Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi GTM pada anak (Foto: Odua Images)

Salah satu hal yang kerap dihadapi ibu saat anak baru belajar makan, adalah kondisi Gerakan Tutup Mulut (GTM). Kenali apa saja penyebab dan cara mengatasinya.

GTM adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi anak yang tidak mau makan ketika disuapi.

GTM umumnya dialami saat anak memasuki usia 1 tahun dan akan semakin memuncak ketika memasuki usia 2 tahun.

Pada usia tersebut, anak-anak sudah merasa lebih besar, sehingga ingin menunjukkan kemandiriannya dengan sedikit “memberontak” yang mereka tunjukkan dengan menutup mulut saat makan.

Anak yang mengalami GTM kerap membuat orang tua cemas dan khawatir kalau anak tidak mengalami kenaikan berat badan secara signifikan.

Untuk itu, kondisi GTM harus segera diatasi untuk mencegah anak mengalami kekurangan asupan nutrisi dan stunting.

 

Penyebab GTM pada Anak

Ada beberapa penyebab GTM pada anak. Di antaranya anak terlalu memilih-milih makanan, takut mencoba makanan baru, anak merasa kenyang, kehilangan nafsu makan, kelelahan.

Kemudian, GTM juga bisa disebabkan karena anak bosan dengan menu makanan sehari-hari, anak lebih suka bermain, adanya lonjakan pertumbuhan secara pesat (growth support), hingga adanya trauma pada waktu makan.

 

Cara Mengatasi GTM pada Anak

GTM pada anak tidak hanya membuat berat badan anak stagnan atau sulit naik. Jika dibiarkan, GTM juga bsia memengaruhi status gizi dan proses tumbuh kembang anak.

Sebagai alternatif, ada beberapa cara yang bisa dilakukan ibu untuk mengatasi GTM pada anak.

Pertama, sajikan porsi makan yang cukup dan bisa dihabiskan oleh anak. Kedua, batasi gangguan seperti menonton televisi, menggunakan ponsel, atau menggunakan mainan selama anak makan.

Ketiga, buat jadwal makan teratur untuk membangun kesadaran kepada anak. Keempat, kreasikan menu makanan agar penyajiannya lebih menarik agar anak antusias setiap jadwal makan tiba.

Kelima, jangan paksa anak untuk makan jika mereka tidak mau sama sekali. Keenam, kenalkan menu makanan baru agar anak bisa mengeksplorasi tekstur dan rasa makanan yang berbeda-beda.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: