Kaligrafi Tiongkok

Ilustrasi gempa Jepang (Foto: Yusuke Fukuhara/Yomiuri Shimbun/AFP)

Baru-baru ini gempa dengan magnitudo (4,8) mengguncang Sumedang, pada Minggu (31/12). Gempa tersebut membuat kerusakan beberapa rumah. Lalu, bagaimana cara menyelamatkan diri saat gempa?

Gempa bumi dapat terjadi kapan dan di mana pun tanpa mengenal waktu dan tempat. Untuk itu, perlu adanya pembekalan diri mengenai cara menyelamatkan diri saat gempa demi menghindari cedera dan bahaya lainnya.

Selain di Sumedang, gempa dengan magnitudo (M) 7,5 juga baru saja mengguncang Semenanjung Noto di Prefektur Ishikawa, Jepang, pada Senin (1/1).

Gempa ini mengakibatkan jalanan rusak, rumah runtuh, dan layanan kereta api dihentikan sementara. Tidak hanya itu, gempa juga memicu gelombang tsunami di pesisir utara dan tengah Jepang, dengan peringatan resmi mengatakan gelombang tsunami di beberapa tempat diperkirakan bisa mencapai 5 meter.

Sejauh ini, gelombang setinggi 1,2 meter telah menerjang pelabuhan Wajiima di Prefektur Ishikawa pada Senin (01/01) pukul 16.21 waktu setempat, menurut kantor berita nasional NHK.

Mengutip dari situs BPBD Kabupaten Bogor, berikut adalah beberapa cara menyelamatkan diri dari gempa untuk meminimalkan dampak bencana.

 

1. Cara Menyelamatkan Diri saat Gempa

Saat terjadi gempa, cara terbaik untuk menyelamatkan diri adalah dengan metode drop, cover, hold on. Dengan kata lain, saat terjadi gempa Sahabat DAAI harus menurunkan posisi tubuh yang lebih rendah, mencari penutup kepala dan leher, dan tetap berada dan berlindung di tempat tersebut hingga gempa berhenti.

Hindari menggunakan lift saat gempa terjadi, gunakan tangga darurat untuk keluar dari bangunan tinggi. Saat di luar ruangan, hindari berdiri di dekat pohon, tiang, ataupun sumber listrik, hingga gedung-gedung yang mungkin bisa roboh.

Jangan lupa perhatikan tempat saat sedang berpijak. Jika terdapat retakan pada tanah yang sedang dipijak, segeralah menjauh dan cari tempat aman.

 

2. Cara Menyelamatkan Diri dari Gempa di Tempat Ramai

Jangan terburu-buru menuju pintu keluar. Biasanya orang lain akan berpikiran sama, sehingga bisa berebut dan berdesakan di pintu keluar.

Saat berada di supermarket, jauhi rak pajangan yang berisi benda-benda yang bisa jatuh. Jika memungkinkan dan tersedia, berlindunglah, lalu ambil sesuatu untuk melindungi kepala dan wajah dari puing-puing dan kaca yang berjatuhan.

 

3. Cara Menyelamatkan Diri dari Gempa Saat di Luar Ruangan

Meskipun sudah berada di luar ruangan, Sahabat DAAI juga perlu mengetahui cara menyelamatkan diri saat gempa. Pasalnya, di luar ruangan bisa jadi tidak aman jika berada di dekat tiang listrik atau bahkan gedung bertingkat.

Jauhi gedung, kabel listrik, lubang pembuangan, serta saluran bahan bakar dan gas. Bahaya terbesar dari gempa, adalah puing-puing yang berjatuhan berada tepat di luar pintu masuk dan dekat dengan dinding luar bangunan.

Kemudian, pergilah ke area terbuka jauh dari pepohonan, tiang telepon, dan bangunan. Setelah berada di tempat terbuka, turunkan posisi tubuh lebih rendah dan tetap di sana sampai guncangan berhenti.

Area di dekat dinding luar sebuah bangunan adalah tempat yang paling berbahaya. Jendela, fasad, dan detail arsitektur sering kali menjadi bagian pertama dari bangunan yang runtuh. Usahakan untuk jauh dari zona bahaya ini.

 

4. Cara Menyelamatkan Diri dari Gempa Saat di dalam Mobil

Gempa memang datang secara tiba-tiba dan tak terduga, bisa saja terjadi saat berada di dalam mobil. Saat ada di dalam mobil, sebisa mungkin jauhi persimpangan, pinggirkan mobil di kiri bahu jalan dan berhentilah.

Ikuti instruksi dari petugas berwenang dengan memerhatikan lingkungan sekitar, atau melalui alat komunikasi lainnya seperti radio atau gawai. Apabila mendengar peringatan dini tsunami, segera lakukan evakuasi menuju ke tempat tinggi, seperti bukit dan bangunan tinggi.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: