangka waktu yang lama dan secara berlebihan, akan memiliki risiko kanker paru-paru, kandung kemih, dan kulit. 

 

  • Kosmetik

Kandungan dalam kosmetik juga memiliki zat karsinogenik meskipun hanya sedikit. Oleh karena itu, seseorang harus berhati-hati dalam memilih penggunaan kosmetik.

Beberapa kosmetik bisa mengandung merkuri, paraben, dan phthalate. Berbagai zat ini, bisa menyebabkan risiko kanker kulit dan kanker payudara.

 

  • Sinar Ultraviolet (UV)

Paparan sinar UV yang berlebihan mampu merusak sel-sel pada kulit. Hal ini bisa menyebabkan risiko kanker kulit. Oleh karena itu, menjaga dan melindungi kulit saat beraktivitas lama di bawah paparan sinar UV sangat diperlukan.

 

Penulis: Kerin Chang

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: