Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi penipuan lewat ponsel (Foto: Andranik Hakobyan via Getty Images)

Penipuan online lewat file APK banyak terjadi belakangan ini dan bisa menimbulkan berbagai kerugian finansial, seperti terkurasnya rekening di aplikasi bank, saldo di aplikasi uang elektronik, atau e-commerce dan platform daring lainnya.

Mengutip dari situs resmi Bank Indonesia (BI), modus penipuan undangan pernikahan dan modus penipuan kurir paket, merupakan dua dari berbagai modus penipuan yang tengah marak terjadi.

Modus baru ini akan mencuri informasi dan data pribadi, sehingga penting bagi masyarakat untuk selalu waspada.

Penipuan online tersebut, dilakukan oleh pelaku dengan cara mengirim file APK ke calon korban melalui aplikasi pesan singkat.

Setelah file APK tersebut diunduh dan diberi izin akses, pelaku bisa mencuri data rahasia dari ponsel calon korban, seperti foto, video, SMS, akses ke akun m-banking, dan sebagainya.

Untuk meminimalkan potensi terjebak modus ini, berikut adalah beberapa tips agar terhindar dari penipuan online lewat pengiriman file APK, sreta tetap menjaga kerahasiaan data pribadi.

 

1. Jangan Asal Klik atau Unduh File APK

Hindari mengeklik atau mengunduh file APK yang diterima dari aplikasi pesan singkat. Beberapa waktu belakangan ini, banyak penipu yang mengirimkan pesan berupa undangan pernikahan digital, tagihan, resi pengiriman dan sebagainya lewat aplikasi pesan singkat.

Saat diklik, file APK ilegal yang berisi virus tersebut akan mengembalikan ponsel ke setelan pabrik (reset factory), bahkan file ini juga bisa merekam seluruh data pribadi di ponsel Sahabat DAAI.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Sahabat DAAI perlu mengubah seluruh data di semua akun aplikasi yang menyimpan data pribadi, seperti nomor ponsel, e-mail, password, dan PIN, di aplikasi perbankan dan yang berkaitan dengan transaksi digital lainnya.

 

2. Konfirmasi Ulang dan Laporkan Informasi Mencurigakan

Apabila Sahabat DAAI menerima pesan mencurigakan atau file APK dari pihak yang mengaku sebagai kerabat dekat atau instansi lain, jangan lupa untuk selalu lakukan konfirmasi ulang melalui jalur tepercaya atau resmi.

Jika menerima pesan dengan file APK yang mengatasnamakan pihak tertentu, tetapi terkesan mencurigakan, segera lapor lewat resmi dan jangan berikan informasi apa pun.

 

3. Aktifkan Fitur Keamanan dan Rutin Ganti Password

Lakukan pembaruan sistem operasi, aplikasi, dan software pada ponsel secara berkala guna meningkatkan keamanan perangkat.

Masyarakat juga dianjurkan rutin mengganti password di seluruh akun, termasuk aplikasi perbankan dan yang berkaitan dengan transaksi digital lainnya.

Hindari menggunakan password yang sama antar akun. Saat mengganti password, jangan pernah sebar kode OTP atau password ke orang lain untuk menghindari kebocoran akun.

Saat bertransaksi daring, jangan lupa untuk meningkatkan keamanan dengan mengaktifkan fitur keamanan akun di aplikasi-aplikasi terkait.

 

4. Hindari Bertransaksi di Luar Platform Resmi

Apabila Sahabat DAAI berbelanja online lewat platform marketplace, sebisa mungkin hindari bertransaksi di luar platform resmi.

Pasalnya, biasanya beragam platform belanja online menggunakan sistem rekening bersama (rekber) untuk melindungi pengguna ketika bertransaksi secara online. Sistem ini, membuat uang pembeli hanya akan diteruskan ke penjual jika produk sudah diterima oleh pembeli sesuai pesanan.

Jika ada pihak yang meminta melanjutkan komunikasi atau bertransaksi di luar platform resmi, segera lapor melalui customer service instansi yang bersangkutan.

 

5. Jangan Bagikan Data Pribadi di Media Sosial

Hindari memberikan informasi pribadi seperti nomor ponsel, alamat rumah, nama lengkap ibu, nomor rekening bank, NIK, KK, dan data pribadi lainnya di media sosial. Ini dilakukan untuk menghindari potensi adanya kebocoran atau pencurian data.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: